Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
28. Melewati masa kritis


__ADS_3

Kini jam sudah menunjukakn jam 10 pagi, rangga sudah sampai di kota JK, dan begitu juga dengan ekey,putri,nayfa, mereka sudah sampai di negara JR.


Di mansion utama keluarga riko edian pratama, kini rangga sudah di mansion keluarganya dan begitu juga ke dua sahabatnya yaitu rio dan rendi, mereka menjemput rangga di bandara, karena mereka ingin menenangkan rangga.


"Ngga, kok bisa bisanya kevin adalah anak dari keluarga alexander, dan berarti selama ini tasya berhubungan dengan anak musuh bisnis keluarganya dan musuh bisnis kita juga " tutur rendi tak menyangka kalau kevin itu adalah anak dari musuh bisnis mereka.


"Gua gak tau apakah tentang gua mengirimkan bodyguard ini bagus atau tidak, di sisi lain gua berhasil mengungkapkan siapa kevin sebenarnya dan juga kevin mengirimkan bodyguard untuk tasya. Dan di sisi lain lagi, tasya seperti ini karena gua yang mengirimkan anak buah gua untuk mencari tau tentang anak buah kevin sehingga mereka menyerang seperti ini" jelas rangga yang memijat tengkuk nya sembari menunduk ke bawah.


"Kejam banget cara keluarga iblis itu bekerja dan demi untuk mendapatkan apa yang mereka ingin kan" tutur rio kembali.


"Kita tunggu kabar dari nyokap bokap gua, setelah itu lo temenin gua ke mansion om bryan" tutur rangga kembali dan menyenderkan tubuhnya di sofa.


Beberapa menit kemudian maminya menelfon dan iapun segera menuju ke mansion utama keluarga bryan.


*


*


*


Di negara JR, kini ekey, nayfa,putri sedang menuju rumah sakit tempat tasya di rawat.


1 jam sudah mereka melewati perjalanan menuju rumah sakit, kini mereka pun tlah sampai di sana.


"Ayo cepat" tutur ekey pada kedua gadis itu dan mereka berlari ke lobby rumah sakit untuk menanyakan tasya.


"Permisi, apakah ada pasien yang bernama tasya di sini?" Tanya ekey memakai bahasa inggris.


"Maaf, anda siapa? Kami tidak bisa memberikan info tentang pasien kami terhadap orang asing" tutur petugas rumah sakit itu. Mereka pun bingung bagaimana cara menjelaskn ke petugas itu bahwa mereka adalah keluarga dan sahabat tasya, petugas itu tak percaya apa yang mereka katakan. Tak lama kemudian avnil keluar dari ruangan dokter, tanpa sengaja putri melihat avnil.


"Bang avnil" putri sedikit berteriak dan avnil pun menoleh pada ketiga orang itu.

__ADS_1


"Kalian?" Avnil berlari ke tempat lobby.


"Maaf bu, Mereka adalah keluarga saya" tutur avnil memakai bahasa inggris.


Avnil memang merahasiakan tasya yang di rawat di rumah sakit ini agar keluarga alexander tak menemukan tasya, bahkan sekarang bodyguard sudah kembali dan menjaga di sekitar rumah sakit dan hotel tempat avnil ber istirahat kemarin.


"Dimana tasya bos?" Tanya ekey panik dan dengan suara khas manjanya tetap terdengar.


"Ayo kalian bertiga ikut saya cepat" tutur rangga sedikit berlari mengajak mereka bertiga ke depan ruang ICU.


"Tasya masih belum sadarkan diri dari setelah operasi smalam, dokter juga tidak dapat memastikan kapan dia sadar, kita lihat 2 hari ini kalau dia tidak sadar dokter akan menindak lanjuti tasya, jika dia sudah sadar kita harus cepat bawa dia pulang ke negara kita" jelas rangga sembari mendudukkan diri nya di kursi depan ruang ICU.


Kini putri,nayfa dan juga ekey meneteskan air matanya mendengar semua cerita dari avnil dari awal tasya di culik sampai ia terbaring di rumah sakit seperti sekarang ini.


"Ya ampunn acaaa.. hiks hikss bikin kita panik aja, plisss bangun dong jangan bikin semua orang panik mikirin lo" tutur putri mendekat ke kaca menatap ke arah tasya yang terbaring di dalam sana. Alat yang banyak terpasang di tubuhnya membuat semua orang yang melihatnya pasti akan berfikir buruk tentang seseorang itu yaitu takut mereka akan pergi jauh sejauh jauhnya.


