Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Kelicikan Haruka.


__ADS_3

"Baiklah Norr, aku akan pergi sekarang juga, selalu ingat akan pesan dariku." Ucap, Haruka dengan tatapan tajamnya kepada diri Norr.


Norr yang melihat hal itu lalu dengan segera ia membalas ucapan dari diri Haruka dengan santai.


"Kau tenang saja aku akan menuruti setiap perintah darimu." Ucap, Norr dengan sedikit tersenyum tipis dihadapan Haruka.


Haruka yang melihat hal itu kemudian dia segera menganggukkan kepalanya, setelah itu Haruka segera berbicara lagi kepada diri Norr.


"Baguslah, aku pergi." Ucap, Haruka yang segera membalikkan tubuhnya, lalu dia segera berjalan untuk dapat meninggalkan diri Norr yang tengah berada didalam Rumah Kayu itu.


Norr yang melihat hal itu hanya terdiam, lalu segera ia mengepalkan kedua lengannya disamping pinggangnya.


"Xiao Chen!!" Dalam benak Norr dengan perasaan yang begitu sangat kesal terhadap diri Xiao Chen.


Lalu, dengan segera Norr membalikkan tubuhnya untuk dapat masuk ke dalam Rumah Kayu. Pangeran Kichiro yang tengah berada diatas dahan pohon yang cukup tinggi dan besar, terlihat begitu sangat pokus ketika melihat diri Haruka yang telah keluar dari dalam Rumah dan tengah berjalan untuk dapat meninggalkan hutan itu, Pangeran Kichiro tidaklah tau kemana Haruka akan pergi. Namun, Pangeran Kichiro harus terus memastikan agar dirinya tidak kehilangan jejak dari Haruka. Dengan diam-diam Pangeran Kichiro segera mengikuti Haruka dengan cepat Pangeran menghilang dari tempatnya, lalu tidak lama kemudian Pangeran Kichiro tengah berada diatas dahan pohon yang cukup besar, terlihat saat itu dihadapannya Haruka tengah berjalan dengan santai dan terlihat tidak mengetahui keberadaan dirinya yang saat itu tengah mengikuti diri Haruka.


Haruka terus berjalan, ia melangkahkan kakinya diatas rumput hijau, sedangkan Pangeran Kichiro tengah bersembunyi dibalik dahan pohon yang cukup besar, Pangeran Kichiro terus mengamati diri Haruka. Haruka kemudian segera memperhatikan sekitar, tatapannya begitu sangat dingin, lalu dengan cepat Haruka meloncat ke atas dahan pohon besar yang tengah berada disampingnya itu. Haruka meloncati setiap dahan pohon itu dengan sangat cepat, pergerakkannya begitu sangat lincah, Pangeran Kichiro yang tengah mengikuti diri Haruka mulai merasa bingung dengan sikap Haruka yang seperti itu, jika ia terus melakukan hal itu, cepat atau lambat tenaganya akan cepat terkuras.


"Huft... Apakah dia mulai mengetahui ada seseorang yang tengah mengikuti dirinya?" ucap, Pangeran Kichiro yang terus mengikuti Haruka.


Ketika Haruka tengah berada diatas dahan pohon yang cukup tinggi, Haruka segera memejamkan sepasang Matanya lalu tak lama kemudian tubuhnya segera menghilang dari pandangan Pangeran Kichiro. Pangeran yang melihat hal itu merasa begitu sangat terkejut. Namun, tatapan dari sepasang Mata Pangeran Kichiro terlihat begitu sangat waspada. Tiba-tiba saja kaki kanan Pangeran Kichiro yang saat itu tengah berpijak diatas dahan pohon yang cukup besar, ditendang oleh kaki seseorang, yang membuat tubuh Pangeran Kichiro tidak seimbang, karena kurangnya pertahanan dari dirinya. Pangeran Kichiro yang sigap dengan segera ia meraih dahan pohon yang saat itu menjadi tempat pijakannya, ketika Pangeran telah bergantung diatas dahan pohon dengan satu tangan kirinya yang menggenggam erat dahan pohon, saat itu ia jadikan pijakan. Sepasang Mata biru Pangeran Kichiro menatap ke arah atas dilihatnya Haruka tengah bediri tegak diatas dahan pohon itu. Tatapannya begitu sangat mengerikan, sorot dari kedua bola Mata biru itu begitu sangat mematikan.

__ADS_1


"Apa tujuanmu yang sebenarnya?!" Ucap, Haruka dengan raut Wajah dingin.


Pangeran Kichiro yang melihat sikap Haruka, Wanita itu terlihat begitu sangat garang, tidak sama seperti waktu dirinya belum menyamar.


