
"Bos 3 hari lagi kita ada perjalanan dinas di kota JG" tutur dani pada rangga yang tengah sibuk menatap layar laptop di kursi kebesaran nya itu.
Rangga terdiam sejenak dan kemudian menatap dani lalu tersenyum miring. Dani pun paham apa yang sedang difikirkan oleh bos nya itu. Dani pun ikut tersenyum miring karena mengerti apa yang harus ia lakukan.
"Dan pak avnil juga kebetulan akan dinas juga di kota JG, tapi kemungkinan kita yang akan duluan sampai ke kota JG dari pada pak avnil" tutur dani menjelaskan pada bos nya itu.
"Bagus, katakan pada pak avnil jika saya akan menginap di hotel milik perusahaan nya yang baru itu" tutur rangga pada dani dan memiliki ide yang tersimpan pada otak nya itu.
"Baik bos" dani menundukkan kepala tanda hormat.
"Apakah bos mempunyai rencana lagi yang harus saya laksanakan?" Tanya dani karena ia tau pasti ada rencana yang akan di buat oleh bos nya itu.
Rangga pun berdiri dari kursi kebanggan nya dan menuju jendela besar yang ada di dalam ruangan yang sangat megah dan mewah itu dan menatap keluar sembari tersenyum.
"Ada" jawab rangga dan memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana.
"Saya mau kamu menyuruh pak avnil untuk memerintahkan adik nya untuk menyambut saya di hotel milik nya itu, dan beri alasan pada pak avnil kalau saya hanya ingin di sambut oleh pemilik hotel itu dan dikarenakan saya yang akan duluan sampai di kota JG maka yang mewakili harus keluarga terdekat nya yang artinya itu adalah tasya tania bryana" senyum rangga seakan penuh kemenangan.
"Dan katakan lagi pada pak avnil, bahwa saya hanya ingin di layani oleh pemilik hotel tersebut selama saya di sana, dan pastikan pak avnil menyetujui ini tanpa ada kecurigaan sedikit pun"
"Baik bos, saya pastikan rencana anda akan berjalan mulus" tutur dani meyakinkan hal itu pada rangga.
"Bagus, saya percayakan semua pada mu" sembari rangga menepuk pundak dani dan kembali menduduki kursi kebesarannya.
*
*
Kemudian dani bertemu dengan avnil dengan menghampiri ke kantornya avnil itu.
"Permisi pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak" jelas sekretaris avnil.
"Siapa?" Tanya avnil yang tidak menghentikan pekerjaannya itu.
__ADS_1
"Pak dani sekretaris pak rangga"
"Oh, suruh dia masuk sekarang juga dan bawakan 2 kopi untuk kami" jelas rangga sembari berdiri dan pindak ke tempat duduk khusus tamu yang ada di depan meja kebesarannya tadi.
Lalu sekretaris avnil keluar dan mengizinkan dani untuk memasuki ruangan CEO itu.
Dani kini sudah berada di dalam ruangan anvil dan saling berjabat tangan. Dan kopi yang suda di siapkan telah disuguhkan di atas meja.
"Ada apa anda kesini sekertaris dani?" Tanya avnil ramah dan beribawa.
"Saya hanya ingin menyampikan pesan dan perintah dari bos saya" tutur dani spontan dan kemudian mereka berdua duduk.
tanpa basa basi dani membicarakan dan menceritakan apa yang di perintahkan rangga padanya tadi.
"Ohh yang benar pak rangga ingin menginap di hotel baru saya?" Tanya avnil tak menyangka tumben tumbennya rangga menwarkan diri untuk mengunjungi salah satu aset milik perusahannya itu.
"Iya pak, namun pak rangga ingin pemilik hotel yang akan langsung menyambutnya" tutur dani.
"Ohh baik, kebetulan saya akan ke kota JG pada hari sabtu, dan kapan pak rangga berangkat ke Kota JG?" Tanya avnil pada dani.
"Tapi sekertaris dani, saya masih ada urusan yang sangat penting yang harus saya selesaikan disini, dan tidak bisa secepat itu berangkat ke kota JG, bagaimana sekertaris dani?" Jawab rangga sedikit kecewa dengan dirinya sendiri karena tak bisa meninggalkan pekerjaan nya itu. Namun itulah yang sangat di harapkan dani dan bos nya itu.
