Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
51. Aktifitas minggu


__ADS_3

Keesokan harinya, karena hari ini adalah hari minggu jadi semua orang hanya di rumah saja, ada yang menghabiskan waktu dengan keluarganya dan ada juga yang menjadikan hari minggu ini untuk beristirahat total.


*di rumah pribadi rangga.


Jam sudah menunjukkan jam 9 pagi rangga masih setia di atas ranjangnya dan masih memejamkan matanya di dalam selimut ,rangga sebenarnya sudah bangun jam 5 pagi untuk shalat subuh, dikarenakan ia masih mengantuk dan kegiatan hari ini tidak ada maka ia memutuskan untuk tidur kembali.


Tok tok tok...


seseorang mengetuk pintu kamarnya namun rangga tak menjawabnya, lama orang itu mengetuk pintu itu, akhirnya ranggapun terbangun.


"Hmmm siapa??" Tanya rangga dengan suara serak khas orang ketika bangun tidur.


"Maaf tuan ini saya, saya ingin mengantarkan sarapan tuan"


"Emm masuk lah" jawab rangga sembari menekan tombol pembuka kunci pintu, dan kemudian ia memejamkan matanya kembali.


Art itu kini memasuki kamarnya dan menaruhkan makanan di atas meja.



"Tuan maaf saya menggangu lagi, tapi saya hanya ingin menyampaikan pesan dari sekertaris dani tadi, kebetulan sekertaris dani kesini untuk mengambil berkas di dalam ruangan kerja tuan, nyonya besar tadi menelfon ke tlfon rumah, dan di angkat oleh pak dani, nyonya besar meminta anda untuk mengaktifkan ponsel anda tuan"


"Mmm.." hanya itu jawaban dari rangga.


"Baik saya permisi tuan" lalu art itu menunduk dan kini keluar dari kamar rangga.


Setelah beberapa menit art itu keluar, kini rangga pun bangun dan duduk di tepi ranjang yang masih mengumpulkan kesadarannya.


"Ckkk.. pasti mami mau bahas masalah perjodohan lagi nih.." gumam rangga pelan.


Setelah nyawanya terkumpul lalu rangga kini berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


*


*


15 mnt berlalu, kini rangga sudah membersihkan dirinya dan iapun sudah memakai pakaian santai rumahannya.



Lalu rangga kini duduk di sofa untuk menyantap sarapan paginya yang sudah telat beberapa jam yang lalu.


Di dalam rangga sarapan ia kemudian mengaktifkan ponselnya, karena semalam rangga memang mematikan ponselnya agar tak terganggu tidurnya.


Rangga kini menekan tombol hijau untuk menelfon orangtua nya.


//tlfon//


Rangga: "Hmm iya mi, knapa?"


Mami:"baru bangun kamu?"


rangga:" hmm"


Mami:"mami nanti malam rencananya mau makan malam di mansionnya pk bryan, kamu ikut ya"


Rangga:"hufttt... liat aja nanti"


Mami:" kamu kok gitu si? Kamu gak suka mami tlfon kamu?"


rangga:"bukan gak suka mi, cuma mami pasti nanti ujung ujungnya bahas masalah jodoh dan pernikahan"


Mami:" itu harus di bahas, kalo gak mami bahas kamu bakalan gak nikah nikah nantinya mau?"


Rangga:" ya jodoh tuh di tangan tuhan mi... nanti kalo udah waktunya pasti rangga juga nikah"


Mami:" yaudah apa salah nya kita usaha nyariin jodoh kamu, lagian tasya juga belum punya cowok"


Rangga:" huftt... yaudah yaudah mi, nnti lagi ya tlfon nya.."


Mamai:" skarang kamu putuskan kamu mau ikut ga ke mansion pak bryan nanti?"


Rangga:" kalo mama tanya rangga, ya udah pasti jawaban nya enggak"


Mami:" oo yaudah kamu gak usah lagi ketemu sama mami ya, ini terakhir kali mami telfonan sama kamu"


Rangga:" tuh kan mami.. yaudah iya iyaa nanti rangga ikut"


Rangga:"yaudah ya rangga matiin dulu"


//telfon berakhir//


Rangga sekarang sudah tidak nafsu lagi untuk sarapan pagi, kini ia berdiri dan kaluar dari kamarnya.


