Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
73. Makan siang bersama


__ADS_3

Skip...


Kini mereka sudah sampai di hotel tempat tasya menginap.


Kini pintu mobil di buka oleh bodyguard rangga.


"Apa kita langsung pulang bos?" Tanya dani.


"Tidak saya akan makan siang di sini, jadi kamu atur semuanya untuk mereka makan siang juga di restoran hotel ini" perintah rangga untuk menyuruh dani mengatur makan siang untuk para bawahannya.


"Baik bos, mari saya antar ke atas"


"Tidak perlu"


Lalu dani pun mengangguk sopan, dan ranggapun pergi meninggalkan dani.


Kini tasya dan ranggapun menuju lift untuk menuju ke ruang khusus hotel itu.


*


Skip.


Kini ekey mendengar bell, dan membuka pintu, yang ternyata tasya dan rangga yang sudah pulang.


"Udah pulang aja.." tutur ekey.


"Gitu deh, ngikutin perintah aja" sindir tasya dan melirik ke arah rangga, ranggapun pura pura untuk tidak mendengarnya.


"Duduk dulu pak, saya bikin minum" ujer ekey


"Tidak usah" jawab rangga singkat.


"Bagus deh, jadi irit kopi, gula, sama air di sini" turur tasya sembari ikut duduk di depan rangga.


"Maksud saya bukan itu, saya ingin kamu yang membuat nya, bukan dia" sambung rangga.


"Kan udah ketebak...." omel tasya, kini tasya berdiri dan ingin menuju dapur.


"Ehh tunggu dulu, bukan itu saja, ingat saya akan makan siang di sini, jadi kamu yang akan memasak makanan untuk saya" jelas rangga yang memberi perintah kepada tasya.


"Emmm.." jawab tasya malas.


"Tasya..!" Bentak rangga.


Namun hanya kali ini rangga berani menyebut nama tasya secara langsung, tasya yang mendengarnyapun menoleh ke belakang dan tersenyum.


"Kenapa? Apa ada yang lucu?" Omel rangga.


Sejenak tasya berfikir.


"Ehmmm.. tidak tidak.." tasyapun kembali menuju dapur dengan tersenyum sedikit bahagia. Entah kenapa ia merasa lebih baik kalau rangga menyebut namanya secara langsung seperti itu.


*


*


Kini rangga hanya duduk manis ditemani dengan secangkir kopi yang sudah di hidangkan oleh tasya, dan rangga membuka layar ponselnya untuk mengecek pekerjaan bawahannya sembari menunggu tasya memasak makan siang untuk nya.


*


Pov. Di dapur.


Kini tasya dan ekey mulai menyiapkan bahan bahan untuk memasak beberapa makanan.


Dalam mereka memesak tasya dan ekey pun berbincang bincang perihal tentang keberadaan rangga di sini.


"Ca.. kok tumben banget klian agak akur gitu, dan beberapa hari ini main bareng trus.. kenapa? Ada sesuatu ya?" Tanya ekey curiga.

__ADS_1


"Apasih jangan mikir yang aneh aneh deh.."


"Aku juga bingung tau kenapa dia tiba tiba ngajakin aku kemana mana kayak gini, dan kadang alasan nya gak masuk akal gitu" jelas tasya.


"Nah itu..."


"Nah itu apa?" Tanya tasya bingung dan sedikit sinis.


"Alasan yang gak masuk akal itu yang perlu lo pahami, kenapa dia ngajakin lo ketemu, tapi gak jelas alasan nya apa,.. logika dong caa... pasti dia ada apa apa nya sama lo" tutur ekey sembari menebak apa yang sedang terjadi.


"Ada apa apanya gimana? Yang gua rasain dia cuma memanfaatin gua doang, gua males brantem jadi nya gua iya iyain semua katanya dia, dari pada panjang ceritanya" jelas tasya kembali.


"Kok lo mau sih.. gua si enggak"


"Siapa yang mau sih di gituin? Gua juga gak mau kali, gua ngelakuin ini karna gua kerja di rumah sakit milik perusahaan dia, lu kan tau key gaji di rumah sakit di sana lebih gede dari pada yang lain"


"Gaji gede tapi batin tersiksa" sindir ekey.


"Ya awalnya gua juga gak tau kalau rumah sakit itu milik dia, kalau gua tau gua gak bakal tanda tanganin kontrak itu" jelas tasya.


"Jadi apanih kelanjutan nya setelah ini? Nikah? Pftt... hhahaha.." ekeypun tertawa terbahak, karena ia berhasil membuat tasya kesal dengan ucapan nya tadi.


"Ngomong gitu sekali lagi, gua jahit juga mulut lo key..!" Omel tasya yang mengacungkan pisau ke arah ekey yang sedang ia pegang.


"Ya kalau enggak gausah marah marah kali sayyy.. hahah.." ucap ekey.


"Eh btw kapan dia balik ke kota JK?" Tanya ekey.


"Sore katanya" jawab tasya santai.


"Trus kita kapan?"


"Secepat nya, gua juga mau balik kerja, kan gua di pindahin di kota JK"


"Trus selain itu, gua mau fokus ke toko bunga sama toko cake kita"


"Ihh iya ya, lo udah lama gak ke toko bunga sama cake"


*


*


Skip..


