Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
199


__ADS_3

Kirana yang terkejut kemudian dia segera melepaskan kedua telapak tangannya yang menutupi wajahnya itu, Kirana kemudian menatap ke arah Norr segera Norr mengambil jubahnya dan mengangkat tubuh Kirana, Kirana yang nampak terkejut hanya mampu menatap wajah Norr dengan bingung. Norr yang melihatnya kemudian segera dia meminta pada Kirana untuk tidak menatap ke arah atas.


"Jangan menatap ke atas, cepat tundukkan kepalamu." Ucap, Norr dengan tegas.


Kirana yang mengerti kemudian dia segera menundukkan kepalanya sambil terdiam tak bersuara, Kirana kemudian menutup kedua matanya, Norr yang melihat suasana ditempat itu yang nampak semakin memburuk, membuat Norr dengan segera berjalan dengan cepat untuk meninggalkan tempat itu, Leo yang telah berhasil keluar dari dalam Lembah kematian, segera membalikkan tubuh dan menatap ke arah dalam Lembah kematian itu, Leo merasa sangat aneh saat melihat sesuatu yang tengah bergerak dari arah dalam. Tak lama Leo dibuat khawatir akan keadaan dari Norr dan Kirana yang masih belum keluar juga dari tempat itu.


"Gawat!" Ucap, Leo dengan perasaan panik.


Leo sungguh sangat ingin membantu teman-temannya, Leo merasa sangat bersalah tidak seharusnya dia meninggalkan Kirana, dan membiarkan Norr untuk membantunya. Saat Leo ingin memasuki tempat itu dia dikejutkan dengan bayangan dari balik kabut yang berjalan mendekat ke arahnya, Leo memperhatikannya dengan sepasang mata yang nampak serius, wajahnya terlihat begitu cemas aka keselamatan Norr dan Kirana, saat ini dia tidaklah tau siapa yang tengah berjalan untuk menghampiri dirinya itu. Namun, tak lama kemudian Leo dikejutkan dengan kehadiran Norr yang tengah berjalan untuk keluar dari dalam tempat itu, Leo sungguh merasa sangat lega. Namun, pandangannya tertuju pada diri Kirana yang terlihat tidak baik.


"Norr, ada apa dengan dirinya?" tanya Leo dengan perasaan khawatir.


Norr yang baru saja keluar dari dalam Lembah kematian segera menatap wajah Leo, Norr segera melemparkan Pedang merah milik Kirana untuk Leo bawa bersamanya.


"Dia hanya kelelahan, juga kakinya terlihat semakin parah, tolong bawakan Pedang merah itu." Ucap, Norr dengan raut wajah tegas.


Leo yang melihatnya kemudian dia segera menatap Pedang merah milik Kirana, dengan perlahan Leo mengambil dan menggigit Pedang merah itu. Norr kemudian melihat wajah Kirana yang tengah terpejam, segera Norr berjalan untuk meninggalkan tempatnya saat ini.

__ADS_1


"Tidak baik berlama-lama ditempat ini, kita harus segera pergi dari sini." Ucap, Norr yang menatap wajah Leo.


Leo yang mengerti segera mereka pergi meninggalkan tempat itu, hari sudah hampir gelap, tak terasa waktu yang mereka habiskan hampir tiga malam ditempat itu, mereka juga sudah sangat lama tidak berjumpa dengan Haruka, esok pagi adalah hari dimana pertarungan itu dimulai. Sebelum matahari terbit mereka sudah harus sampai dibukit Zhandou. Untuk menyaksikan pertarungan Haruka dan Putri Yuri.


"Kita harus bergerak cepat, agar dapat sampai di bukit Zhandou dengan tepat waktu." Ucap, Norr yang menatap ke arah langit gelap.


Leo hanya terdiam sambil terus berjalan, namun Leo segera menghentikan langkahnya saat sudah berada didalam hutan.


"Sebaiknya kita beristirahat ditempat ini." Ucap, Leo dengan memperhatikan sekitar.


