Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
69. Luluh


__ADS_3

"Kevin maaf, kami harus pergi" tasya pun menarik tangan rangga namun rangga menahan nya.


"Pak ayoo.." gumam tasya pelan dan memohon agar pergi dari sini.


Rangga memberi isyarat kepada tasya, agar tasya menyingkir dari hadapan nya.


Rangga pun menarik tangan tasya agar berada di pelukan nya.


"Rangga.. anda tau? kalau orang yang berdekatan dengan anda akan celaka, karna perusahaan anda mempunyai banyak musuh" ucap kevin dan membuat tasya merasa takut dengan cara bicara kevin yang tak pernah ia lihat.


"Tepatnya keluarga alexander" jawab rangga singkat.


"Udah cukup.. " tasya menatap kevin dengan tajam


"Aku bingung sama sikap kamu, sikap yang dulu lembut, atau sikap yang sekarang kasar"


"Aku kayak gini karena kamu..dan.." lalu dengan cepat tasya membantah nya.


"Lebih tepatnya karena keluarga kamu.." ucap tasya dengan menekankan setiap kata yang ia ucap kan.


Rangga yang melihat para bodyguard nya yang akan mengahampiri nya, ia pun memberi isyarat agar mereka tidak ikut campur dalam hal ini terlebih dahulu.


"Dan tetang kami, kami emang dekat, sangat dekat.." ujar tasya sembari menatap rangga.


"Bagus... aku tau dia cuma pelampiasan bagi kamu, dan kamu sebenarnya nyaman kan sama aku?" Ujar kevin.


"Jaga ya ucapan kamu, dia calon suami aku.." setelah mengucapkan kata itu, tasyapun langsung menarik tangan rangga untuk keluar dari restoran itu.


Kevin hanya berdiam diri setelah mendengar tasya mengucapkan kata itu, bagi kevin itu sangat lah sakit.


Kevin benar benar masih tulus menyayangi tasya, karena saingannya adalah musuh bebuyutan keluarganya iapun melakukan dengan cara kasar untuk mendapatkan tasya kembali.


*


*


Masih dengan tasya menarik tangan rangga menjauh dari kevin. Hingga kini rangga menghentikan langkah nya, dan membuat tasya juga memberhentikan langkah nya.


"Sepertinya kamu benar benar sudah menyukai saya ya?" Tanya rangga langsung.


"Apa? Ya enggak lah, tadi itu cuma akting, lagian semalam bapak juga gitukan sama saya?"


"Oke main nya 2-1, kamu 2 saya 1" ujar rangga kembali.


"Kok 2-1?" Tanya tasya bingung.


"Kamu gak ingat, kejadian 1 tahun lalu?" Ranggapun mengingatkan tasya akan kejadian waktu itu, tasya yang mengaku sebagai pacar rangga di depan kevin.


"Apasih saya gak inget, jadi ayok kita pergi" tasyapun pergi menghindari rangga, karena ia malu


Mengingat kejadian itu.


Ranggapun kini hanya mengikuti kemana langkah tasya akan pergi.


"Pak bapak mau apa sih ke sini.." tanya tasya yang posisinya berjalan di depan rangga.


"Saya mau menemani kamu berbelanja" ujar rangga. Tasyapun sontak menoleh ke arah belakang.


"Saya? Untuk apa?"


"Anggap saja ini permintaan maaf saya atas kejadian semalam"


Mendengar kata itu tasyapun berhenti, dan membalikkan badannya kebelakang dan posisi mereka sekarang berhadapan.


"Pak.. bapak bercanda apa gimana sih? kata maaf lebih mudah di banding mengajak saya berbelanja.." jelas tasya.


"Maaf..? Itu tidak berlaku untuk para wanita di dunia ini" ujar rangga dan iapun kembali melangkah meninggalkan tasya. Tasyapun mengejar langkah rangga.


"Pak.. saya lebih butuh maaf dari pada berbelanja gak jelas kayak gini" mendengar itu rangga kembali memberhentikan langkah nya dan kembali menatap tasya dengan intens.


