Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
82. Telfonan


__ADS_3

"Ya dianya aja yang sering bikin ksel pa, kasar gak asik, dingin banget jadi orang" saut tasya setelah mendengar ujaran papanya.


"Belajar hadapin dia, dia emang orangnya kayak gitu, nanti kalau kamu udah sabar hadapin dia, papa yakin dia yang akan lebih perhatian ke kamu" sambung papa bryan.


Tasya hanya terdiam sedikit kesal karena papanya malah balik menasehatinya untuk lebih sabar dengan rangga.


"Yaudah kamu skarang istirahat dikamar, besok kamu harus ikut papa ke kantor karna besok papa ada tamu yang kamu juga harus ketemu sama dia" tutur papa bryan lagi yang membuat tasya mengerutkan dahinya.


"Hah? Siapa?, enggak ah malas bgt ikut ke kantor, nanti ujung-ujungnya malah disuruh ikut meeting" jawab tasya ketus, karna dia memang tak suka kekantor papanya, terlebih dia sudah pernah dipaksa ikut rapat tahunan.


"Enggak sayang, pokoknya besok pagi ikut aja" ajak papa bryan sekali lagi.


"Iya deh iya" tasyapun langsung berdiri sembari melipatkan tangannya dan berjalan keluar menuju kamarnya.


Setelah tasya keluar ponsle papa bryan berdering


Drttt.. drttt... drtt..


"Iya hallo"


"hallo bryan... gimana? dia mau gak besok?"


"Haha aman..."


"oke deh sampai jumpa besok di kantor mu"


"oke baiklah"


//telepon berakhir//


//POV. di kamar tasya//


Jam sudah menunjukkan jam 10.00 malam. Tasya kini tengah bersandar di senderan kepala kasurnya sembari menonton televisi. Karna sudah lama juga ia tak menikmati suasana dikamarnya dengan menonton tv.


Sedangkan ponselnya ia buat mode silent, sehingga pesan atau tlpon yang masuk tak dapat ia ketahui, karena ponselnya ia taruh sedikit jauh darinya.

__ADS_1


//POV.rumah rangga//


"Kemana sihh anak ini" gumam rangga kesal sembari duduk di meja kerjanya di kamar.


"Dia sengaja atau memang lagi sibuk?" Tanya rangga pada dirinya. karena ia dari tadi menelfon tasya tapi tasya tidak menjawabnya iapun meninggalkan pesan.


//Isi pesan//


"Angkat panggilan dari saya atau kamu saya datangi malam-malam begini"


Pesan pun terkirim. Namun pesan tersebut takkunjung dibalas oleh tasya, karna ia menghidupkan mode silent. Setelah 10 menit ia menunggu, ranggapun tak menyerah ia kembali meraih ponselnya, kini dia kembali menelfon tasya, tapi nihil tak ada jawaban dari sana.


“okeyy.. kita lihat saja nanti, akan saya persulit hidup kamu karna sudah berani mengabaikan panggilan dari saya”. Ranggapun menyeringai sembari menatap profil kontak milik tasya, lalu ia kembali beralih ke pekerjaannya yang cukup menumpuk di hadapannya.


//Skip..//


Tidak terasa kini jam sudah menunjukkan jam 12.30 malam. Seorang gadis yang menonton televisi tadi tampak sudah bosan dengan yang ia tonton. Kini tasya turun dari kasurnya bersiap untuk tidur, ia mematikan lampu kamarnya dan menghidupkan lampu tidurnya sehingga kamarnya tampak sedikit gelap, tak lupa juga tasya mematikan televisinya.


Setelah dengan aktifitasnya tadi kini ia mulai menaiki kasurnya dan meraih ponselnya.


Setelah melihat notifikasi tersebut mata tasya membelalak karena kaget, ia kembali menerangkan lampu kamarnya dan membenahi posisi duduknya sembari membaca pesan tersebut.


"Angkat panggilan dari saya atau kamu saya datangi malam-malam begini" kata tasya pelan membaca pesan dari rangga.


“hah? Knapa dia tlfon gue banyak banget ya? Malam-malam lagi. Ya ampunnn mati gua, kena lagi nih gue udah pasti, bisa nambah bahan dia untuk marah-marah sama gue” tutur tasya mengomel sembari melihat pesan tersebut.


“dari pada dia kesini, mending tlfon balik aja lah, males banget dia kesini malam-malam, ihhh gak bangetttt” tasyapun menggelidik ngeri saat membayangkan rangga ketempatnya malam-malam.


Kini tasya mengklik tanda untuk menelfon rangga, tak lama kemudian terdengarlah suara dari sebrang sana.


//telfon//


Rangga: "kemana saja kamu? " Tanya rangga dengan suara dingin


Tasya: “hah?” tasya pun bingung mau menjawab apa, karna dia sudah duluan takut mendengar rangga berbicara.

__ADS_1


Rangg:” apa yang hah? Saya nanya kamu dari mana saja? Dari tadi saya telpon kamu tapi kamu tampak nya sengaja mengabaikan saya” tutur rangga dengan suara tegas mengomeli tasya,


Tasya: “ ee eenggak kok banggg, tadi aku ituu anuuu.. lagi nonton televisi jadi aku matiin ponsel aku, jadi gak denger deh kalau ada yang nelfon” jelas tasya terbata-bata dan sedikit berhati-hati karna takut kalau rangga tambah memarahinya.


Rangga: “ya sudah lupakan saja” jawab rangga cepat karna sebenarnya ia tak benar-benar marah dengan tasya, bahkan masalah ancaman tadi itu tak benar, ia hanya menakuti gadis itu saja .


Tasya: “lagian ngapain sih nlpon malam-malam tumben banget, yaudah cpetan mau ngapain? Knapa?!” ketus tasya.


Ranggapun sebenarnya bingung knapa dia ingin sekali menelpon tasya, mungkin dia rinduu haha, padahal baru ketemu tadi siang udah kangen aja.


Rangga: “ hmm saya Cuma ingin kamu menemani saya bekerja” jawab rangga, namum ia tersadar, ia pun memicingkan matanya tanda ia malu sudah melontarkan kata itu.


Tasya: “ ha? Maksudnya gimana? Nemenin sambil telponan? ” Tanya tasya bingung, karna heran dengan sikapnya rangga.


Rangga:” iya, kalau kamu gak mau juga tidak apa-apa, tapi saya akan melamar kamu 1 minggu lagi” ancam rangga kepada tasya.


Tasya: "apaan sih gak lucu tau gak" ketus tasya


rangga: " saya gak main-main ya, besok pagipun saya ngelamar kamu saya bisa" ujar rangga di sebrang sana menakuti tasya.


tasya: "terserah deh gak percaya, capek di acam teruss" ujar tasya tang sudah malas berdebat dengan rangga


rangga: " yaudah kamu tidur aja, pekerjaan saya sudah mau selesai " ujar rangga demabri melihat jam di dinding kamarnya.


tasya: " tadi katanya minta di temenin, skarang di suruh tidur, gimanasih dasar Om Om labil" kesal tasya lalu dengan cepat mematikan ponselnya supaya tidak di semprot oleh laki-laki dingin itu.


"Apaa?!!! Halo haloo haloo" rangga sedikit teriak karena mendengar ucapan tasya.


"dasara ni anak kurang ajar yaa lama-lama, awass ajaa" ucap rangga sembari melemparkan hp nya di atas meja dan kemudian menutup laptopnya. Dan menuju ke tempat tidurnya.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalian mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2