
* Pagi hari di penjara bawah tanah *
Permaisuri jian menjenguk amuya, dia memperhatikan tubuh gadis itu yang tidak berdaya dengan memar merah dari bekas cambukan di seluruh tubuh nya.
Dari balik penjara besi permaisuri jian berbicara pada amuya.
"Amuya, Bangun lah!." Ucap permaisuri jian dengan nada sedikit tinggi.
Amuya yang tergeletak di lantai segera membuka ke dua matanya, sambil mengangkat kepala dia melihat permaisuri jian di depannya.
"Ibu jian, Aku mohon bantu aku, kau adalah sahabat baik ibu ku bukan?! kau harus membantuku!" ucap amuya memohon namun dengan nada memerintah.
Permaisuri jian mengerutkan dahi, dia sangat kesal terhadap Amuya.
"Hey amuya! Jika kami bersahabat memangnya kenapa?! Apakah aku juga harus membantu anak nya begitu?! Ini kesalahanmu sendiri, tidak ada kaitannya denganku, kau yang terlalu bodoh seharusnya kau berfikir dulu sebelum bertindak, aku tidak bisa menentang keinginan suami dan anakku. Ucap Permaisuri Jian kesal sambil menunjuk Amuya dengan jari telunjuknya.
Amuya terkejut dia sangat tidak menyangka permaisuri jian akan mengabaikannya seperti ini.
"Jika kau tidak membantuku, maka aku akan mengadukan perlakuan mu pada ibuku, dan rahasia mu aku pastikan akan terbongkar, meskipun aku tidak tau rahasia apa yang kau sembunyikan tapi aku akan meminta ibu ku untuk memberitau kan nya pada seluruh keluarga mu!" ucap Amuya dengan tegas.
__ADS_1
dalam batin Permaisuri Jian. "Hmm, dasar gadis bodoh jika dia berani membocorkan rahasiaku maka ibumu juga akan dalam bahaya!"
permaisuri jian menatap amuya dingin "Apa kau sedang mencoba untuk mengancamku?!" tanya nya sambil melipat kan kedua tangan di perut.
Permaisuri jian memandang rendah amuya dan segera dia berjalan meninggalkan Amuya.
Amuya menggigit bibir bawah nya sambil mengepalkan tangan dia memukulkannya pada lantai.
"Aku tidak menyangka permaisuri jian berani mengabaikan ku!!" ucap Amuya kesal.
Amuya berteriak pada permaisuri jian yang berada di depan pintu penjara.
Permaisuri Jian menghentikan langkahnya sebentar dengan perasaan kesal dia melanjutkan kembali langkahnya.
"Seharusnya kau ikut adik mu ke neraka, berani sekali dia mengancam ku seperti itu, aku tidak bisa terus menerus di peralat oleh mereka, aku harus melawan." Dalm batin Permaisuri Jian.
Dengan perasaan kesal dia berjalan sangat cepat menuju istana.
Permaisuri kirana yang baru saja keluar dari kamarnya tidak sengaja melihat ibunda jian yang berlagak aneh, segera dia menghampiri ibundanya itu.
__ADS_1
"Selamat pagi bunda." Sambil tersenyum palsu kirana menyapa permaisuri jian.
Permaisuri jian berhenti melangkahkan kaki nya, dalam benak permaisuri jian "Ck, sekarang apa lagi!"
Permaisuri jian segera merubah ekspresi wajahnya yang lebih cepat dibandingkan perubahan cuaca itu.
"Pagi Putriku." Membalas sapaan kirana, Permaisuri jian sambil tersenyum.
Permaisuri Kirana terus tersenyum palsu didepan mertuanya itu.
"Emh, saya lihat anda begitu terburu buru dengan memasang wajah masam seperti itu sebenarnya ada apa ibunda? apakah ada sesuatu yang membuat anda tidak nyaman di pagi ini?"
Permaisuri jian dengan cepat mengelak ucapan kirana.
"Ah, tidak ada mungkin itu hanya dugaanmu saja, emh kalau begitu saya harus segera menemui kaisar, dia pasti sudah menunggu saya di ruangannya." Berjalan meninggalkan kirana.
Permaisuri kirana melihat mertuanya itu yang begitu mencurigakan kemudian dia memalingkan wajah dan menatap taman, dia terkejut saat melihat kaisar Yu dan kedua pangeran tengah duduk di sana.
Kirana tersenyum sinis "Oh, ini menarik."
__ADS_1
Ucap nya dalam batin " Jadi siapa bunda jian Kaisar yang akan kau temui itu?? hmm seperti memang benar dugaan ku ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan.