
Di saat Pangeran tengah berjalan untuk kembali ke Istana Yu, ditengah perjalanan Pangeran Kichiro terpaksa untuk menghentikan langkahnya karena dia melihat seorang pria tua, bertubuh bungkuk tengah diserang oleh mahluk aneh, dia tidaklah tau apa nama dari mahluk aneh itu, tubuhnya hanya dilapisi kulit merah yang keriput, kepalanya juga terlihat sedikit besar dengan dua tanduk diatasnya, dan kedua lengan mahluk itu dilengkapi dengan sayap yang terbuat dari kulitnya sendiri. Pangeran yang menyaksikan hal itu tentu saja dia tidak tinggal diam dan membiarkan mahluk aneh itu melukai seorang pria yang sudah tua renta itu. Tanpa pikir panjang Pangeran Kichiro segera menghampiri mahluk aneh itu dan seorang pria tua dengan tubuh yang sudah terbungkuk, saat mahluk aneh itu akan segera melukai wajah dari seorang pria tua yang tengah berada dihadapannya, Pangeran Kichiro segera mengeluarkan kekuatannya untuk menghalau mahluk aneh itu agar tidak dapat melukai kakek tua yang terlihat sudah sangat tertekan.
Dengan segera kekuatan yang Pangeran Kichiro berikan membidik sempura mengenai wajah mahluk itu, Mahluk aneh itu terkejut, segera ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan, dia terus berjalan mundur sambil bertriak kesakitan. Pangeran Kichiro yang melihat hal itu kemudian dia segera berjalan dengan cepat untuk menghampiri kakek tua yang sudah terbungkuk itu. Pangeran Kichiro menyentuh bahunya dengan kedua lengan Pangeran, tatapannya begitu tajam saat tengah menatap mahluk aneh yang saat itu masih merasa kesakitan, karena kekuatan yang Pangeran Kichiro berikan melukai kedua matanya.
"Kakek, apa kau baik-baik saja?" ucap, Pangeran Kichiro yang berbicara kepada seorang pria tua yang tengah ia rangkul itu.
Pria tua itu yang melihat Pangeran Kichiro membantu dirinya, merasa sangat beruntung akhirnya dia menemukan seseorang yang rela membantu dirinya disaat seperti ini. Jika dilihat dari Pakaian Pangeran Kichiro, kakek tua itu sudah dapat menduga bahwa orang yang tengah membantunya ini adalah seorang Pangeran dari sebuah kerajaan.
"Iya, aku baik-baik saja, Nak." Ucap, Pria tua itu dengan segera menatap ke arah mahluk aneh yang masih merasa kesakitan.
"Jika anda merasa terancam dengan mahkuk itu, biarkan saja saya yang menghadapinya, anda beristirahat saja, dan tunggu saya di belakang dahan pohon yang berdiri dibelakang kita itu." Ucap, Pangeran Kichiro yang sedikit melirik ke arah belakang.
Kakek tua yang sudah terbungkuk itu segera menatap wajah Pangeran Kichiro, kemudian kakek tua itu berbicara kepada diri Pangeran.
"Berhati-hatilah, Nak. Dia bukanlah lawan yang mudah untuk kau hadapi." Ucap, kakek tua itu yang menatap wajah Pangeran Kichiro.
Pangeran yang segera menatap kembali wajah dari Kakek tua itu, segera ia berbicara kepada kakek tua itu, dengan suara tegas agar dapat menenangkan kakek tua itu.
__ADS_1
"Iya, saya paham, tapi percayakan semuanya kepada diri saya, kakek cukup tunggu di depan dahan Pohon besar yang berada dibelakang kita, ini tidak akan lama." Ucap, Pangeran Kichiro yang berbicara kepada Kakek tua itu.
Pria tua dengan tubuh yang sudah terbungkuk itu akhirnya mempercayai Pangeran Kichiro, dia kemudian segera mendengarkan ucapan dari Pangeran untuk menunggu dirinya didepan dahan pohon yang sangat besar dan tinggi.
"Baiklah, aku akan pergi, berhati-hatilah, Nak." Ucap, Kakek tua itu.
Pangeran Kichiro yang memperhatikan Kakek tua telah pergi meninggalkan dirinya, membuat Pangeran semakin berleluasa untuk mengalahkan mahluk aneh itu. Mahluk aneh itu terlihat sangat kesal, terhadap apa yang Pangeran Kichiro lakukan, setelah penglihatannya kembali normal, mahluk aneh itu segera berbicara dengan suara yang amat keras, juga terdengar sangat marah.
