Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
65


__ADS_3

Halaman belakang istana


Hanna "jadi ada apa permaisuri kirana?."


Permaisuri kirana "kau masih ingat kan tentang rencana ku , aku ingin mengambil pedang milik ku segera , kau harus Membantu."


Hanna "apakah tidak terlalu cepat?."


Permaisuri kirana "bukan kah lebih cepat lebih bagus?."


Hanna "jangan terlalu gegabah ,kita kesana malam hari ,saat keadaan istana sepi."


Permaisuri kirana "apa rencana mu?."


Hanna "rencana? hmm nanti kau akan tau."


Permaisuri kirana "baik lah ,nanti malam aku akan ke kamar mu , tapi pastikan rencana mu ini akan berhasil."


Hanna "tenang saja , aku tidak akan mengecewakan mu."


Hanna berbalik dan pergi meninggalkan permaisuri kirana."


permaisuri kirana menatap


permaisuri kirana "gadis itu."


Hanna berjalan menuju kamar ,saat itu ia bersimpangan dengan amuya."


amuya terkejut dalam batin nya "mengapa dia bisa ada di sini? ku lihat dia baik-baik saja."


amuya "kau ?! mengapa kau masih hidup?."


Hanna menatap amuya "tentu saja, aku sudah katakan aku tidak akan mati sebelum melihat jasad orang yang membenciku!."

__ADS_1


Amuya kesal "kau" (mengepalkan tangan)


hanna berjalan melewati amuya


hanna" ku beri tau padamu kau salah mencari musuh." (bergegas meninggal kan)


Amuya "ck , mengapa jadi seperti ini?."


saat hanna ingin memasuki kamar tangan nya di tarik oleh pangeran aska xian yi."


Hanna menatap "ada perlu apa pangeran?."


pangeran aska "kau sungguh mempesona kaka ku." (Tatapan nakal)


Hanna menatap dingin "kau berani berbuat tidak senonoh terhadap ku? , apa kau buta ini istana kaka mu? lepaskan." (menarik tangan)


Pangeran aska " oh kaka ku tidak perlu sok galak padaku ,kau tau aku tidak takut padamu." (tertawa nakal)


Hanna "hm sungguh tidak layak dirimu sebagai pangeran kerajaan ,sikap dan sifat mu lebih mencerminkan dirimu itu binatang."


Hanna "jika tidak ada yang perlu di bicarakan ,sebaik nya anda pergi dari sini."


Pangeran aska "sungguh gadis yang sombong."


dalam batin pangeran aska "lihat saja aku akan memiliki mu , ku buat kau tidak berdaya dan tidak mampu berkata apapun padaku!."


berjalan meninggalkan hanna dengan perasaan marah."


Hanna berbalik dan menuju kamar nya


Hanna "dimana yuan? (duduk di kursi rias)


Dalam batin hanna "pangeran aska terlihat begitu tidak memiliki etika ,dia sungguh lancang tanpa berfikir yang di rayu nya adalah istri saudara nya sendiri , pria seperti dia bagaikan cangkang telur mudah di hancurkan."

__ADS_1


Yuan memasuki kamar hanna."


Yuan "putri anda sudah kembali?." (berjalan mendekat)


Hanna menatap yuan "iya."


Yuan "apa yang anda bicarakan dengan permaisuri kirana? dia tidak melakukan hal buruk kan terhadap anda putri?."


Hanna "kau tenang saja dia tidak melakukan apapun terhadap ku , dia hanya meminta bantuan dari ku."


Yuan "bantuan?."


Hanna "iya , dia meminta ku untuk mengambil Kembali pedang miliknya yang di ambil paksa oleh pangeran toma."


Yuan terkejut "hah?! anda jangan sekali-kali ber urusan dengan pangeran itu putri."


Hanna "mengapa memang nya?."


Yuan "karna dia adalah seorang pangeran yang sangat licik dan akan melakukan cara apapun demi menjatuhkan lawan."


Hanna "oh."


Yuan "putri saya serius."


Hanna "aku juga , bahkan aku semakin ingin bertarung dengan pangeran toma itu."


Yuan "saya tau anda sungguh berani , namun anda harus berhati-hati."


Hanna "terimakasih saran nya."


Yuan "kapan anda akan pergi?."


Hanna "nanti malam , jadi kau ku perintahkan untuk menjaga kamar ku , jangan biarkan siapapun masuk dengan alasan apapun ,faham."

__ADS_1


Yuan "baik putri."


__ADS_2