Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
44. Tara dan enjel


__ADS_3

Kini mereka semua sudah turun dari mobil untuk melepas kepergian tasya, ekey dan lima bodyguard.


"Kalian nanti ke mansion nyokap bokap gua ya" Tutur tasya pada kedua sahabatnya itu


"Iya aman" jawab kompak mereka berdua.


"Dan maaf skali lagi gua gak bisa ikut urusin toko bunga kita, setelah gua lulus gua bakal bantu kalian okeh?" Tasya mengacungkan jempolnya dan mengedipkan mata kanan nya.


"Suutt.. udah udah apaan si kita itu kan sahabat ya sans aja lah hahaha" jawab nayfa santai.


"Yaudah gua masuk dulu ya.. daa" mereka kini berpelukan.


*


*


Jam kini sudah menunjukkan jam 9, tasya sudah masuk ke dalam pesawat dan beberapa menit lagi pesawat akan lepas landas.


"Ca udah dapet blum apartemen yang mau kita tempatin?" Tanya ekey.


"Gak jadi di apartemen, bang avnil maksa untuk tinggal di hotelnya" jawab tasya cuek dan singkat.


"Yaudah bagus dong, gak susah nyari lagi"


Kini pesawat sudah lepas landas. Tasya hanya terdiam dan termenung menatap ke luar jendela peswat.


ekey yang melihat tasya yang seperti nya belum bisa melupakan kejadian itu, kini ekey ingin mengajak tasya untuk berbincang.


"Ca.. gua ada cerita lucu, kmaren gua kan.." dengan cepat tasya memotongnya.


"Lagi gak mood denger cerita orang" jawab tasya singkat. Ekey pun sangat kesal karena tasya tak mau mendengar ceritanya.


"Cckk.. gua ngerti perasaan lo, tapi jangan sampai kayak gini banget lah.." jelas ekey agar tasya tak memikirkan kejadian kmaren.


Tasya tak menghiraukan apa yang di katakan oleh ekey, ia masih dengan tatapan kosong namun di dalam pikiran nya banyak sekali hal hal yang ia pikirkan.


Tasya berfikir, kenapa ia bisa seceroboh itu, seharusnya ia benar benar menolak permintaan tante rani supaya tidak ikut dengan rangga ke kantor nya.


Tasya berfikir ia tak ingin lagi bertemu dengan rangga, kini tasya benar benar tak ingin melihat wajah rangga.


"Smoga aja pas nanti balik ke kota JK keluarga gua udah gak ada hubungan lagi sama keluarga tante rani, kalaupun ada gua gak akan mau lagi ketemu dengan keluarga itu" itu lah yang ada di dalam fikiran tasya saat ini, ia benar benar ingin menghindar dari keluarga terkaya nomor 1 itu.

__ADS_1


"Jangan jangan.. pas gua lagi di JG.. trus mama sama papa jodohin gua lagi sama pak rangga, gara gara gua blum dapet cowok... astagaaaa plis dong jodoh terbaik gua jemput guaa!!! Gua gak mau di jodohin.. smoga selama 2 bulan ini gua bisa bawa pacar gua balik ke Kota JK... pokok nya jangan sampai mama sama papa jodohin gua sama manusia kutub itu" tasya tiba tiba menggeleng gelengkan kepala nya dan mengaakhiri lamunannya. Ekey yang melihat itupun terheran heran


"Eh nape lu ca? Kesambet?" Tanya ekey yang melihat wajah tasya yang terlihat tertekan.


"Eh emm.. enggak enggak. Tadi gua mimpi dikit hehe" jawab tasya salah tingkah.


*


*


2 jam sudah berlalu kini mereka sudah mendarat di kota tujuan mereka.


Mereka sudah memasuki mobil untuk menuju ke hotel CC milik abang nya.


*


Kini mereka sudah sampai di depan hotel itu dan di sambut oleh kariawan dan juga manager hotel itu yaitu robi.


"Hay.. slamat datang kembali" tutur robi pada tasya dan memeluk tasya, tasya pun membalas pelukan itu.


