
Kini mami rani dan tasya tengah berbincang asik tentang selama tasya kuliah, mami rani bertanya soal tasya mengenai dari kuliahnya sampai membuka usaha yang di modali papa nya.
*
Tak lama kemudiam kini sudah menunjukkan jam 13.00. Seorang laki-laki tampan telah kembali dari kantornya, karena memang hari ini adalah hari libur, dia hanya mengecek anak buah nya yang sedang lembur.
"Apa mami sudah makan?" tanya rangga tiba-tiba menghampiri 2 wanita tersebut.
"Akhirnya pulang juga, belum makan sih, kita nungguin kamu untuk makan siang" jawab mami rani lalu memeluk anak yang baru sampai itu.
"Yasudah ayo kita makan" rangga langsung menghampiri meja makan yang sedang di siapkan oleh pelayan dirumah itu. Ia terlihat acuh tak acuh pada tasya.
"Ayok sayang kita makan" ajak mami rani kepada tasya, dan tasya hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah mami rani.
*
*
Di tengah makan siang mami rani membuka suara.
"Apa kalian sudah berbincang mengenai hubungan kalian?" Tanya mami rani yang membuat tasya dan rangga terkejut dan mereka kini saling melihat satu sama lain.
"mi, pembicaraanya jangan terlalu jauh begitu" saut rangga dengan wajah dingin nya.
"Apa nya yang jauh, kan sudah mami bilang kalau kalian di jodohkan dan ternyata kalian sama-sama mau kan?" Tanya mami rani sedikit emosi terhadap jawaban rangga.
"Iya tapi.." omongan rangga terpotong oleh mami rani.
"Tapi apa? Sudah sepantasnya kalian membicarakan hal seperti itu, karna tasya sudah selesai dg kuliah nya, dan kamu juga sudah kembali ke perusahaan mu dan papa mu. Lalu apa lagi yg kalian tunggu?" Tutur mami rani pada kedua orang itu.
Tasya hanya diam dia tak bisa menjawab perkataan mami rani, karna memang ia belum memikirkan hal yang mengarah ke jenjang pernikahan,begitu juga dg rangga, walaupun ia sudah mulai mau menerima tasya sebagai pendampingnya, namun ia dan tasya memang blum membicarakan hal seserius itu. Bagaimana tidak setiap bertemu saja mereka masih saja berdebat seperti anak kecil.
"Hmm yasudah mi, akan kami bicarakan berdua, tapi tidak untuk dalam waktu yg dekat ini beri kami waktu lagi untuk memikirkan hal ini." Saut rangga sedikit lesu karena bertambah lagi beban di pikiran nya.
"Jangan lama-lama tidak baik menunda hal baik, mami dan mama kamu sangat berharap kalian itu membina rumah tangga, jadi pikirkan itu secepat mungkin" tutur mami rani kepada tasya dan rangga.
Lalu tasya dan rangga hanya mengangguk pelan dan tersenyum canggung di hadapan mami rani.
*
*
//Skip selesai makan//
Kini mereka kembali duduk di ruang tengah rumah mewah itu, lain lagi dg rangga yang tengah berganti pakaian karena ia setelah ini akan mengantar tasya pulang kerumah tasya karena tak enak kepada kedua orang tua tasya karena terlalu lama meminjam anak nya itu.
__ADS_1
/Skip. Rangga turun dari kamar nya/
"Ayok saya antar kamu pulang" saut rangga yang sedang berjalan ke arah wanita itu.
Tasya pun menoleh ke belakang lalu ia langsung berdiri.
"mami, tasya pulang dulu ya, salam buat papi riko" tasyapun menyalami mami rani dan mereka saling berpelukan.
"Iya sayang, maaf ya sayang saat makan tadi mungkin kamu merasa tidak nyaman, tapi mau bagaimana lagi, mami sudah tidak sabar" ucap mami rani meminta maaf kepada tasyadan tersenyum lembut.
"Hehe iya mi tidak apa-apa. Tasya ngerti kok" jawab tasya.
"Yasudah kalian berdua hati-hati ya, rangga kamu jangan ngebut-ngebut"
"Iya mi" kini mereka berduapun menuju mobil rangga dan barang2 tasyapun sedari tadi sudah dimasukkan kedalam mobil oleh supir pribadi rangga.
