Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
15. Mencari tau


__ADS_3

Tasya kini sudah keluar dari ruangan yang bagi nya itu sangat panas di tambah lagi dengan 3 dosen itu. Kini tasya ingin menelfon para sahabat nya itu yang dari tadi tak memberi kabar.


Bunyi sambungan telfon. Tuuut tuut


//tenfon//


"Halo kenapa ca?" Jawab putri dari seberang sana.


"Halo, lu berdua pada kmana si kok gak ada kabar" tanya tasya pada putri sedikit kesal.


"Elu tu yang gaada kabar, tadi lu duluan pulang trus gua liat lu lagi buru buru makanya kita pikir lu lagi ada urusan penting, makanya kita gak niat buat telfon lu" jelas putris dari sebrang sama.


"Bukan, gua bukan pulang tadi, tapi gua pergi beli bubur buat 3 dosen brengsek itu" kesal tasya mengingat itu.


"Haa? Lu masih berurusan smaa tu dosen?" Tanya putri juga ikut kesal.


"Hmm iya, makanya lu main dong ke rumah gua mau crita nih" pinta tasya manja pada putri. Lalu putri meng iyakan,


"Yaudah kita ke rumah lo ya skarang" tutur putri dari sebrang sana.


"Hmm yaudah, oh iya kalau minsalkan nanti kalian yang duluan sampai di rumah gua langsung masuk aja mungkin ada ekey di rumah, kalau dia gak ada ya lo tunggu di luar aja heheeh" tasya terwa kecil.


"Hmm iya, kita mah dah biasa nungguin lo di depan rumah, pas hujan, pas panas juga kita bakal nungguin lo" sindir putri pada tasya karena mereka terlalu sering dibuat menunggu oleh tasya.


//Pov. Dirumah tasya//


Benar saja kedua sahabat nya itu sudah sampai di rumah nya, dan sudah masuk ke dalam rumah karena ekey ternyata ada di rumah.


"Hay gayss" sapa tasya memasuki kamar nya, karena sahabatnya berada di kamar tasya dan merekapun tidur tiduran di lantai depan kasur tasya yang ada karpet lembut itu.


"Hay" jawab mereka berdua bersamaan dan tasya langsung menindih ke dua sahabat nya itu dan meliukkan badan nya tanda lelah.


"Aaaa gua capek banget hari ini habis ngeladenin dosen songong itu" suara has orang sedang meliukkan badan.


"Caaa, lu berat bangettt" sura khas orang tertindih.


"Iya caaa, turun gakk" marah nayfa pada tasya.


"Akh iya iya sorry, klian udah makan blum" tanya tasya pada sahabtanya.


"Udah" jawab nayfa.


Dan tasya hanya terdiam dan kemudian menarik nafas dan membuang nafasnya dengan berat.

__ADS_1


Kedua sahabatnya itu saling melirik melihat tasya tiba-tiba terdiam dan memejam kan matanya seperti orang mempunyai masaah hidup yang sangat berat.


"Kenapa lu tadi di kampus? Dikerjain ama dosen?" Tanya nayfa sedikit menahan tawa. Dan di anggukkan oleh tasya.


Dan tasya mulai menjelaskan apa yang terjadi padanya mulai dari tadi pagi sampai sore ini.


Kedua sahabat nya itu turut prihatin dengan keadaan tasya.


Dan tak lama mereka bertiga pun tertidur pulas sampai magrib. Ketika mendengar azan tasya pun terbangun dari tidur nya dan mendapati kedua sahabat nya itu masih menikmati tidurnya.


"Bangun dah adzan ni" tasya menggoyangkan kedua badan sahabat nya itu.


"Hmm" jawab mereka berdua suara khas orang bangun tidur.


Setelah shalat magrib, putri dan juga nayfa pamit pulang. Dan kini dirumah tiggal tasya dan juga ekey.


*


*


*


Jam sudah menunjukkan jam 12 malam. Kini rangga baru keluar dari ruang kerja nya yang di ikuti oleh dani. Dan mereka berdua duduk di kursi depan tv.



"Saya mau kamu melakukan sesuatu" tutur rangga tanpa menatap dani.


"Saya siap membantu bos" jawab dani sopan dan kemudian rangga memperlihatkan layar ponselnya pada dani dan dani mendapati foto cewek cantik, putih, dan seksi itu.


"Apa ini bos?" Tanya dani pada bos nya itu.


