
"Akhh!!! dia lagii.." batin rangga kesal.
"Nanti saja" jawab rangga cuek.
"Nanti kamu sakit sayang, yaudah aku suapin yah.." tutur wanitu itu ia adalah enjel.
Tasya yang melihat drama yang ada di depan matanya kini iapun langsung berdiri.
"Maaf menggangu, Saya keluar dulu " ujar tasya. Dan dengan cepat rangga memegang tangan tasya.
"Sayang..." ujar rangga pada tasya dengan tiba tiba yang membuat tasya dan enjel membelalakkan bola matanya.
"Haa?" Tasya mengerutkan keningnya saat melihat pada rangga.
"Sayang kamu di sini saja, aku hanya ingin makan dengan mu.." tutur rangga dengan mengeluarkan kata katanya dengan berhati hati.
"Sa-sayang??" Tutur enjel menatap tajam ke arah tasya.
"Iya memangnya kenapa? Saya sudah memiliki pacar, dan sebentar lagi kita akan tunangan, iya kan sayang?" Ranggapun berdiri dan mendekat pada tasya, lalu rangga kembali menuntun tasya untuk duduk kembali.
"Kamu bukan nya cewek yang di depan tadi? Kamu kan gak punya undangan untuk masuk ke sini" Tutur enjel yang masih menatap tasya dengan kesal.
"Kenapa kamu izinin dia masuk sayang.." masih dengan tidak punya rasa malu enjel masih memanggil rangga dengan kata sayang, karena ia tahu jika rangga sedang berbohong.
"Dia tamu saya, saya yang mengundangnya lngsung, jadi tidak ada orang yang bisa melarang dia untuk menghadiri pesta ini paham.." jelas rangga kembali pada enjel.
"Dan saya akan makan berdua saja dengannya, tolong kamu pergi dan jangan ganggu saya"
" oh iya satu hal lagi, kita tidak punya hubungan apa apa jadi tolong jangan panggil saya dengan kata sayang, karena saya sudah memiliki pacar dan hanya dia yang boleh memanggil kata itu" rangga melihat ke arah tasya saat mengatakan pacar.
Enjel yang mendengar penjelasan dari rangga kini ia sangat kesal dan emosi, ia menatap tasya dengan tajam, lalu dia melangkah mendekati tasya.
Plaaakkk!!!...
Tasyapun di tampar langsung oleh enjel dengan sangat keras.
"Aww!!!" Rintih tasya
Semua mata tertuju pada enjel dan tasya. Semua orang bertanya tanya siapa gadis itu yang berani membuat kegaduhan di depan rangga.
"Dasar wanita murahan!!!! Kamu sudah merebut rangga dari ku" teriak enjel menunjuk ke arah tasya dengan tasya yang masih memegang pipi kirinya yang tertampar itu.
"Enjeell!!!" Teriak rangga.
"Pengawaaall cepat seret wanita ini keluar..!!" Teriak rangga memanggil petugas keamanan di sana.
"Gak aku gak mau pergi, sebelum aku puas mencaci maki wanita murahan ini"
"Diaam!!! Sebelum karir kamu yang saya hancurkan lebih baik kamu pergi sekarang juga...!!"
"Siapa mereka? Lancang sekali..., dan itu kekasihnya pak rangga?" Itu lah yang di dengar oleh tasya dari mulut para tamu yang ada disana dan semua orang menatap nya dengan raut wajah seperti penuh dengan pertanyaan.
Lalu pengawal menyeret enjel keluar dari gedung itu karena sudah membuat kerusuhan.
"Lepaskan saya..!!" enjelpun memberontak tetapi tetap saja tenaga dia kalah dengan para pengawal itu.
Lalu mata rangga kembali menatap tasya dan ingin mendekat ke arah tasya.
__ADS_1
Tasya yang masih sangat merasakan kesakitan dan sangat malu dengan kejadian ini, kini dia meneteskan air matanya yang hanya sempat di lihat oleh rangga, lalu dengan cepat tasya menghapus jejak air mata itu.
ia berdiri dan langsung melangkah pergi dari gedung itu, tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Tasya... tunggu" rangga memegang tangan tasya dan langsung menarik nya pergi dari ruang aula ini dan membawa nya ke lantai atas di mana itu tempat khusus rangga menginap.
Sebelum pergi rangga menyampaikan pesan pada para tamu undangan nya.
"Silahkan kalian lanjutkan saja pestanya tanpa saya" lalu rangga langsung melangkah keluar dengan masih menggenggam tangan tasya.
Kini mereka sudah berada di luar aula.
"Lepaskan saya pak.. saya pulang saja" tutur tasya dengan suara yang masih bergetar.
"Tidak, kamu harus ikut saya ke ruangan saya sekarang juga" kini mereka menaiki lift.
Rangga pun menelfon dani untuk segera ke lantai khusus milik nya.
Pov. Di ruangan khusus hotel milik rangga.