"Ayo masuk masuk udah mas siapin semua nya"


"Makasih ya mas.." tutur tasya sembari tersenyum manis.


Sedangkan para bodyguard di antar oleh para kariawan yang bertugas.


"Kamu istirahat dulu ya" tutur robi sembari mengelus kepala tasya.


Tasya pun salah tingkah karena sikap ramah robi pada nya.


"Emm iya"


"Nanti makan siang nya di bawa kesini atau di dibawah?" Tanya robi.


"Hmm di sini aja mas" tutur tasya.


"Hmm yaudah.. nanti mas suruh kariawan bawa ke sini. Ohh iya nanti malam kita ketemu di bawah ya, nanti mas telfon kamu" ajak robi pada tasya.


"Hmm boleh mas, yaudah ca masuk dulu ya"


"Hmm iya. Selamat beristirahat"

__ADS_1


Kini robi pun kembali kebawah untuk memasuki ruangan nya.


*


*


*dikota JK, mansion utama Riko edian pratama.


"Mi.. kita gak kerumah kak tasya? Kan besok kak tasya mau berangkat ke kota JG" tutur alya pada mami nya yang sedang membaca majalah di kamarnya.


"Eh iya ya dek, coba deh telfon abang kamu ajak dia juga"


"Males ah mi, nanti di omelin lagi"


"Yaudah nanti aja, nanti malam aja mami telfon abang kamu dan mama nya tasya"


"Kak tasya mau gak ya sama bang rangga mi?" Tanya alya tiba tiba yang membuat maminya tersenyum.


"Hmm suka gak ya, soalnya abang kamu jutek, dingin, ngeselin.. mana mau tasya sama dia hahah.." lalu mereka berdua tertawa.


"Alya mau deh kak tasya nikah sama bang rangga, kak tasya itu apa adanya banget mi, dan alya juga tau mana cewe yang nyari muka mana yang engga"


jelas alya karena ia mengingat mantan kekasih nya rangga dulu.


"Iya ya dek, tasya itu orang nya dewasa, mandiri lagi, walaupun mama sama papanya itu termasuk pengusaha bersar seperti kita tapi dia gak bergantung sama kedua orang tuanya" tutur mami rani mengagumi sosok tasya.


"Gak kayak kak enjel sama kak tara.. iyuu.." alya bergidik ngeri mengingat wajah kedua perempuan itu. "alya gak suka banget sama mereka.. di depan bang rangga mereka lembut, eh pas gak ada bang rangga mereka jutek banget sama alya.."


Tara adalah mantan pacar rangga 3 tahun yang lalu, rangga mengakhiri hubungannya dengan tara karena tara ketahuan selingkuh di kamar hotel milik perusahaan rangga.


Karena rangga dulu sangat menyayangi kekasih nya itu, ia memberi kebebasan pada tara bahkah hotel miliknya pun ia bebas kan untuk tara kapan saja ia ingin menginap di sana. Tetapi tara malah memanfaatkan kebaikan rangga, ia menggunakan kebebasan itu untuk berselingkuh. Dan keberadaan tara sekarang masih di luar negeri, ia dikirim oleh rangga ke sana untuk menjalani bisnis milik rangga, namun alasan rangga mengirim tara ke sana adalah supaya rangga tak melihat nya lagi di negara ini. Tara bukan lah orang kaya dia gadis yang dari keluarga sederhana namun ia berhasil memikat hati rangga untuk dapat merasakan kekayaan yang dimiliki rangga.


Namun ia sudah berbuat seperti itu pada rangga, rangga masih mengasihani nya dengan mengirim ia keluarnegeri untuk bekerja.


Sedangkan enjel, enjel adalah model terkenal di kota JK, ia juga anak pengusaha kaya dan sangat sombong. namun masih kalah jauh dengan kekayaan milik orangtua tasya heheeh..


Enjel seumuran dengan rangga, ia kini masih bekerja di luar negeri, dan 2 bulan lagi ia akan pindah ke negara ini, ia sebenarnya sering menghubungi rangga namun rangga tak pernah menjawab panggilan itu dan pesan yang di kirim oleh enjel pun tak di baca oleh rangga.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.

__ADS_1


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2