Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
100


__ADS_3

Hanna menatap Amuya yang berjalan keluar dari kamarnya, dengan perasaan kesal, dan benci padanya.


Hanna segera berjalan menuju kasurnya, dan terduduk disana.


"Dengan begini mungkin saja dia tidak akan mengusikku lagi." Ucapnya.


Amuya yang berjalan perlahan dari kamar Hanna, dengan menyentuh tubuhnya yang sangat terasa sakit.


"Aku tidak mau dibuang, aku harus bertahan di sini, sakit sekali sebenarnya apa yang telah terjadi padanya, dahulu dia hanya lah seorang gadis yang polos, bodoh, dan lemah tidak di sangka sekarang dia seperti seorang iblis yang kejam dan kasar." Ucap amuya sambil kesakitan.


Tak lama seseorang memasuki kamar Hanna yang masih terbuka lebar. Hanna tidak menoleh ke arahnya sedikit pun.


Dengan perasaan kesal Hanna memaki orang yang memasuki kamarnya itu tanpa mengetuk pintu.


"Siapapun dirimu, seperti nya kau bukan lah orang yang memiliki tata krama bertamu ke kamarku tidak mengucap salam terlebih dahulu, ada apa Amuya masih belum cukup luka yang kuberikan padamu." Ucap Hanna.


Merasa tidak ada jawaban, dia menoleh ke belakang untuk memastikan siapa orang yang telah di makinya itu.


Dengan terkejut, siapa sangka yang berdiri di belakangnya sedari tadi adalah kichiro.

__ADS_1


"Kau? Ada apa?" ucap Hanna.


Pria itu menghampiri istrinya yang tengah menatapnya dengan sedikit panik.


"Siapa yang berani membuat istriku ini sangat marah?" tanya Kichiro sambil duduk di kasur.


Hanna menatap Kichiro yang berada di depannya.


"Mengapa Amuya masih berada di sini?" tanya Hanna dengan tegas.


"Bunda yang meminta nya untuk bermalam di sini, esok hari aku pasti kan dia sudah kembali ke Istana Lin, apa itu tidak masalah?" ucap Kichiro.


Kichiro terkejut dia tidak tau sebenarnya apa yang sudah terjadi pada istrinya kali ini.


"Dia berniat untuk membunuhmu lagi?." Tanya Kichiro dengan panik.


"Halah, tidak perlu pasang wajah seperti itu, tidak perlu sok mengkhawatirkanku di hutan kau pasti sangat asik berburukan dan melupakanku di sini." Ucap Hanna dengan kesal.


Kichiro sangat senang melihat Hanna yang saat ini bertingkah aneh padanya.

__ADS_1


"Hey, sayang apa kau tau aku sudah sangat merindukanmu, aku bahkan tidak fokus saat berada di hutan selalu memikirkanmu." Ucap kichiro sambil menggenggam tangan Hanna.


Dalam batin Hanna "Dih mengapa aku jadi sangat merinding mendengar ucapan dan ekspresi wajahnya itu.


"aihh, benarkah itu? Hari sudah larut aku sangat lelah baiknya malam ini segera istirahat." Ucap Hanna dengan cepatnya menarik kedua tangan yang di genggam oleh kichiro.


Kichiro tersenyum menatap Hanna.


"Hmm baik lah, ayo kita tidur aku juga sudah sangat lelah." Ucap kichiro.


Segera pria itu bangun dari duduknya dan berjalan ke sisi lain dari kasur mereka, Hanna memperhatikan Kichiro yang ingin tidur di sampingnya.


"Apakah tugasmu sudah selesai semua? Sebaiknya kau melihatnya terlebih dahulu." Ucap Hanna dengan panik.


"Hmm, tidak ada." Ucap Kichiro sambil menatap Hanna yang berada di sampingnya.


Dalam batin wanita itu. "Aduh, aku tidak ingin tidur dengannya."


"Hmm, kau tidak mau melihat nya terlebih dahulu? Mungkin saja ayahmu memberikan tugas mendadak malam ini." Ucap Hanna.

__ADS_1


"Tidak ada sayang." Ucap Kichiro dengan tampang penuh curiga.


__ADS_2