"Sialan! Dasar bocah! Beraninya kau ikut campur dalam urusanku! Lebih baik kau pulang saja, atau malam ini akan menjadi yang terkahir untuk hidupmu!" Bentak Mahluk aneh itu dengan kesal.
"Cih! Siapa kau berhak untuk memerintah diriku!! Aku paling tidak suka melihat seseorang ditindas oleh mahluk semacam dirimu!" Ucap, Pangeran Kichiro yang segera mengeluarkan kekuatannya dari dalam lengan kanannya, sebuah gumpalan berwarna merah dan hitam membentuk sebuah bola, kemudian Pangeran Kichiro segera melangkah dengan cepat untuk dapat menyerang Monster itu.
Pria tua yang tengah berdiri didepan dahan Pohon yang cukup besar, terus memperhatikan semua pergerakan dari Pangeran Kichiro, tak lama kemudian dia tersenyum tipis saat memperhatikan Pangeran Kichiro, yang tengah menyerang Monster itu.
"Tidak ada satu pun dari keluarga kalian yang berhak mengacau didunia Manusia ini!" Ucap, Pangeran Kichiro yang terus mengeluarkan serangannya.
Beberapa kali Monster itu mengepakkan sayapnya untuk menyerang tubuh Pangeran, namun dengan mudahnya Pangeran Kichiro dapat menghindari serangan itu, Monster itu terlihat sangat kesal dengan segera ia mengeluarkan kekuatannya yang dari dalam tanah, Pangeran Kichiro yang saat itu tengah berpijak diatas tanah dibuat sengat terkejut dengan tanah yang ia injak dapat hidup dan menghisap tubuhnya kedalam.
__ADS_1
"Hahaha!" Suara tawa yang terdengar sangat keras, rasa puas diri dari Monster itu saat melihat Pangeran Kichiro terlihat tak kuasa untuk melepaskan diri dari tanah yang terus menghisap tubuhnya dengan cepat.
Pria tua itu sedikit menyipitkan matanya saat melihat Pangeran Kichiro terlihat tidak melakukan apa-apa, namun dia masih terlihat tidak ingin membantu Pangeran Kichiro yang terlihat tengah kesulitan. Namun, sesuatu hal yang tidak terduga saat tubuh Pangeran Kichiro yang tadi tengah terhisap oleh tanah yang seakan hidup, lenyap dari pandangan, hal itu membuat Monster dan juga pria tua itu nampak terkejut, Monster aneh itu kemudian segera memperhatikan sekitar, dia menoleh ke arah kanan dan kiri, sambil berteriak dengan suara kerasnya.
"Dimana kau! Bocah tidak tau diri!" Ucap, Monster itu dengan perasaan marah.
Saat Monster itu tengah mencari dimana Pangeran Kichiro bersembunyi dia yang memalingkan pandangannya ke arah belakang, namun ia tidak dapat menemukan batang hidung Pangeran Kichiro.
"Bocah sialan! Aku tidak ada waktu untuk bermain main dengan dirimu!" Teriak Monster itu dengan kesal.
Tak lama kemudian sinar berwarna biru melesat dengan cepat dari arah belakang, ternyata itu adalah bayangan dari Pangeran Kichiro, segera Pangeran Kichiro menendang punggung dan kepala Monster itu dengan sangat keras, bahkan sampai membuat Monster itu jatuh kedalam tanah hidup yang ia buat sendiri.
"Kurang ajar!! Beraninya kau!!" Ucap, Monster itu dengan perasaan kesal terhadap Pangeran Kichiro.
"Cukup bermain-mainnya! Biar aku tunjukkan kepada dirimu seberapa hebat kekuatan yang aku miliki!" Bentak Monster itu dengan suara besarnya.
Pangeran Kichiro yang tengah memperhatikan Monster itu yang segera berevolusi menjadi sangat besar, hanya terdiam sambil mengeluarkan sesuatu, tak lama kemudian sebuah Pedang dengan warna perak tengah berada dalam genggamannya. Pria tua yang melihat Pedang milik Pangeran Kichiro begitu terkejut, dia sungguh tidak menyangka ia akan ditemukan dalam waktu yang seperti ini.
__ADS_1