
Hanna melirik penduduk desa hidup kembali, mereka nampak linglung tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Seluruh penduduk desa terkejut melihat bangkai yang sudah di dikerumuni puluhan ekor burung gagak.
Seorang anak kecil terlihat sangat ketakutan melihat kejadian itu, dia menyembunyikan diri dari balik tubuh orangtuanya.
Hanna menatap anak kecil itu, kemudian dia berjalan untuk mendekatinya, seluruh penduduk desa menatap Hanna dengan sedikit rasa takut.
Hanna memperhatikan warga sekitar yang nampaknya sangat takut dengan dirinya.
"Tidak perlu takut, dan tidak perlu menghindar, aku tidak akan melukai kalian." Ucap Hanna dengan tegas.
Kemudian Hanna memperhatikan seorang anak laki-laki itu yang gemetaran karena Hanna.
Untuk pertama kalinya Hanna tersenyum dengan tulus kepada seorang anak kecil, dia menatap anak kecil itu sambil berjongkok, kemudian dia mengangkat satu tangannya untuk mengelus rambut anak kecil itu.
"Hay, tidak perlu takut, semua kekacauan sudah berakhir." Ucap Hanna sambil tersenyum.
Anak kecil itu memejamkan mata, dia sangat takut dengan Hanna, namun tidak lama dia merasa sangat nyaman dengan ucapan Hanna padanya.
__ADS_1
"Apakah kaka orang baik?" tanya anak kecil itu.
Hanna agak terkejut kemudian dia menatap seluruh penduduk desa yang sedari tadi memperhatikannya.
"Hmm, sebenarnya kaka tidak tau bagaimana seseorang bisa di katakan baik ,menurutmu kaka ini baik atau jahat?" tanya Hanna sambil tersenyum menatap anak kecil itu.
"Kaka tidak menyakitiku, juga kaka sangat ramah padaku, dan kaka terlihat tulus padaku, jadi aku fikir kaka adalah orang baik." Ucapnya dengan polos.
Hanna menurunkan tangannya dalam batin "Sungguh anak yang polos, aku ini adalah orang yang jahat tau."
"Hm, begitukah, apa menurutmu jika seseorang terlihat ramah, maka dia bisa dikatakan baik begitu? Kaka beritau padamu jika menilai seseorang jangan hanya mengandalkan hati tapi juga dengan akal." Ucap Hanna sambil tersenyum.
"Baik kak, apa kaka yang sudah menyelamatkan kami semua?" ucapnya.
"Terimakasih Dewa." Ucapnya sambil berdoa.
Hanna menatap anak itu, Norr dan Leo yang berada di belakangnya sungguh merasa kagum pada gadis itu, siapa sangka Hanna yang terkenal dengan kekejaman, keegoisan, yang begitu keji, bisa sangat lembut pada seorang anak kecil.
Hanna menatap Loe dan Norr yang berada di belakangnya, anak kecil itu menatap Hanna dan menarik bajunya.
__ADS_1
Segera Hanna menoleh ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Hanna sambil memandangnya.
"Namaku kenzi, siapa nama kaka?" ucapnya.
"Namaku, hmm." Ucap Hanna sambil memperhatikan kanan dan kiri.
Hanna membungkukkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu kepada kenzi.
"Ini hanya kamu saja yang boleh tau siapa nama kaka, ingat ini rahasia, namaku Haruka." Ucap Hanna sambil tersenyum manis pada Kenzi.
Anak itu membalas senyuman Hanna, sambil mengacungkan jempolnya pada Hanna.
Hanna tersenyum dan berbalik, dia berjalan menghampiri Loe dan Norr.
"Ada apa dengan kalian?" ucap Hanna sambil menatap ke arah Norr dan Leo yang senyum senyum menatap Hanna.
"Haha tidak kok Hanna." Ucap Norr sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
"Tidak jelas."Ucap Hanna dengan cuek.
Dalam batin Norr "Baru saja aku memujinya, sekarang ekspresinya sangat jauh berbeda."