Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
129


__ADS_3

Pangeran Iblis memperhatikan Hanna yang terlihat sangat berhati-hati kepadanya.


"Sudahlah, saat ini kau tidak dapat melihat. Mari ikut denganku saja." Ucap Pangeran Iblis dengan serius.


Raut wajah Hanna nampak muak dengan permainan murahan yang tengah Pangeran Iblis lakukan.


"Aku memang saat ini tidak dapat melihat. Dan kau sudah berhasil kembuatku buta, namun aku yang akan membuatmu pergi ke alam baka!." Ucap Hanna dingin.


"Dasar bodoh! Aku sudah berbaik hati padamu, apa kau pikir dengan kondisimu yang seperti ini suamimu itu akan menerimamu kembali kesisinya." Ucap Pangeran Iblis tegas.


"Heh, dengar baik-baik ya. Ini bukan urusanmu!." Ucap Hanna tegas.

__ADS_1


Tak lama Pangeran Iblis itu mengeluarkan sebuah ular dari dalam lengan bajunya. Ukuran ular itu cukup besar, dengan tubuh yang panjang mendekati tubuh Hanna yang tengah berdiri didepannya.


Hanna terlihat hanya terdiam, dia sangatlah tenang padahal saat ini dia sudah tidak dapat melihat. Namun tidak terlihat raut wajah yang menunjukkan dia ketakutan.


Ular hitam dengan tubuh yang cukup besar dan panjang mengelilingi tubuh Hanna dengan ekornya. Wajah ular itu mendekat kearah Hanna lidahnya hampir menyentuh dagu Hanna. Tanpa disadari Hanna yang terlihat tenang itu menebas kepala ular yang tengah berada dihadapannya dengan pedang yang berada digenggamannya itu.


Pangeran Iblis nampak terkejut, dengan apa yang Hanna lakukan dengan langkah cepat Pangeran Iblis berlari mendekat kearah Hanna dan berdiri dibelakangnya. Pangeran Iblis hampir mencium rambut Hanna yang terurai namun dengan cepatnya Hanna segera menghindar dan berdiri diatas dahan pohon yang cukup tinggi.


"Hmm... Aku memang tidak bisa melihat, tetapi aku masih bisa mendengar ternyata kau tidak cukup pintar, apa kau pikir dengan membuatku buta kau dapat mengalahkanku?! Mimpi saja kau!." Bentak Hanna.


"Sungguh luar biasa, aku sudah meremehkan dirimu yang ternyata sangatlah hebat. Namun bukan itu yang aku inginkan tetapi aku ingin Kichiro membenci dirimu yang sudah tidak bisa melihat ini, dia akan membuangmu Hanna, dia tidak akan pernah menginginkanmu lagi. Aku tidak mengerti ada masalah apa kau dengan dua wanita itu, namun kau harus membalas kebaikanku dengan tubuhmu!." Ucap Pangeran Iblis dengan licik.

__ADS_1


Hanna menggertakkan giginya, dia terlihat sangatlah muak dengan Pangeran Iblis yang tidak tau diri itu.


"Menginginkan tubuhku ya?! Hah sehelai rambut ini jangan sampai tersentuh tangan kotormu itu! Kau membuatku semakin muak. Kuberi dua pilihan bunuh diri, atau biarkan aku membunuhmu!." Ucap Hanna tegas.


"Aduh galaknya, aku jadi semakin tertarik denganmu." Ucap Pangeran Iblis.


Hanna dengan cepatnya meloncati dahan pohon dan berlari kearah Pangeran Iblis. Pangeran Iblis yang terlihat tenang, dengan cepat menghalau pedang Hanna dengan tangannya. Sedikitpun dia tidak terluka angin berhembus kencang Hanna segera menendang perut bagian bawah Pangeran Iblis. Dengan cepat dia terdorong kebelakang sambil memegangi perutnya dia tertawa sinis kepada Hanna.


Hawa membunuh terlihat jelas dari raut wajah Hanna, kekuatan benih petir memenuhi pedang Hanna dengan cepat dia berlari ke arah Pangeran Iblis beberapa serangan dia keluarkan, namun Pangeran Iblis mengalaunya dengan cepat.


"Tidak disangka, meskipun dia sudah kubuat buta namun caranya bertarung masih sangatlah luar biasa." Dalam benak Pangeran Iblis.

__ADS_1


"Apa kau hanya dapat menghindar?! Jika tidak bisa bertarung bunuh diri saja!." Ucap Hanna dingin.


__ADS_2