Para bodyguard menyambut mereka dengan menundukkan kepala mereka, lalu membuka pintu bagian belakang supir untuk rangga dan tasya.
"Teriamaksih" ucap tasya lembut dan sopan terhadap orang2 disana yang tengah memperhatikan mereka. Setelah mereka semua menganggukkan kepala mereka dg sopan tasyapun langsung masuk ke dalam mobil.
Lalu mobil pun kini langsung melaju kerumah pribadi tasya.
//Pov.di dalam mobil//
"Kenapa tidak ke mansion utama?" Tanya rangga yang tidak menatap tasya saat berbicara matanya lurus melihat kedepan.
"Oh iya bg, alya dimana? Kok gak keliatan dari smalam" tanya tasya kpd rangga karena memang dari semalam ia tak melihat alya adiknya rangga.
"Dia di mansion utama 2 hari yang lalu semenjak mami pulang dari luar negeri" jawab rangga.
"Ohh.. bg rangga udah kasih ke alya belum barang-barang yg kita beli di mall waktu itu?" Tanya tasya antusias, karena ia tau kalau rangga memberinya pasti alya sangat senang memiliki abang seperti rangga.
"Sudah" jawab rangga singkat.
"Pasti dia senang kan kalau bg rangga membeli keperluannya" ucap tasya sembari senyum ke arah rangga.
"Hmm.." jawab rangga singkat, karena memang iya betapa senangnya alya saat mendapatkan hadiah yang sangat banyak dari abg nya itu.
"Apasih cuek banget" tasyapun kembali melihat ke arah bahu jalan dg raut wajah yang kesal, karena mendapati rangga yang sangat cuek dan singkat menjawan pertanyaan dari nya.
Lagi dan lagi ranggapun tak menggubris pernyataan tasya. Karna memang tampak nya rangga tengah memikirkan sesuatu yang membuat ia seperti itu.
*
Sepanjang perjalanan sudah tidak ada lagi suara dan tidak ada lagi perdebatan. Tasya yg melihat rangga yg banyak diam iapun tak berniat untuk mengetahui alasan dia seperti itu.
__ADS_1
//Skip sampi di rumah tasya.//
"Terimakasih" ucap tasya lalu ia langsung membuka pintu tanpa ingin mendengar jawaban dari rangga.
"Tunggu sebentar" tutur rangga dengan cepat yang akhirnya ia menatap wajah cantik tasya.
"Ada apa lagi?" Tanya tasya sedikit ketus.
"Sebaiknya kita memikirkan apa yang mami ucapkan tadi saat di meja makan" tutur rangga kembali.
Tasyapun tertegun mendengar penuturan rangga tang tiba-tiba membahas hal tadi.
"Akan ku pertimbangkan kembali" tasyapun bingung harus apa, ia langsung menutup pintu mobil kemudian langsung menuju ke dalam rumah yang di ikuti oleh supir rangga yang membawa barang milik tasya kedalam.
"Ckk.. jawaban macam apa seperti ituu" ranggapun menyeringai menatap punggung tasya yang sedang menuju ke rumah.
Skip.
Supir rangga telah kembali kini mobil sudah melaju pergi meninggalkan rumah gadis itu.
"Kita ke bengkel" ucap rangga dg arogan memerintahkan supir nya
"Baik tuan" jawab supir itu dengan sopan.
Kini rangga sedang menuju ke bengkel milik perusahaan nya bertemu dg sahabatnya yg juga baru pulang dari luar negeri.
*
*
Pov. Di rumah tasya.
Malam tlah tiba, kini tasya sudah membereskan barang-barangnya yang di bantu oleh ekey asisten nya sekaligus sahabatnya. Diapun sempat memasak makanan cukup banyak dan juga beristirahat sebentar sebelum ke mansion utama keluarganya.
"Key, udah siap blum? Makanannya udah di masukin blum?" Tanya tasya menuju ke arah meja makan melihat ekey sedang sibuk memasukkan makanan di dalam paperbag.
"Iya sebentar, kita nunggu andi sama juan dulu mereka isi bensin tadi, palingan bntar lagi nyampe" ucap rangga.
Tasyapun duduk di kursi tempat meja makan, lalu menyenderkan tubuh nya yang sangat kelelahan itu, iya memejamkan matanya sejenak.
Ddrrtttt..drttttt..drrttt dering ponselnya berbunyi
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
__ADS_1
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalian mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