"Nona, saya mohon anda jangan salah paham dengan semua ini, saya tidak bermaksud untuk mengikuti diri anda, mungkin ini hanyalah sebuah kebetulan saja." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah menatap Wajah Haruka dengan sepasang Mata merahnya itu.


Ketika Haruka mendengar ucapan dari diri Pangeran Kichiro yang saat itu tengah menyamar, membuat dirinya tidak dapat mempercayai Pria itu dengan begitu saja.


"Aku tidak ingin membuang waktuku yang sangat berharga ini dengan mengurusi dirimu, lebih baik kau pergi saja dari hadapanku!" Ucap, Haruka dengan tatapan dari sepasang Mata yang begitu sangat tajam.


Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari diri Haruka, kemudian dia segera berbicara kepada diri Haruka dengan sedikit nakal kepada dirinya.


Haruka yang mendengar ucapan dari diri Pangeran Kichiro yang tengah menyamar itu, segera ia menunjukkan raut Wajah yang terlihat begitu sangat garang dihadapan Pangeran Kichiro.


"Apakah saat ini kau sudah menjadi seorang Pria lemah yang kehilangan semua kekuatanmu! Sayang sekali jika hal itu terjadi maka kau tidak akan pernah bisa memamerkan kekuatanmu itu dihadapan orang banyak, mungkin para Penggemarmu juga akan pergi meninggalkan dirimu!" Ucap, Haruka dengan tatapan dari sepasang Mata biru yang begitu sangat mengerikan.


Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari diri Haruka segera ia berbicara kepada Wanita itu, dengan terus menunjukkan sikap yang membuat diri Haruka kesal akan dirinya.


"Bagaimana kau bisa tau jika aku memiliki banyak sekali Penggemar? Atau jangan-jangan kau adalah salah satu dari Penggemarku itu, ya?" ucap, Pangeran Kichiro yang terus saja menggoda Haruka dengan penyamarannya.


Haruka yang mendengar hal itu merasa sangat kesal, lalu dengan segera ia mengangkat satu kaki kanannya dihadapan Pangeran Kichiro.

__ADS_1


"Terus saja berkata seperti itu, dengan begini aku akan benar-benar menjatuhkan dirimu! Katakan dengan sejujurnya kau mengikuti diriku, bukan!" Ucap, Haruka dengan nada bicara yang terdengar sangat kesal.


Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka sudah semakin marah, lalu Pangeran Kichiro dengan segera menjawab ucapan dari Haruka.


"Jangan diinjak... Sebenarnya aku hanya kebetulan saja bertemu dengan dirimu, tetapi setelah aku melihatmu yang terlihat begitu sangat tergesa, aku pikir kau akan bertemu dengan seorang lawan yang mungkin saja lebih kuat dari dirimu, aku bisa melihatnya dari sikapmu yang seperti itu, akhinya aku memutuskan untuk mengikuti dirimu, mungkin saja aku dapat membantu dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang saat itu tengah menatap Wajah Haruka.


Haruka yang mendengar ucapan dari diri Pangeran Kichiro segera ia menurunkan kaki kanannya, dengan tatapan yang begitu sangat tajam dari sepasang Mata birunya itu, Haruka terus saja memperhatikan diri Pangeran Kichiro yang saat itu tengah menyamar, Haruka tau betul, Pria itu sebenarnya memanglah sudah memiliki maksud sedari awal untuk mengikuti dirinya. Namun, ia hanya tidak ingin berterus terang saja terhadap dirinya.


"Siapa namamu? Dan darimana asalmu?" ucap, Haruka dengan tatapan yang masih sangat dingin dihadapan Pangeran.


Pangeran Kichiro yang melihat hal itu terlihat sedikit senang, karena pada akhirnya Haruka sedikit mengerti dirinya.


"Namaku Changyi, aku hanyalah seorang pengembara biasa." Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut Wajah tegasnya.


Haruka yang mendengar hal itu nampak sedikit tidak mempercayai perkataan dari dirinya, karena jika dilihat dia nampak seperti bukanlah orang biasa yang dapat dipermainkan. Namun, Haruka segera tidak memperdulikan hal itu, ia berpikir jika saja Pria itu dapat membantu dirinya dikala ia tengah berada dalam kesulitan.


"Hmm... Tak apalah, lebih baik aku memanfaatkan situasi seperti ini." Dalam benak Haruka yang menatap Wajah Pangeran Kichiro.


Haruka memang masih merasa aneh akan kehadiran dari diri Changyi yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruang lingkupnya, entah siapa dirinya. Namun, Haruka tidak dengan mudahnya mempercayai perkataan Changyi sepenuhnya.


"Bangunlah, jangan harap kau mendapatkan uluran tangan dariku." Ucap, Haruka dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2