
Keresahan Permaisuri Jian.
Setelah mereka berbincang bincang cukup lama akhir nya keduanya memutuskan untuk pergi meninggalkan hutan.
Permaisuri Jian yang berjalan terus untuk menuju Istana Yu, tengah merasakan keresahan terhadap takdir hidup nya itu akan seperti apa.
"Aku tidak bisa begitu saja mempercayai nya, apa sebaik nya aku menyingkirkan nya saja agar hidup ku tidak terus diselimuti dengan kecemasan dan ketakutan." Dalam benak permaisuri jian.
Di jalan yang berlawanan permaisuri ayunian juga tengah memikirkan sesuatu hal yang buruk terhadap sahabat nya yang sudah lama dia kenali itu.
"Gawat, gawat, ini bencana untuk ku jika jian benar benar membenci ku maka semua rencana ku akan gagal begitu saja, aku tidak ingin rencana yang sudah akuu bangun sejak awal hancur begitu saja hanya karena masalah ini."
Rasa kekhawatiran muncul dalam diri ke dua nya, mereka terus berjalan menjauh, permaisuri ayunian kembali ke istana lin sedangkan sahabat karib nya itu kembali ke kediaman yu.
Tak lama permaisuri ayunian tiba di istana lin, dengan menaiki atap rumah dia memasuki kamar nya dengan berhati hati agar orang istana tidak ada yang melihat nya.
__ADS_1
Dengan cepat permaisuri ayunian meloncat ke lantai kamar nya dia memperhatikan atap yang masih terbuka itu.
Dia mencari cari kursi yang akan di gunakan nya untuk merapihkan atap kamar nya, sebelum orang lain melihat dan mencurigai nya.
Permaisuri menatap kursi yang berada di depan meja rias nya, segera dia berjalan dan mengambil kursi itu, dengan cepat permaisuri segera merapihkan atap nya dan duduk di kursi.
"Huh, mengapa jadi begini belum selesai satu masalah sudah datang lagi masalah baru, sangat menjengkelkan harus bagaimana ini sekarang? Sial mengapa semua menjadi begini."
Dengan kesal permaisuri ayunian berkata sendiri di dalam kamar nya, wajahnya terlihat sangat bingung, cemas dan kesal semua yang sudah ia rencanakan hancur begitu saja karena satu kebodohan yang sudah di perbuat oleh putri nya.
Saat permaisuri ayunian tengah berbicara sendiri di dalam kamarnya terdengar suara ketukan pintu, permaisuri ayunian terkejut dia menyangka yang tengah mengetuk pintu adalah kaisar.
"Aduh gawat, apa jangan-jangan itu Kaisar Lin? Aku berbicara tidak terlalu keras bukan, semoga saja dia tidak mendengarkan ucapan mu." Ucap, Permaisuri Ayunian dengan perasaan panik.
Permaisuri Ayunian segera bangun dari duduk nya dia merapihkan pakaian nya agar terlihat rapih saat bertemu dengan kaisar.
__ADS_1
Permaisuri Ayunian membuka pintu itu dengan perlahan, tanpa melihat siapa yang berada di hadapan nya dia hanya mengira itu adalah kaisar.
"Ada apa Kaisar? Apakkah anda akan bermalam disini?" ucap, Permaisuri Ayunian.
Kemudian permaisuri ayunian menatap orang yang berada di hadapan nya itu dia terkejut ternyata orang yang mengetuk pintu nya bukan lah kaisar melainkan Satoru.
"Raja satoru ada perlu apa anda datang kemari?!" Ucap, Permaisuri Ayunian dengan perasaan terkejut.
Dengan raut wajah yang sedikit panik permaisuri ayunian menatap raja satoru, pria itu hanya tersenyum memandang wajah dari permaisuri ayunian, tanpa berkata apapun dia mendorong tubuh permaisuri ayunian ke dalam kamar nya.
Permaisuri ayunian terkejut segera dia menahan tubuh dari raja satoru yang mencoba untuk mendekati nya.
"Lama tidak berjumpa kau nampak sangat cantik sekarang, apa kau tau aku sangat merindukan mu."
Permaisuri ayunian hanya terdiam mendengar ucapan dari pria itu, kemudian raja satoru menjatuhkan tubuh permaisuri ayunian ke dalam kasur nya.
__ADS_1