
Hanna menatap Norr dan sedikit tersenyum lega.
"Kita berhasil." Ucap Hanna.
Gadis itu perlahan mendekati Norr.
"Ayo Norr kita keluar dari tempat ini, aku merasakan keanehan setelah kita melenyapkan monster itu." Ucap Hanna.
"Baik naiklah kepunggungku." Ucap Burung besar itu.
Hanna melirik Norr, dia segera berjalan menjauhinya.
"Tidak, tidak kau itu sebenarnya manusia kan?" ucap Hanna sambil membelakangi Norr.
Norr terkejut mendengar ucapan Hanna "Aku ini tetap lah seekor hewan Hanna. Ucap Norr sambil meyakinkan Hanna.
"Kembali lah kewujud aslimu, mungkin dengan begitu kau bisa sedikit membantuku." Ucap Hanna sambil berjalan.
Norr menatap Hanna yang semakin menjauh.
Hanna yang terus berjalan sambil memperhatikan pedangnya, tak lama pundak gadis itu di rangkul oleh Norr.
"Kita akan pergi kemana?" tanya Norr sambil melirik Hanna.
__ADS_1
"Keluar dari tempat ini, dan kembali ke istana." Ucap Hanna sambil menatap Norr.
Norr menganggukkan kepalanya.
Hanna menatap Morr yang berada di sampingnya " Hm, kau bilang bisa merasakan apa yang aku rasakan?" tanya Hanna.
Norr menatap Hanna dengan sedikit menundukkan kepala.
"Hmm, benar tetapi sayangnya itu dulu, setelah aku menjadi manusia maka aku tidak dapat mengetahui isi dalam pikiranmu." Ucap norr.
"Oh, jadi begitu." Ucap Hanna sambil terus berjalan.
"Memangnya ada apa?" tanya Norr menatap Hanna dengan penasaran.
"Hmm, begitu, ah atau jangan jangan kau sudah mulai jatuh hati padaku ya." Ejek norr sambil tersenyum.
Hanna mengeluarkan ekspresi kesal kemudian dia menatap Norr "Sepertinya kau sangat bosan hidup ya." Ucap Hanna sambil memutarkan pedang.
Norr yang terkejut segera dia tertawa keras melihat Hanna "Haha aduh, kau masih saja galak, kufikir hatimu akan luluh karena melihat seorang pria tampan." Ucap Norr.
"Hmm, tampan? Ingat umur Norr." Ucap Hanna.
Norr terkejut mendengar hanna yang menyinggungnya "Haha, iya aku sudah tua." Ucapnya dengan tertawa.
__ADS_1
Saat mereka keluar dari hutan, Hanna dan Norr dibuat terkejut dengan suasana pedesaan yang hancur dan kacau.
"Apa yang baru saja terjadi?" ucap Janna sambil memperhatikan sekeliling.
Norr melihat banyaknya darah segar yang memenuhi tempat itu, dia berjalan menghampiri tubuh seorang pria yang sudah menjadi mayat.
"Kejadian ini terlihat masih baru, siapa yang berani melakukan ini." Ucap Hanna.
"Hanna kemari." Ucap Norr.
Hanna segera berjalan menghampiri Norr "Ada apa?" tanya Hanna.
"Lihat lah, disetiap mayat yang aku lihat pasti terdapat sebuah cairan berwarna hitam." Ucap Norr sambil menunjukkan cairan yang berada di setiap tubuh mayat-mayat itu."
"Sama seperti cairan milik kelabang itu, tetapi bukan kah monster itu sudah kita bunuh? dan kejadian ini terlihat masih baru." Ucap Hanna sambil memperhatikan cairan itu.
"Kau benar, mungkin kah monster itu tidak sendirian, dia bersama kawannya?" ucap Norr sambil menatap hanna.
Hanna memperhatikan luka yang berada di sekitar tubuh mayat itu, dia melihat beberapa sayatan pada leher, lengan dan wajah.
"aku rasa ini ulah manusia." Ucap Hanna.
"Hah manusia? Memiliki kekuatan seperti ini? Ataukah jangan-jangan monster itu adalah peliharaannya, jadi dia memang sengaja mengirimkan monster itu untuk mencelakaimu Hanna." Ucap norr sambil menatap Hanna yang berada disampingnya.
__ADS_1
"Tapi apa tujuannya melakukan ini pada para penduduk? jika dia ingin melawan ku mengapa tidak mencariku, melainkan menggunakan cara rendah seperti ini agar aku yang menemuinya." Ucap Hanna yang kesal sambil menatap wajah Norr.