Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
5. Ketemu lagi


__ADS_3

Acara seminar sudah di mulai, dan tasya memulai presentasinya kedepan dan memberi motivasi motivasi kepada mamahasiswa dan siswi baru.


hingga sampai di penghujung acara, dam MC menutup acara ini.


//tempat para panitia//


"Keren lo syaa" senyum boy sambil menepuk bahu tasya. "Keren apaan, gua nervous kek gitu lu bilang keren" tasya membenamkan kepala nya di atas meja sambil meratapi kesialan nya hari ini. "Udah lah ga usah di pikirin, gua tau kok bukan lo yang hilangin flashdisk itu" tutur boy pada tasya, tasya pun membenahi duduk nya menghadapa ke boy


. "Kenapa lo gak bela gua tadi di depan tiga dosen songong itu boy" kesal tasya. "Ya bukan nya gua gak mau bela lo, gua takut sya, mereka galak banget takut gua" boy memberi alasan pada tasya "cehh.. gak asik luu".


Tasya berjalan keluar mencari udara segar dan sembari mencari kedua sahabatnya itu.


"Kemana lu sya?" Tanya boy. "Keluar cari angin" jawab tasya cuek.


Tasya berjalan mencari angin dan tidak sengaja melihat kedua sahabatnya lagi menbaca buku di kursi taman. (Mereka beda jurusan, tasya kedokteran, putri dan nayfa administrasi negara).


Tasya menghampiri dua sahabat nya itu.


"Gays lagi apa?" Tanya tasya lesu sambil menyisir rambutnya dari depan ke belakang. "Ini mau bikin tugas cari materi dulu" jawab nayfa yang bingung melihat tasya duduk dengan membenamkan wajah nya di atas meja.

__ADS_1


"Lu kenapa ca?" Tanya nayfa (aca adalah panggilan sahabat dan ekey yang ditujukan padanya). " iya tau ni aca, tu muka resek amat kalo lagi badmood" tutur putri menatap tasya dengan bingung.-


"Akkhh gua hari ini kesel banget tau gak si, emosii banget gua sama semua orang di kampus ini" kesal tasya. "Kenapa? Bukan nya gua dengar kalo acara lo berjalan lancar?" Tanya nayfa. "Iya emang lancar, tapi klian gak liat gimana gua sebelum acara di mulai, panik gua tau gak" tutur tasya sambil emosi dan memperbaiki duduk nya dan menatap mata dua sahabatnya itu.


"Lu inget gak, materi yang gua kasih ke si vina brengsek itu kmarin?" Tanya tasya antusias.


"Ii-iya ingat" jawab putri dan nayfa bingung bersamaan. "Nah lu tau gak si vina brengsek itu tadi ngejebak gua dan dia nuduh gua gak ngasih materi sama dia, dan tiba tiba ada tiga asisten dosen itu dateng trus bentak bentak gua dan pake ngehina gua segala lagi, dia bilang..." tasya meniru perkataan rangga tadi "kalo kamu gak bisa bertanggung jawab mending gak usah deh jadi pemimpin nyenyenyeney" kesal tasya sambil mengibaskan rambutnya.


"What? Lo serius vina kaya gitu?" Tanya nayfa. "Iya gua serius, padahal kalian juga liat kan gua ngasih flashdisk itu ke dia dan juga laptopnya dia" tanya tasya. "Hooh iya" jawab putri kesal.


"Akhh yaudah yuk kita ke cafe seberang sana, laper gua sama masalah hidup gua hari ini" tasya berdiri menarik kedua tangan sahabatnya itu. Dan kedua sahabat nya itu mengikuti saja kemana arah jalan tasya.


* Tasya Tania Bryana *




* Nayfa Tristania *

__ADS_1



//Pov. Di cafe//


Tasya duduk dengan gaya yang sama yaitu membenamkan kepalanya di meja menahan tangis. ( seperti perkenalan eps di atas, bahwa tasya itu sangat cengeng apalagi di tambah lelah fisik dan fikiran).


"Udah lah jangan difikirin banget, kan acara lo udah sukses juga" tutur putri menenangkan tasya. " gak bisa gua lupain kata kata bapak ngselin itu, ksel banget gua sama tu bapak". Kesal tasya marah marah.


" huftt yaudah lo mau makan apa?, biar gua psan sekalian" tanya nayfa. " gue mau minum kopi sama makanan apapun yang penting pedas" tutur tasya yang membuat dua sahabat nya itu bingung. "Beneran lu mau minum kopi? Kalo lo makan pedas si gua gak jadi maslah, tapi ini tumben banget lu minum kopi" tanya nayfa bingung. "Udah lah psen aja apa yang gua bilang". Nayfa memanggil kariawan cafe dan memesan makanan mereka.


//Di tempat lain//


"Kita makan siang yuk di cafe seberang" ajak rio pada dua sahabat nya itu. " yuk " jawab rendi. Sedangkan rangga sibuk menatap layar laptop. " woi ngga lu ikut ga ke cafe seberang? Kerja mulu lu" rangga menatap kesal sahabat nya dan menutup laptop nya dan berdiri. Sehingga mereka sudah sampai di depan pintu cafe itu.


"Ngga itu bukan nya ketua pelaksana acara tadi ya?" Tanya rendi sambil menepuk bahu rangga. Rangga melihat dari luar kaca, dan benar saja itu adalah tasya si ketua pelaksana yang ia anggap tak mampu menjadi ketua. " ga tau, gua gak inget bentukan nya" jawab rangga asal karena malas membahas soal tasya. "Yaudah, jadi mau ke cafe ngga? Kesal rangga melihat sahabatnya lagi asik menatap 3 cewek yang ada di dalam cafe sana.


Mereka bertiga berjalan memasuki cafe. Dan berlalu berjalan di samping 3 cewek itu karena mereka ingin menempati tempat duduk berdekatan dengan kolam di belakang cafe itu.


Ketika mereka berjalan di samping ketiga cewek itu, tiba tiba tasya langsung berdiri dan berbalik badan ingin ketoilet dan iya bertabrakan dengan rangga sehingga rangga tiba tiba berheti dan kedua shabat nya dari belakang itu menabrak tubuh kekar rangga dari belakang sehingga terjadi tabrakan beruntun.

__ADS_1


"Awwhh, hati hati dongg"....


Jangan lupa vote gayss


__ADS_2