Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
78. Makan berdua


__ADS_3

"Engaaaakk!!" Teriak tasya sembari masuk ke kamar yang bersebelahan dengan kamar rangga


*


*


Kini mereka sudah masuk ke kamar masing-masing, rangga kini ingin menahan diri untuk tidak berdekatan terus dengan tasya karna ia tau pasti tasya sangat lelah denga perjalanan hari ini, dan sebenarnya kalau mau, ia sangat ingin berdekatan terus dengan tasya namun ia tak mau egois.


Pov. Di kamar Tasya


Tasya kelur dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk putih yang terlilit di tubuh nya dan juga kepala nya.


Tasya menuju kamar pengganti untuk memakai pkaian dan rencananya bersiap untuk tidur.


*


*


Pov. Di kamar rangga


Kini rangga tengah sibuk dengan layar laptopnya, sembari meminum kopi yang telah di sediakan oleh pekerja di rumah itu.


Kini rangga mengecek ponsel milik nya dan tiba-tiba ia membuka kontak tasya, lalu ia mengirim pesan.


//pesan//


Rangga: "Apa kamu sudah tidur?"


Tasya yang mendengar dering ponslenya pun langsung membuka pesan tersebut


Tasya: "belum"


Rangga: " mau makan malam?"


Tasya: " hmm saya memang lapar tapi malas keluar kamar"


Rangga: " akan saya temani kamu makan di kamar"


//pesan selesai//


"Apa-apan sih dia, orang gak mau makan juga, bilang aja mau modusss.. oo dasar!" Tasya pun mengomel melihat isi pesan terakhir dari rangga lalu dia melempar ponsel ke atas kasur.


Di tempat lain rangga sudah memencet bel tanda perintah untuk membawa makan malam untuk dia dan tasya, yang dimana ia akan ikut makan di kamar tasya.


*


*


Skipp..


Tok tok...

__ADS_1


"Tuan ini makan malam nya" saut wanita di balik pintu kamar rangga.


Rangga yang sudah tau wanita itu membawa makan malam ia pun langung keluar dan kemudia mengetuk pintu kamar tasya.


" kami makan di kamar saja" tutur rangga pada wanita itu


Setelah mengutuk pintu hanya sekali, Rangga langsung membuka pintu dengan sidik jadi nya, tasya pun kaget, karena tiba tiba orang masuk kedalam kamarnya tanpa permisi.


Lalu ia melihat seorang pekerja di belakang membawa nampan berisi banyak makanan.


"Loh pak?.." tanya tasya bingung


"Ayo makan jangan banyak bicara" cetus rangga


Lalu wanita tua itu menaruh nampan di meja semping kasur, lalu menundukkan kepalanya tanda hormat paada tasya


"Selamat makan tuan dan nona, jika ingin sesuatu panggil saya saja" saut wanita itu lalu tasya tersenyum kembali kepadanya


"Terimakasih buk.." ucap tasya sembari tersenyum ramah


"Tidak maslah nona, permisi tuan dan nona" lalu wanita itu keluar dari kamar dan kemudian menutup pintu kamar.


Kini tinggal mereka berdua di kamar itu tasya melirik ke arah tangga yang bersikao santai dan duduk di sofa kamar itu.


Rangga yang melihat tasya seperti itu lalu ia menyadarkan tasya


"Heh, ngapain berdiri aja ayo makan, katanya lapar" ucap rangga


"Emm pak apa sebaik nya kita makan di balkon saja" ajak tasya


"Tidak usah cuaca jam segini tidak bagus buat kesehatan, jadi jangan banyak tingkah duduk lah dan makan di sebelah saya, atau mau saya suapi?" Tutur rangga yang menbuat tasya terpaksu untuk duduk di seblah rangga dengan perasaan yang tidak nyaman.


"Hmm iya saya makan sendiri saja" jawab tasya kesal


*


*


Selama makan mereka tidak berbicara apa-apa dan rangga tampak santai mengahdapi kondisi seperti ini, lain lagi dengan tasya ia sebenarnya sudah tidak nafsu makan namun ia berusaha makan agar tampak tenang di depan rangga.


*


*


//selesi makan.


Kini rangga menyuruh pekerja di rumah nya untuk membersihkan meja tempat mereka makan di kamar itu.


Skip..


"Emm bang alya mana?" Tanya tasya membuka pembicaraan

__ADS_1


"Dia di mansion utama, karna besok libur" jawab rangga.


"Oohh" jawab tasya.


Kini suasana kembali sunyi, tasya pun bingung kenapa rangga belum juga pergi dari kamar itu, ia pun berfikir bagaimana cara ia mengusir manusia keras kepala seperti rangga itu.


"Hmm abg gak ngantuk?" Tanya tasya sembari membuat dirinya pura-pura menguap agar rangga sadar kalau ia itu ingin tidur


"Tidak" jawab rangga singkat namun ia kembali menapa tasya.


"Kenapa? Apa kamu ingin tidur?" tanya rangga


"Emm iya.. " jawab tasya yang masih pura-pura mengantuk


" yasudah tidur saja sana" ucap rangga sembari menatap layar ponsel nya.


"Trus bg rangga gak ke kamar?" Lagi-lagi tasya bertanya penuh ragu


" iya nanti setelah kamu tertidur"


"Tapii.." dengan cepat rangga memotong pembicaraan nya.


"Kenapa? Mau saya tiduri?" Ucap rangga menjahili tasya kembali


"Ihh apaan sih bang, dasar otak mesum" tasya pun berdiri lalu membaringkan tubuh nya di atas kasur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan hanya kelihatan rambur di sela selimut yang menutupi kepala nya.


Ranggapun tersenyum melihat tingkah tasya, ia tak lagi mengganggu tasya, ia sibuk dengan pekerjaan nya di layar ponsel nya.


*


*


1 jam kemudian


Tampak gerak selimut yang menunjukkan napas tasyaa sudah mulai beraturan yang artinya ia sudah telelap.


Rangga pun berdiri menghampiri tasya, lalu ia membuka selimut di bagian kepala tasya agar nanti nya ia tidak sesak napas saat tidur.


Setelah membuka selimut di bagian kepala tasya, rangga pun menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik tasya dan sesekali tasya mengusap dahi milik tasya dan tersenyum tipis menatap tasya saat tertidur


"Pasti sangan lelah" gumam rangga pelan.


rangga pun berdiri dan berjalan menuju kamar nya. Dan juga ikut membaringkan tubuh nya dan terlelap


*


*


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.

__ADS_1


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2