1 jam kemudian..


Kini makanan yang tasya buat sudah siap dan kini ekey menghidangkan makanan itu di atas meja.


Sedangkan tasya, ia kini memanggil rangga untuk makan siang.


"Pak makanan nya udah siap" ucapa tasya yang membuat rangga mengangkat kepala nya melihat ke arah tasya.


"Lama ya kamu masak, sampai 1 jam" omel rangga yang kini berdiri mendekat ke arah tasya.


"Ya gak mungkin dong saya masak cuma 1 doang, nanti bapak marah lagi.."


"Kenapa makanannya cuma ini? Kenapa ini itu... nyenyenye..." "


Ujar tasya menirukan ucapan rangga namun seperti anak kecil, ia langsung kembali kedapur tanpa melihat reaksi rangga terhadapnya.


Rangga yang melihat tasya seerti itu baginya sangat menggemaskan, ia tersenyum tanpa di lihat oleh tasya.


"Sungguh menggemaskan" batin rangga, lalu ia menyusul ke dapur mengikuti tasya.


*


Kini mereka berdua sudah duduk di kursi makan. Sedangkan ekey ia sengaja minggat dari dapur, agar tidak di paksa oleh tasya untuk ikut makan bersama.

__ADS_1


Kini tasya mengisi nasi di dalam piring milik rangga.


"Nih pak" tasya memberi piring itu.


"Kamu pengen saya cuma makan masi?" Tanya rangga dingin.


"Ya enggak lah, bapak gak liat apa makanan di depan bapak" omel tasya yang menatap rangga sinis karena ia semakin kesal kepada rangga yang selalu banyak komen tentang apa yang ia lakukan.


Kalau mengerjakan sesuatu itu jangan nanggung seperti ini, sekalian ambilkan untuk saya lauk atau sayuran yang sudah kamu masak.


"Huftt.." tasya membuang nafas beratnya dan kembali berdiri dan mengambil piring milik rangga. Karena ia mengerti maksud rangga.


*


"Nih udah.."


"Bagus.." ujar rangga.


"Bagus bagus ya iya lah baguss, bapak yang keenakan di giniin" tutur tasya pelan, yang sedikit di dengar oleh rangga.


"Kalau ngomel jangan di depan makanan"


"Apa sih siapa yang ngomel, orang lagi ngunyah kok" jawab tasya memberi alasan.


"Emangnya saya bicara sama kamu? Kenapa kamu merasa tersindir?" Kembali rangga mengerjai tsya. Tasyapun menatap rangga tajam.


"Bner bner ni orang ngeslin banget" batin tasya.


*


Kini mereka makan siang bersama, tidak ada lagi suara dan tidak ada lagi perdebatan di antara merek saat mereka makan.


*


Skip...


Beberapa menit kemudian, kini mereka berdua sudah selesai makan.


Tasya tidak langsung membersihkan meja makannya, dan ia segera mengikuti rangga ke ruang tempat rangga menunggunya tadi.


"Bapak gak mau pulang?" Tanya tasya polos.


"Kamu lucu juga ya.." jawab rangga, namun raut wajahnya tampak menatap tasya tajam.


Tasya yang menyadari itupun mengalihkan pandangannya karena takut.


"Di sini sudah tidak ada siapa siapa, jadi tolong jangan panggil saya bapak, kamu paham kan.. atau kamu ingin saya.." dengan cepat tasyapun memotong ucapan rangga yang ia tau rangga akan mengatakan apa.


"Iya iya iya... kenapa sih suka banget ngamcem kayak gitu" omel tasya yang melipat kedua tangan nya di depan dada dan menyilangkan kaki kanan nya di atas kaki kirinya.


"Yaudah sekarang mau apa lagi? Ini udah hampir jam 3 loh, katanya mau pulang ke kota JK" gunam tasya.


"Ya trus apa urusan nya sama kamu?" Tanya rangga tetap dengan nada cuek dan tatapan nya yang dingin.


"Ya ada lah.. saya masih banyak urusan jadi gak bisa ladenin tamu yang gak punya kepentingan yang khusus sama saya" omel tasya


Rangga yang mendengar tasya berbicara seperti itu, ranggapun langsung berdiri dan menatap tasya dengan tatapan yang berbeda, rangga mendekat ke arahnya lalu rangga langsung duduk tepat di sebelah tasya.


Dengan reflek tasya langsung bergeser menjauh dari rangga, namun rangga tetap ingin berdekatan dengan tasya iapun kembali bergeser agar berdekatan.


"Apa sih.." tasyapun langsung berdiri dan ingin pindah ke tempat sofa di depan nya, ketika ia ingin melangkah kakinya tersandung kaki rangga dan akhirnya tasya terjatuh tepat di pangkuan rangga.


Kini posisi wajah mereka sangat berdekatan, dan rangga ia sekarang memeluk pinggul tasya dan menahan tubuh tasya.


Mereka saling menatap satu sama lain, wajah tasya yang kini tampak memerah sedangkan rangga, sepertinya ia sangat menikmati jika berdekatan dengan tasya seperti ini.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.

__ADS_1


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2