"Gadis ini benar benar cerewet.. sudah di ajak belanja bukan nya senang malah marah marah seperi ini" batin rangga kesal pada tasya.


"Pak saya punya ide, gimana kalau saya nemenin bapak belanja kebutuhan alya?"


"Apa hubungan nya sama dia? Saya hanya mau.."


"Sutt.. udah mending kita ke toko kosmetik, toko baju, toko sepatu, trus apa lagi ya??" Tasyapun memikirkan apa yang harus ia beli untuk alya.


"Yaudah kita ke toko kosmetik dulu"


*


Merekapun kini pergi ke toko kosmetik mewah di mall itu, tasya membeli beberap peralatan makeup untuk alya, karena ia tau alya tidak berani membeli hal seperti ini karena di larang oleh rangga.


Iya rangga memang melarang adik nya untuk membeli alat makeup seperti ini, ia tidak mau jika gaya adik nya berlebihan seperti gadis gadis di luar sana, yang hanya menguntungkan laki laki diluar sana.


Setelah selesai membeli makeup, tasyapun mengajak rangga ke toko baju, dan sepatu. Melihat tasya yang sangat sibuk seperti itu, ranggapun menghentikan tasya.

__ADS_1


"Apa lagi?" Tanya rangga kesal.


"Kita ke toko itu untuk membeli catokan, dan vitamin rambut, ayok.."


"Saya benar benar bosan dan lelah, ini kamu ambil kartu ATM saya, saya menunggu kamu di cafe itu" ranggapun memberi kartu tanpa batas yang hanya orang tertentu yang bisa memilikinya. Dan rangga menunjuk ke cafe itu, untuk beristirahat.


"Dasar lemah" gumam tasya.


"Kamu bilang apa?!" Bentak rangga.


"Enggak saya gak bilang apa apa.."


"Tunggu sebentar" ranggapun menekan alat komunikasi rahasia yang ada di telinganya.


"Dani kamu kesini.." perintah rangga.


*


*


Tak lama kemudian dani pun menghampiri mereka berdua.


"Ada yang bisa di bantu bos?" Tanya dani dan ia membawa 1 orang bodyguard untuk ikut dengan nya.


"Kamu temani dia berbelanja, dan ini kamu bawa tas belanja ini" ranggapun memberi tas belanjaan yang sangat banyak itu kepada dani.


"Saya tunggu di cafe itu dan kamu ikut saya." ranggapun pergi meninggalkan tasya dan mengajak 1 bodyguardnya.


*


"Nona mau berbelanja apa lagi?" Tanya dani sopan.


"Kita ke toko itu"


Kini dani Hanya bisa mengikuti kemana tasya akan pergi.


*


Setengah jam kemudian tasyapun sudah selesai dengan berbelanja.


"Di mana pak rangga?" Tanya tasya pada dani.


"Ada di sana nona, mari saya antar"


*


*


"Pak.." panggil tasya.


"Sudah selesai?" Tanya rangga.


"Hmm.." jawab tasya cuek dan membuat rangga menatapnya tajam, tasyapun menyadari kesalahannya itu.


"Sorry..hehe.." tasyapun tertawa kecil dan tersenyum sangat manis.


"Kamu mau makan apa?" Tanya rangga.


"Emm enggak deh saya masih kenyang"


"Oh iya nih, semuanya kasih sama alya ya pak" ujar tasya.


"Saya heran sama kamu, saya itu kakak nya dan saya yang paling tau dia, bukan kamu" omel rangga.


" bapak itu bukan tau, tapi tidak mau tau apa yang dibutuhkan alya, alya udah besar pak, saya cewek saya yang paling mengerti apa yang dia rasakan, apalagi dia sudah remaja" jelas tasya.


"Bapak itu terlalu keras sama alya,tapi bagus si supaya dia gak berani berbuat macam macam di luar"


"Itu kamu tau, jadi jangan ikut campur soal saya dan adik saya"


"Tapi.. bapak juga jangan merenggut apa yang mebuat dia bahagia dong pak, walaupun dia baik baik aja di depan bapak, saya tau apa yang dia rasain" jelas tasya kembali.