Rangga kini memutuskan untuk ke kamar alya.


Toktok tok...

__ADS_1


"Alya.."


"Hmm iya bang" jawab alya dari dalam, dan dengan mendengar suara alya sepertinya ia sedang memakan sesuatu:


"Buka cpet pintu nya"


"Iya iya bentar" alya kini mengambil remot di atas meja dan menekan tombol untuk membuka kunci pintu.


Kini rangga masuk ke kamar alya dan mendapati adiknya yang sedang memakan banyak cokelat.


"Makan coklat lagi?" Tanya rangga tegas


"Hmm iya" jawab alya sedikit takut.


"Kenapa abang ke kamar alya?" Tanya alya langsung mengalihkan pembicaraan.


Rangga kini duduk di sebelah alya dan ikut memakan coklat adiknya itu, alya yang melihat itu sedikit kesal karena rangga kini mengambil toples coklat yang ada di atas meja itu.


"Nanti kamu ikut ya ke rumah orangtuanya tasya"


ajak rangga.


"Serius? Tumben punya inisiatif sendiri untuk ke rumah camer" goda alya pada rangga.


"Ckkk.. ank kecil" rangga menatap alya tajam dalam sekejap senyum alya berubah menjadi cemberut:


"Sorry" tutur alya.


"Pokok nya nanti kamu harus ikut, abang males banget nanti di tanya tanya, kalau minsalnya ada kamu jadi pertanyaan untuk abg berkurang" tutur rangga.


"Hmmm iya deh iya.., emm tapi minta uang jajan dulu" tutur alya sembari memperlihatkan telapak tangan nya pada rangga.


"Untuk apa?" Tanya rangga cuek


"Untuk jajan, temen alya mau ngajak alya nnton bioskop trus sekalian makan siang" jelas alya sedikit berhati hati.


"Gak boleh! nnton di rumah aja, ajak temen kamu main ke sini jangan main ke luar bahaya" omel rangga pada alya, walaupun rangga itu dingin,tegas dan selalu mengomeli alya tapi dia sangat menyayangi adik nya itu, namun dengan cara itu lah rangga menyetarakan rasa sayangnya pada alya.


"Bang.. hari ini aja.. pliss adek udah iyain tadi sma temen adek" mohon alya.


"Seharusnya kamu itu minta izin dulu sama abg"


"Ya tadi mau mintak izin,tapi mbak bilang abang masih tidur yaudah gak jadi minta izin nya" jelas alya.


"Pokok nya kamu jangan keluar rumah, apa gunanya abang bikin bioskop mini buat kamu di rumah ini tapi masih mau nnton di luar"


"Yaudah suruh chef di bawah bikin makanan yang kayak di resto, kalau engga di pesan online aja"


Kini rangga berdiri dan ingin keluar dari kamar alya ia tak mau lagi mendengar alasan adiknya itu.


"Tapi bang..."


"Gak ada tapi tapi, gak boleh keluar rumah suruh aja temen kamu main ke sini" lalu rangga langsung menutup pintu kamar alya.


Alya kini sangat kesal dengan abangnya yang selalu tak mengizinkannya untuk bermain di luar, alya kini terpaksa menghubungi teman teman nya kalau dia tidak diizinkan oleh abangnya itu, dan alya juga mengajak teman temannya untuk mennton di rumahnya saja.


Dan akhirnya teman teman alya pun setuju.


*


*


*flashback*


//di mansion utama papi riko//


"Pi, coba deh telfon pak bryan, bilangin kalau kita mau makan malam di rumah mereka malam nanti" perintah mami rani pada suaminya itu.


"Iya mi, semalam papi sempet ketemu kok sama bryan di kantor, kebetulan kami meeting, trus papi bilang deh kalau mami pengen banget makan malam di mansion utama mereka. Dan sekalian papi bilang kalau kita juga bakalan bahas tentang perjodohan anak kita" jelas papi riko.


"Hmm bagus deh pi, tadi mami juga udah ajak rangga, untung dia mau hehe"


"Oh ya? Bagus deh kalau gitu"


*Flashback off*


Kini jam sudah menunjukkan jam 1 siang dan sudah waktunya untuk makan siang.