"Duduk.." perintah rangga pada tasya untuk duduk di sofa kamar nya. Rangga memang langsung membawa tasya untuk ke kamarnya karena ia juga akan mengajak tasya untuk berbicara langsung nanti nya.
Para pelayan pun berdiri di depan pintu kamar rangga untuk menunggu perintah dari bos mereka. Para pelayan itu sangat takut melihat raut wajah rangga yang sepertinya akan marah marah.
"Cepat bawakan kompres untuk saya.." perintah rangga pada pelayannya.
"Ba-baik tuan" ucap salah satu pelayan di sana.
"Dan kalian berdua, tolong siapkan makan malam untuk kami berdua" kembali rangga memerintahkan dua pelayan yang ada di sana.
"Baik tuan.." lalu mereka memberi hormat dengan menundukkan kepala mereka dan langsung pergi dari kamar itu.
*
"Ini tuan, apa ada lagi yang harus saya bawa ke sini?" Tanya pelayan itu dengan sopan.
"Tidak, silahkan keluar" perintah rangga kembali lalu pelayan itu menundukkan kepalanya dan lngsung pergi.
Rangga kini langsung duduk di samping tasya dan menatap tasya dengan rasa bersalah.
Tasya dari tadi hanya menunduk karena ia menahan perih di wajahnya, sesekali ia meneteskan air matanya dan langsung menghapus jejak air matanya itu agar tidak dilihat oleh rangga jika ia sedang menangis dan merasa kesakitan.
Rangga kini mengarahkan wajah tasya untuk melihat pada nya dengan memegang dagu milik tasya.
Tasya pun sedikit mendongak, dan berusaha untuk tidak menatap mata rangga.
Rangga meraba dan menghelus lembut pada bagian wajah tasya yang di tampar oleh enjel tadi.
"Apa sangat sakit?" Tanya rangga dengan lembut.
"Ti-tidak.." jawab tasya dengan menyingkirkan tangan rangga dari wajahnya.
"Jangan berbohong" rangga langung mengambil kompres itu dan langung menepelkan kain itu pada pipi bagian kiri tasya.
"Tidak perlu pak, saya bisa sendiri" tasya kini merebut kain kompres itu dari tangan rangga.
"Kamu tidak bisa, biar saya saja" rangga kini kembali merebut kompres itu dari tangan tasya.
__ADS_1
"Pak.." omongan tasyapun langsung di bantah oleh rangga.
"Diam jangan banyak bicara.." omel rangga pada tasya dan tasya pun langsung terdiam.
Di ruangan itu kini hening, tidak ada suara apa apa.. semakin lama tasya semakin canggung dengan suasana ini.
"Maaf" tiba tiba kata maaf yang jarang di ucapkan rangga kini keluar dengan sangat mudah dari mulut nya.
Tasya yang mendengar kata maaf itu kini menatap rangga dengan raut wajah yang terheran heran.
"Maaf saya membuat kamu terlibat dalam masalah saya" tutur rangga lembut dengan menatap mata tasya, karena wajah mereka sedikit berdekatan tasyapun langsung menjauhkan wajahnya dari rangga, dan ranggapun berhenti menempelkan kompres itu di wajah tasya.
"'Maaf? Apa saya tidak salah dengar?" Ujar tasya pada rangga.
"Memangnya kenapa?"
"Ya saya gak pernah mendengar bapak mengucapkan kata maaf, jadi sedikit aneh" tutur tasya dengan sedikit tersenyum ke arah rangga.
"Tadi nangis sekarang senyum, ternyata segampang itu ya merubah suasana hati kamu" ujar rangga.
"Nangis? Siapa yang nangis.." tasya kini langsung membuang muka ke arah jendela kaca besar kamar itu.
"Saya melihatnya.." ujar rangga singkat dan tasya langsung menatap ke arah rangga dan kini mata mereka saling bertemu. Lama mereka terdiam dan saling menatap.
"Ekheem.. pak saya mau pulang saja" tutur tasya dan langsung berdiri karena ia sangat canggung dengan kejadian tatap tatapan tadi.
"Duduk, saya akan mengantarkan kamu pulang setelah makan malam" rangga kembali menarik tangan tasya untuk duduk di sebelah nya kembali.
"Pipi kamu masih memerah, sini saya kompreskan lagi" kini rangga kembali mengompres wajah tasya dengan sangat canggung begitu pun dengan tasya.
Kini tasya tidak menolaknya lagi, dia hanya diam dan membiarkan rangga mengompres wajah nya.
*
Tak lama kemudian dani pun datang.
"Bos.. apa anda baik baik saja" dengan cepat dani menanyakan kedaan rangga.
"Tidak apa apa" jawab rangga dengan masih fokus dengan mengompres wajah tasya.
"Apakah dia menampar nona tasya?" Tanya dani.
"Hmm.." jawab rangga singkat.
"Cepat tangani perempuan gila itu, beri dia pelajaran" perintah rangga pada dani.
"Baik bos.."
"Dan satu lagi, buat para tamu menutup mulut mereka agar tidak menyebar kejadian malam ini"
Lantai khsus hotel milik rangga.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