"Okeyy.. kali ini saya kalah, demi adik saya" ujar rangga.


"Gitu dong.." tasya pun tersenyum lembut ke arah rangga.


"Trus untuk kamu?" Tanya rangga.


"Emm.. saya lagi gak butuh apa apa.. eh..ada tapi apa ya? Kayak nya gak terlalu penting"


"Tapi itu penting bagi saya" ujar rangga yang mebuat tasya menatap rangga heran.


"Pe-penting buat bapak?" Tanya tasya.


"Ma-Maksud saya.. penting untuk permintaan maaf saya" ranggapun memperbaiki kalimatnya agar tasya tak curiga pada apa yang ia rasakan dan fikirkan saat ini.


"Sayakan udah bilang, cukup dengan kata maaf, gitu aja susah banget"

__ADS_1


"Yaudah ni kartu atm bapak" tasyapun memberi kartu itu.


"Yasudah itu untuk kamu saja"


"What untuk saya? Bapak gila ya kartu tanpa batas gini bisa bapak kasih ke orang lain dengan mudah kayak gitu" omel tasya.


"Gak semua orang bahagia karena di kasih duit banyak kali pak..."


"Yaudah saya cuma mau es krim itu, dan saya maafin bapak" tasyapun langsung bediri untuk membeli eskrim yang di jual di mall ini.


Rangga yang melihat kerendahan hati tasya ia benar benar tambah kagum dengan gadis cantik ini.


"Kali ini dia benar benar membuat saya luluh" gumam rangga, lalu ia berdiri dan mengikuti tasya.


"Bapak mau gak?" Tanya tasya.


"Emm tidak, saya tidak suka makanan yang terlalu manis"


"Coba dulu pak, ini enak tau.."


"Mbak es nya 2 ya"


Ranggapun hanya mengikuti saja apa yang tasya ingin kan.


*


*


Beberapa menit kemudian tasyapun mengambil es yang sudah di pesan nya itu.


"Pak bayar" ujar tasya.


Ranggapun langsung mengeluarkan dompet nya dan mengeluarkan blackcard nya.


"Apa bisa debit?" Tanya rangga.


"Maaf mas, disini kita menerima cash saja"


"Pftt.... haha.." tasyapun tertawa.


Lalu rangga mengeluarkan uang nya beberapa lembar.


"Totalnya hanya 50 mas, ini terlalu banyak"


"Tidak apa apa, ambil saja"


"Eh tapi.."


Ranggapun langsung pergi dengan menarik tangan tasya.


"Makasih mas" ujar penjual itu.


"Nih buat bapak.."


"Kamu saja yang memakan nya"


"Saya udah pesenin buat bapak tau,mubazir" ujar tasya.


"Yasudah di mobil saja"


*


Kini mereka sudah selesai dengan berbelanja, dan sempat ada drama di mall ini, kini mereka memutuskan untuk menuju mobil dan memakan es sejenak.


Pov.di mobil


"Nih es nya... " ranggapun mengambil es itu.


"Bapak malu ya makan es di tempat umum?" Tanya tasya sembari memakan es nya dengan sedikit blepotan.


"Bukan urusan kamu" jawab rangga, namun tak digubris oleh tasya, karena ia sangat fokus memakan esnya yang enak itu.


Ranggapun membuka maskernya, dan menyicipi es yang di pesan oleh tasya tadi.


"Enak kan?" Tanya tasya dan melihat ke arah rangga.


"Lumayan.." jawab rangga dan ia melihat tasya sepertinya sangat suka dengan eskrim.


Ia melihat tasya sangat bersemangat memakan eskrim sehingga mulutnya sedikit blepotan. Rangga pun reflek mengarahkan jari jempolnya kebibir tasya, lalu mengusap perlahan bibir tasya yang terkena eskrim.


Tasya yang tiba tiba mendapatkan perlakuan seperti itu, iapun menatap rangga.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2