Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
37


__ADS_3

Istana yu


"Sekarang kembali lah." Ucap Hanna yang menatap Norr.


"Baiklah Hanna." Ucap Norr yang segera pergi.


Hanna berbalik dan segera meloncati atap dan membuka jedela, dia segera memasuki kamarnya. Hanna berjalan menuju kamar, Yuan menatap Hanna.


"Putri anda sudah kembali, dimana Selir Zofan?? apakah anda terluka?? ucap Yuan dengan cemas.


"Apakah kau begitu mengkhawatirkan wanita itu?? ucap Hanna yang menatap Yuan.


"Tentu saja tidak, yang saya khawatirkan justru anda putri." Balas Yuan.


"Untuk selamanya kau tidak akan pernah bertemu dengannya lagi." Ucap Hanna yang masih dalam perasaan yang tidak stabil. Sambil berjalan dan duduk di atas kasur.


"Maksud anda?! ucap Yuan dengan teekejut.


Hanna menatap Yuan dengan tatapan dingin.


"Dia sudah mati."


Yuan terkejut dan segera dia mendekati Putri Hanna. "Apa, anda membunuhnya??


"Tidak, tapi karna dia sangat ingin menemui ajalnya maka dengan senang hati dewa membawanya ke Neraka! uca Hanna dingin.

__ADS_1


Hanna menatap Yuan dengan pandangan sangat menyeramkan.


"Apakah anda tidak takut jika kabar ini sampai terdengar oleh Kaisar, Puteri?


"Aku bahkan sudah mempersiapkan diri untuk semua yang akan terjadi." Jawab Hanna.


"Putri bagaimana nanti jika Pangeran Kichiro membenci anda? tanya Yuan dengan khawatir.


"Hmm aku juga tidak pernah berharap untuk bisa disayangi olehnya." Jawab Hanna.


"Putri anda benar-benar dalam bahaya." Ucap Yuan panik.


"Aku tidak pernah perduli, akan apapun yang terjadi nantinya, apa yang sudah aku kerjakan tidak akan pernah aku menyesalinya." Ucap Hanna dengan kesal.


"Putri sebelum anda hilang ingatan, kau adalah gadis yang sangat lembut, tidak sedikit pun merasa tega kepada siapapun, tapi sekarang kau menjadi seorang yang sangat jauh berbeda, hatimu seperti dipenuhi oleh jiwa kebencian yang sangat besar." Ucap Yuan dengan bingung.


"Dulu aku memanglah wanita yang sangat anggun, paling kuat, sebenarnya aku berasa diriku yang sekarang sangat lah payah, kuluapkan semuanya dengan emosi dan kebencian." Ucap Hanna dengan menundukkan kepalanya.


"Putri bukan seperti itu, saya tidak bermaksud melukai hati anda, hanya saja saya merasa anda sudah di penuhi kebencian yang sangat mendalam maafkan saya putri." Yuan segera bersujud dihadapan Hanna.


Hanna kemudian menatap Yuan. "Pergilah aku ingin sendiri dulu."


Yuan terkejut dan ia segera bangkit dari sujudnya.


"Maafkan saya putri."

__ADS_1


"Keluar Yuan, aku ingin sendiri." Ucap Hanna.


"Baiklah jika itu permintaan anda, saya permisi." Ucap Yuan dengan perasaan bersalah, Yuan keluar dari kamar Hanna.


Hanna terdiam dan dia teringat oleh masa lalunya.


*Masa lalu Haruka*


"Papah." Ucap Haruka kepada Papahnya.


"Haruka kecilku tersayang, apa kau rindu pada Papah? ucap Papah Haruka sambil menggendongnya.


Haruka terlihat sangat senang kemudian dia memeluk papahnya. "Iya aku rindu sama Papah."


Hanna yang tertunduk kebawah.


Dalam batin Hanna "Dulu, aku juga adalah seorang gadis lemah, anggun, juga baik hati sampai pada waktu itu...


Mengingat kembali.


Haruka berlari menuju papah dan mamahnya yang dibunuh seseorang.


Haruka memeluk papah dan mamahnya. "papah, Mamah, bangun! Kalau kalian pergi Haruka sama siapa?? ucap Haruka yang terus menangis terisak. "Haruka gak punya siapun selain kalian, Papah bangun, huhu." Dengan menangis terisak.


"Sampai pada akhirnya, aku benci dengan diriku yang dulu, seandainya aku bisa menyelamatkan kedua orang tuaku, mungkin semua tidak akan seperti ini, mungkin aku tidak akan pernah menjadi diriku yang sekarang." Ucap Hanna dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2