//di rumah pribadi rangga//


Di sana tampak begitu ramai, karena teman teman alya 1 jam yang lalu sudah sampai di rumah ini.


Kini mereka memutuskan untuk main di dalam kamar alya dulu sembari menunggu makanan siap di hidangkan.


Dan rangga, dia hanya menonton di kamar nya, entah kenapa hari ini mood nya tampak tak bagus, biasanya di hari minggu rangga bekerja di dalam ruangan nya atau berolahraga, namun tidak dengan hari ini, ia hanya memainkan ponselnya dan menonton televisi.


Toktok tok...

__ADS_1


Seseorang mengetuk pintu kamar rangga.


"Hmm masuk" perintah rangga.


"Maaf tuan, anda ingin makan di bawah atau di sini saja" tanya art itu.


"Di bawah saja" jawab rangga yang tak menatap art itu ia masih setia menatap lay.ar televisi.


"Baik tuan, makanannya sudah siap, mari tuan"


"Hmm iya, alya di mana?"


"Ada tuan di kamar nya, ada temen non alya juga"


"Suruh mereka ikut makan di bawah sekarang juga" perintah rangga


"Tapi non alya tadi menolaknya tuan, mereka bilang nanti saja, mereka masih ingin bermain dulu" jelas art itu, lalu rangga langsung menatap art itu dengan tatapan dingin.


"Katakan ini perintah dari saya" lalu rangga berdiri dan keluar dari kamar nya meninggalkan art itu.


Lalu art itupun melaksanakan perintah yang di berikan tuan nya.


Dan alya ia tak bisa lagi menolak karena itu adalah perintah dari abangnya.


*


*


Kini alya dan 5 temannya sudah mulai menuruni tangga dengan rasa was was. Mereka sudah mendapati abang alya yang sudah berada di tempat makan.


Rangga yang mendengar banyak langkah yang akan menghampirinya ia pun sadar jika itu adik dan teman teman adik nya.


"Cepatt.." perintah rangga dengan tegas.


"Iya iya.." jawab alya.


Jujur alya sangat tak enak hati pada teman teman nya, karena mereka begitu canggung dan merasa takut jika melihat abangnya itu.


Kini mereka sudah mulai untuk makan siang semuanya hening tak ada yang berani untuk bersuara.


* beberapa menit kemudian rangga selesaimakan dan memberi tau alya.


"Nanti panggil si andre ya kalau mau nnton" tiba tiba rangga bersuara.


"Iya bang" jawab alya. (Andre adalah orang pekerja rumah pribadi rangga juga)


"Abang udah nyuruh mereka beli film baru yang mau kalian tonton" tutur rangga.


"What?? Serius bang?" Alya kini sangat senang


"Hmm"


"Makasih bang..." jawab alya dengan sangat senang, dan begitupun dengan teman teman alya, mereka sedikit lega karena ternyata bg rangga tidak memarahi mereka.


(Iya rangga memang seperti itu, ia mau melakukan apapun untuk adiknya, lagian tentang film yang di beli rangga, itu adalah masalah kecil baginya)


*


*


skip.


Kini aktifitas aktifitas di siang minggu sudah selesai, kini jam sudah menunjukkan jam 6 sore.


Rangga dan alya kini mereka sedang siap siap untuk ke mansion orangtua mereka, agar bisa berangkat bersama ke mansion utama keluarga bryan.


Kini para bodyguard rangga pun juga ikut untuk ke mansion utama orangtua rangga untuk mengawal.


Dan tak lupa juga dengan dani yang selalu setia ikut kemana saja rangga pergi.


*


"Alya cepat... nanti telat sampai di rumah mami"


teriak rangga dari luar kamar alya.


"Iya iya bang bentarrr..." kini alya memasukkan barang keperluannya ke dalam tasnya dan buru buru untuk keluarkamar.


"Yaudah ayok bang" ajak alya yang kini langsung menuruni tangga bersama rangga.


Dan di bawah mereka sudah di tunggui oleh dani dan para pekerja rumah itu, rangga dan alya kini melangkah untuk memasuki mobil dan pintunya di buka oleh bodyguard mereka.


Dan kini mobilpun sudah melaju menuju ke mansion orangtua mereka


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.

__ADS_1


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2