Norr yang juga merasa sudah sangat lelah, hanya ter dia sambil memperhatikan suasana didalam hutan. Norr kemudian segera memperhatikan sekeliling saat melihat sebuah pohon yang cukup besar dan tinggi, segera dia meletakkan tubuh Kirana dibawah pohon itu. Kirana yang tengah tertidur sangat lelap membuat Norr tidak sanggup untuk mengganggunya.


"Jaga dia, aku akan mencari sungai disekitar sini, ingat jangan meninggalkan dia lagi!" Ucap, Norr dengan tegas.


Leo yang mendengarnya segera menatap ke arah Kirana, dan lalu Leo segera menjawab ucapan dari Norr.


"Tenang saja serahkan dia kepadaku." Ucap, Leo dengan tegas.

__ADS_1


Norr yang sedikit merasa kesal, kemudian hanya terdiam sambil berjalan untuk meninggalkan Leo dan Kirana, Leo yang melihat ke arah Norr yang telah pergi meninggalkan mereka, kemudian Leo segera menatap wajah Kirana dan berjalan untuk mendekatinya. Leo memperhatikan Kirana, dia kemudian segera terduduk disamping wanita itu.


Norr yang tengah pergi untuk mencari sungai, dan beberapa buah-buahan, memperhatikan hutan yang nampak lebat dan menjulang tinggi itu. Hari saat itu hampir gelap jadi Norr memutuskan untuk bermalam didalam hutan.


Saat beberapa lama akhirnya Norr menemukan sungai juga, perasaannya begitu sangat senang. Norr akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri disungai itu, Kirana nampak merasa sangat tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa amat sakit, karena Leo yang tengah berusaha untuk menyembuhkan lukanya itu.


"Uh...!" Ucap, Kirana dengan raut wajah yang tengah menahan sakit didalam tubuhnya.


Leo yang tengah fokus untuk menyembuhkan luka Kirana nampak serius dalam penanganannya, karena luka yang Kirana dapat sangat dalam hingga membuat Leo harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk menyembuhkan luka pada tubuh Kirana.


Tak lama kemudian Norr yang tengah berendam didalam sungai, menarik pakaiannya yang dia letakkan dia bawah rumput hijau, sambil memperhatikan sekeliling Norr segera mengenakan pakaiannya. Norr nampak takjub dengan keindahan didalam hutan, semua hewan hidup dengan damai, saling bernyanyi tidak dia temukan sebuah kejanggalan didalam hutan itu. Namun, Norr justru merasa sangat aman dan nyaman saat berada didalam hutan itu. Saat dia telah mengenakan pakaiannya Norr segera mencari beberapa buah dan kayu bakar untuk bekalnya saat bermalam didalam hutan. Norr segera meloncati beberapa dahan yang besar dan tinggi, dengan cepat Norr bergerak, tak lama Norr menatap ke arah sebuah pohon yang tengah berada dihadapannya dengan beberapa buah segar yang tengah memenuhi pohon itu.


Norr merasa sangat senang dia kemudian segera meloncat ke arah dahan pohon besar itu, Norr kemudian mengambil beberapa buah yang suda masak dia memetiknya dengan cukup banyak,yang dia peruntukkan kepada Kirana.


Didalam hutan Kirana yang tengah terpejam, belum juga terbangun Leo yang melihatnya merasa sangat bersalah karena membiarkan Kirana didalam Lembah kematian sendirian. Leo kemudian memperhatikan sekeliling dan dia segera menatap langit yang segera menggelap menunjukkan hari sudah mulai malam. Suasana dihutan pun semakin mencekam, angin malam mulai berhembus membuat tubuh Kirana merasa kedinginan.


Leo yang melihatnya nampak khawatir, terlebih lagi Norr belum juga kembali. Namun, Leo tetap menunggu sampai Norr kembali pada mereka. Tak lama Leo mendengar suara langkah kaki yang dia rasa itu adalah langkah dari Norr.

__ADS_1


Benar saja setelah lama menunggu akhirnya Norr kembali pada mereka, Norr memperhatikan diri Leo yang tengah menantikan kehadirannya itu. Norr kemudian segera menatap ke arah Kirana yang masih tetidur dengan sangat lelap. Tubuhnya pun terlihat sudah membaik.


__ADS_2