"Tidak apa-apa pak, apakah ada kerabat terdekat pak avnil di sana untuk menyambut pak rangga?" Tanya dani kini mulai melaksanakan perintah dari rangga.
Avnil kemudian menyenderkan punggung nya dan menghela nafasnya sembari berfikir siapa yang bisa mengganti kan nya nanti.
"Di sana ada manager hotel yang akan menyambut pak rangga, apa boleh seperti itu?" Tanya rangga pada dani.
"Pak rangga tak ingin orang lain yang menyambutnya pak, ia hanya ingin pemilik hotel itu" tutur dani yang berharap avnil langsung menyebutkan nama adik nya itu.
"Atau mungkin ada adik, kakak ataupun sepupu anda di kota JG pak?" Tutur dani memancing avnil.
"Ohh iya adik saya, tapi dia sibuk kuliah dan bekerja di rumah sakit, saya takut mengganggu kesibukan nya, tapi saya akan coba membujuknya sekertaris dani, nanti saya beri kabar ya" tutur avnil pada dani dan dani pun tersenyum miring karena rencananya akan berhasil.
"Baik pak avnil, saya mohon secepatnya ya, dan saya mohon pada pak avnil jangan membocorkan hal ini tentang keberangkatan pak rangga ke kota JG termasuk orang yang akan menyambut pak rangga nanti nya" jelas dani mengingat kan avnil dan berdiri ingin berpamitan.
__ADS_1
Namun avnil sedikit bingung dan curiga pada dani dan rangga yang merahasiakan keberangkatan nya ke kota JG. Namun ia menepis pikiran curiganya itu.
Kini sekertaris dani sudah di dalam perjalanan pulang ke kantor.
Dan kemudian ia sudah sampai di dalam ruangan bos nya itu dan memberi kabar yang di nanti oleh bos nya itu. Setelah rangga mendengar dani menjelaskan apa yang dikatakan avnil tadi kini kembali senyum khas nya terukir di wajah tampan nya itu.
//di kota JG//
Seorang gadis baru pulang dari kampus nya dan terduduk dikasur nya itu dan menyenderkan kepala nya itu di bagian kepala kasur itu. Tasya tinggal di apartemen yang cukup sederhana dan jika di katakan ia tak pantas tinggal di apartemen yang tak luas itu, namun karena kesederhanaan nya ia biasa saja dengan keadaan itu.
" huff capek banget" ia memejamkan matanya dan kemudian memegang perutnya yang lapar itu, dan kini ia berdiri karena ingin memasak sesuatu. Ketika ia hendak berdiri dering ponselnya berbunyi.
"Haa bang avnil? Tumben banget dia telfon" tasya menekan tombol hijau itu.
//telfon//
"Hallo. Assalamualaikum bang, kenapa? Tumben banget telfon adek" tanya tasya bingung.
"Waalaikum salam, gak ada dek, abang mau mintak tolong sama adek boleh gak?" Tutur avnil
"Hmm boleh? Mintak tolong apa?"
"Bantuin abang untuk menyambut tamu rekan kerja abang di hotel CC itu, tolong ya dek kali ini aja, abang bakal kasih tips ke adek berapapun adek mintak, okey?" Avnil meyakinkan tasya.
"Tamu? Kok adek si? Kan abang punya banyak kariawan, sekertaris, manager dan lain lain, kenapa harus adek?" Jawab tasya yang tak mau menyambut tamu itu.
"Tapi dek ini tamu penting, tamu itu cuma pengen yang nyambut dia itu pemilik hotel, nah kebetulan abang gak bisa dateng duluan dari dia makanya abang wakilin ke kamu kan sama aja kamu juga pemilik hotel itu, plis ya dek" mohon abang nya itu yang berharap adiknya mau membantu nya.
"Tu tamu siapasi ngeribetin banget, emang nya dia siapa?" Merungut tasya yang masih dedengarkan oleh abang nya itu.
"Udah dek sekarang gak penting nyari tau dia itu siapa, yang penting kamu bantu abang sekarang ya?"
"Hmm yaudah" jawab tasya lemas.
"Eh eh tapi tapi ada syarat nya" sambung tasya lagi.
__ADS_1
Jangan lupa di vote gayss✨✨🥰🥰🥰🥰 swmoga kalian suka yaa sama karya pertama aku.