"Saya mau kamu cari tahu tentang latar belakang cewek yang ada di foto itu, dan kamu kerah kan bodyguard untuk membuntutinya kemanapun ia pergi dan ingat jangan sampai ketahuan" tutur rangga menjelaskan itu smua pada dani asisten pribadinya itu.


"Baik bos, saya akan berbicara pada mereka supaya bersiap untuk membuntuti perempuan ini"


"Apakah dia mahasiswi di kampus bos?"


"Hmm" cuma itu jawaban dari rangga.


"Baiklah bos, saya tahu apa yang harus saya lakukan" Tutur dani meyakinkan dirinya.


"Hmm bagus" ragga menepuk bahu dani dan berjalan menuju kamar.

__ADS_1


"Besok malam saya terima semua informasi yang kamu dapat kan tentang perempuan itu" tutur rangga sembari menutup pintu kamarnya. Dan dani pun langsung pergi kebawah dan langsung memberi perintah untuk salah satu bodyguard bos nya itu agar besok bersiap atas apa yang di perintahakn bos nya itu.


*foto yang diberikan rangga pada dani"



*


Rangga sudah membersihkan tubuhnya dan kini ia pun sudah mengganti pakain untuk tidur.


Rangga membaringkan tubuh nya, sembari tersenyum mengingat kejadian di kampus tadi.


Entah mengapa ia tersenyum mengingat kejadian itu. Rangga menepis pikiran nya yang kemana mana itu dan kini memutuskan untuk tidur.


*


*


*


*


1 tahun lebih telah berlalu. Begitu banyak kejadian yang terjadi pada tahun itu.


Dalam 1 tahun lebih itu rangga selalu mendapat kan informasi dari anak buah nya papun yang sedang di lalukakn oleh tasya dan ap yang terjadi padanya.


Kini rangga pun tau siapa tasya sebenarnya dan apa latar belakang keluarganya. Namun rangga memilih diam ia tak menceritakan pada siapa siapa kecuali abang kandung tasya yaitu avnil, avnil tau kalau rangga mengirim bodyguard untuk mengawal tasya, walaupum alasan yang diberi rangga itu cukup tak masuk akal tapi avnil paham apa yang sedang terjadi pada rangga. Ia tau rangga sedang mengagumi adik perempuan nya itu.


Dalam 1 tahun lebih itu juga tasya tak tahu sama sekali kalau rangga mengirim bodyguar untuk mengawalnya dari kejauhan, sekalian ia ingin memantau apa saja yang tasya lakukan.begitu perfesional cara kerja anak buah rangga.


Entah mengapa rangga melakukan itu pada tasya, iya pun juga tak mendapatkan jawaban itu, ntah itu mengagumi, mencintai atau apapun itu iya tak tau jawaban nya.


Dan 5 bulan yang lalu rangga sudah tidak lagi menjadi asisten dosen dan ia sudah kembali bekerja sebagai CEO yang dingin dan kejam di perusahaan kelurganya dan perusahaan pribadi milik nya. (Rangga kejam pada orang yang kalau mengusik keluarganya dan bermain curang dalam dunia bisnis)


Begitu juga dengan tasya, 5 bulan itu juga ia tak melihat rangga lagi tapi ia juga tak berniat untuk mencari rangga.


Dan kini tasya juga sudah pindak ke kota JG 3 bulan yang lalu untuk menjalani kontrak kerja nya di salah satu rumah sakit di kota itu, walaupun tasya masih tinggal beberap bulan lagi kuliah nya akan selesai.


Tasya anak yang pintar dan mandiri. Makanya ia sudah di kontrakkan kerja oleh salah satu rumah sakit besar di kota JG itu walaupun ia masih kuliah.


Dan jika di gabungkan sudah 8 bulan tasya tak bertemu lagi dengan rangga, jika pun tasya pulang ke kota asal nya dia palingan bermain di mansion utama keluarga bryan dan main bersama sahabat nya dan tak berniat untuk bertemu dengan rangga.


Karna sesungguh nya, ia masih membenci rangga seorang dosen nya itu, karna selama 1 tahun rangga selalu menyusahkan tasya.makanya tasya sampai sekarang tak berniat untuk mencari keberadaan rangga.

__ADS_1


Dan di saat nama rangga trending topik di medsos pada saat iya membocorkan identitas nya, tasya pun juga tak menghiraukan hal itu, iya tak heboh seperti cewek cewek di luar sana yang rela matimatian untuk mengejar cinta rangga dan rela merendahkan harga dirinya di depan rangga.


Jangan lupa di vote gays🥰🥰🥰🙏🙏 terimakaih sudah membaca karya pertama saya🙏


__ADS_2