Lalu avnil berdiri di belakang kedua sahabat tasya dan mengelus kepala nayfa dan putri (avnil sudah menganggap mereka berdua itu seperti adik kandungnya sendiri, karena mereka baik kepada tasya dan ada di saat tasya susah). Avnil kasian kepada orang bertiga itu, karena mereka sudah jarang bertemu tasya bahkan semenjak tasya ke kota JG mereka hanya 1x bertemu, dan sekalinya bertemu lagi mereka melihat sahabatnya terbaring tak sadarkan diri seperti ini.


"Gak bang, bang avnil yang seharusnya istirahat dulu, abang pasti gak istirahat setelah dari pertengkaran di villa itu kan? Baju bang avnil aja masih ada darah" Tanya nayfa dan menunjukkan bekas darah di baju bagian depan avnil.


"Iya bang, abang balik ke hotel aja, biar kita bertiga disini liat perkembangan aca" sambung putri kembali pada avnil.


"Bneran kalian gak apa apa abang tinggal di sini dulu?" Tanya rangga takut nanti ada masalah yang muncul jika ia pergi.


"Iya bang gapapa. Kita bisa kok jagain tasya di sini" dan kini avnil sudah pergi untuk membersihkan diri karena darah di baju tasya masih menempel dan bahkan sudah kering.


5 jam sudah berlalu, detak jantung tasya kini sudah tak beraturan, mereka bertiga panik, dan memanggil dokter untuk memeriksa tasya, karena mereka melihat tasya dari luar kaca.


"Dokter, tolong lihat pasien yang di ruang ICU, detak jantung nya seperti sudah tidak normal seperti tadi" tutur ekey panik menarik tangan dokter ke arah ruang ICU.


Lalu dokter dan perawat masuk ke ruangan ICU dan memeriksa tasya. Mereka melihat dari luar dokter pun kasak kusuk di dalam karena sibuk mengecek alat yang di pakai tasya dan memeriksa detak jantung dan nadi tasya.

__ADS_1


"Ya ampun acaa.. pliss kamu harus kuat, cuma kamu yang aku punya, cuma kamu yang bisa nerima aku dan cuma kamu yang bisa ngebantuin aku jika ada keluarga aku maki maki aku hikss hikss" nangis ekey sembari memegang kaca dan di peluk oleh putri untuk menenangkan ekey.


Dan tampak di dalam sana dokterpun sudah mulai tenang dan ada salah satu perawat tersenyum.


Dokter dan perawat itu pun keluar dari ruang ICU.


"Dokter bagaimana keadaan teman saya?" Dengan cepat nayfa menghampiri dokter,memegang tangan dokter itu dan bertanya tentang keadaan tasya.


"Tidak apa apa, dia sudah melewati masa kritis nya, dan kita lihat selama 1 jam, jika di bangun berarti kesehatannya sudah mulai stabil dan bisa di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang mana telah di siapkan oleh pak avnil" tutur dokter itu sembari tersenyum lembut


"Jika dia membuka matanya nanti tolong panggil kami" sambung dokter itu dan berlalu pergi.


Kini avnil sudah istirahat sebentar dan sudah bersih bersih, avnil kini sedang dalam perjalanan untuk ke rumah sakit yang di ikuti oleh sebagian bodyguard nya.


Benar saja satu jam telah berlalu, tasya kini menggerakkan jari nya perlahan, dan di sana ekey sangat setia memandang bos nya yang cantik di dalam ruangan itu, sehingga ia terkejut melihat mata tasya perlahan terbuka.


"Acaa.." mata ekey berkaca dan langsung senyum terukir di wajahnya. "Put,nay cepat panggil dokter bilang kalo aca udah bangun, cpetan" tutur ekey kembali menghapuskan air matanya. Dan putri pun segera memanggil dokter. Tak lama kemudian avnil pun datang.


"Kenapa? Kenapa key? Kenapa kalian manggil dokter" avnil pun berlari ke arah ekey karena melihat putri berlari sembari memanggilkan dokter.


"Bos, acaa.. acaa" ekey meloncat kegirangan namun air mata bahagia nya masih saja menetes begitu juga dengan nayfa.


"Iya kenapaaa?" Lalu avnil langsung mendekati kaca dan melihat adiknya yang sudah membuka matanya.


"Adekk..." kini avnil pun ikut tersenyum dan air mata bahagia nya pun ikut menetes karena perasaan lega nya dan tak ada lagi rasa cemas yang ia rasa kan. Dan kini dokter kembali memeriksa keadaan tasya yang sepertinya sudah bisa di pindah kan ke ruang VVIP yang sudah di siapkan.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2