
Haruka yang tengah berjalan menyusuri Hutan bersama dengan Pangeran Kichiro, terlihat begitu amat serius dalam langkahnya. Setelah sekian lama berjalan akhirnya dia dapat keluar dari dalam Hutan, dilihatnya dengan sepasang Mata biru itu sebuah pedesaan yang cukup besar, ia tidaklah tau jika Hutan itu ternyata terhubung dengan sebuah desa yang cukup besar. Haruka tanpa adanya rasa ragu sedikitpun dia segera meloncat untuk dapat menginjak sebuah tanah di pedesaan itu karena ternyata tempat yang saat itu ia pijak memiliki tanah yang lebih tinggi. Pangeran Kichiro yang melihatnya lalu dengan segera ia mengikuti Haruka yang telah meloncat lebih dulu itu.
Pangeran Kichiro begitu amat menjaga diri Haruka, ia bahkan akan memastikan jika Haruka ketika bersama dengan dirinya tidak ada yang bisa menyakitinya siapapun juga.
"Apakah jarak yang kita tempuh untuk dapat menuju ke dalam Istana itu cukup jauh?" tanya Pangeran Kichiro yang tengah berada dibelakang Haruka.
Haruka yang mendengar perkataan dari Pangeran Kichiro segera ia menoleh ke arah belakang untuk dapat melihat Pria itu.
"Memang, jaraknya memanglah cukup jauh, hmmm... Ikuti aku." Ucap, Haruka yang segera memalingkan pandangannya, lalu dengan cepat ia melangkahkan kakinya.
Pangeran Kichiro yang melihat hal itu terlihat sedikit bingung dengan apa yang Haruka sedang pikirkan, tetapi ia dengan segera mematuhi perkataan Haruka untuk mengikuti dirinya. Terlihat Haruka tengah berjalan dengan langkah yang sedikit cepat, lalu dia memperhatikan beberapa rumah Penduduk didalam desa itu. Begitu banyak orang ditempat itu yang telah lalu lalang, lalu pandangannya tertuju kepada seorang Pria yang tengah duduk diluar rumah bersama dengan seorang anak kecil, Haruka terdiam memandang Pria itu dengan tatapan dinginnya, Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka yang tengah tertuju pada seorang Pria agak tua tengah bermain dengan seorang anak kecil perempuan, membuat diri Pangeran Kichiro tertegun dengan sikap dari Haruka.
Haruka kemudian dengan segera berjalan ke arah Pria dan anak kecil yang tengah saling bermain didepan teras rumah itu. Pangeran Kichiro terlihat begitu amat bingung apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh diri Haruka. Pangeran Kichiro hanya menatapnya dari tempatnya dengan pandangan yang masih penuh tanya itu.
Tiba-tiba seorang anak kecil perempuan yang tengah bermain dengan sang Ayah menatap ke arah Haruka yang tengah berjalan mendekat ke arah dirinya, dengan segera anak kecil itu tersenyum manis kepada diri Haruka. Pria yang tengah bermain dengan anak kecil itu segera terkejut ketika Anaknya dapat tersenyum dan manis, Pria yang sedikit tua itu kemudian menatap diri Haruka yang tengah berdiri didepan Rumahnya dengan perasaan bingung Pria itu segera bertanya kepada Haruka.
"Siapakah diri anda ini, Nona?" tanya Pria itu dengan perasaan penuh tanya.
Haruka yang mendengar perkataan dari Pria itu segera ia menjawab tanyanya, dengan berlaku sopan terhadap Pria itu.
"Saya hanyalah seorang pengembara, saya datang kemari sebenarnya ingin meminta bantuan dari anda, Tuan." Ucap, Haruka dengan tutur kata yang lembut dan sikap yang sopan.
Pria itu kemudian segera terbangun dari duduknya, lalu dia menatap Pangeran Kichiro yang tengah berada dibelakang Haruka. Lalu, Pria itu kembali menatap diri Haruka.
"Apakah gerangan yang dapat saya bantu untuk diri anda, Nona?" tanya Pria itu dengan menatap Wajah Haruka yang tengah berdiri dihadapannya.
Haruka yang mendengar permintaan darinya disambut baik oleh Pria itu segera ia tersenyum tipis kepada Pria itu.
"Tuan, sebenarnya kami ingin pergi ke suatu tempat yang jaraknya cukup jauh dari tempat ini, aku membutuhkan seekor Kuda jika anda memilikinya dan berkenan untuk meminjamkannya kepada saya, saya pasti akan merasa sangat terbantu." Ucap, Haruka dengan tatapan tegas dihadapan Pria itu.
__ADS_1
Pria itu yang merasa masih curiga atas kehadiran dari Haruka segera ia bertanya lagi kepada Wanita itu.
"Untuk apa anda melakukan perjalanan yang sangat jauh itu? Bahkan anda sampai memerlukan seekor Kuda?" tanya Pria itu dengan perasaan curiga.
Haruka yang mendengar perkataan dari Pria itu segera ia menjawab tanyanya.
"Untuk menyelamatkan temanku, yang saat ini tengah dibawa pergi oleh seorang Pria yang jahat dan juga keji." Ucap, Haruka dengan tatapan yang penuh dengan keyakinan.
Anak kecil yang tengah bersama dengan Ayahnya itu segera ia menyentuh tubuh Ayahnya dan berbicara dengan dirinya.
"Ayah... Berikan saja Kakak cantik ini salah satu Kuda yang kau miliki, apakah kau tidak ingin dia menyelamatkan temannya yang tengah bersama dengan orang jahat?" ucap, Anak kecil itu yang terus menarik pakaian Ayahnya.
Ayah dari sang Anak kemudian merasa sangat terkejut akan sikap dari Putrinya yang begitu amat perduli akan seorang Wanita yang tidak ia kenali.
"Baiklah, aku memiliki beberapa Kuda didalam kandang, aku akan meminjamkan satu untuk dirimu." Ucap, Pria itu dengan menatap Wajah Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari Pria itu segera ia tersenyum kepadanya sambil menundukkan kepalanya dihadapan Pria itu.
Pangeran Kichiro yang melihat sikap Haruka yang begitu amat berbanding terbalik dengan sifat dan sikapnya yang terdahulu. Dan hal itu membuat diri Pangeran Kichiro merasa sangat senang, terlihat senyum tipis yang begitu menawan ketika mewarnai Wajahnya yang tampan itu.
"Tidak perlu sungkan, asalkan kau berjanji dapat menjaga Kuda ku dengan sangat baik. Ucap, Pria itu yang segera terbangun dari duduknya.
Haruka yang mendengar perkataan dari Pria itu segera ia berbicara dengan Pria itu dengan sedikit tersenyum kepada Pria itu.
"Nama saya adalah Haruka, jika saya boleh tau, siapakah nama anda ini, Tuan?" tanya Haruka yang menatap ke arah Pria yang tengah berdiri dihadapannya itu.
Pria yang agak tua itu segera menjawab perkataan dari diri Haruka, sambil menatap Wajahnya.
"Aximing, Nona Haruka, baiklah saya akan membawakan seekor Kuda untuk dirimu, sebentar ya Anak Ayah." Ucap, Tuan Aximing yang segera mengalihkan pandangannya dan mengelus rambut Putrinya itu dengan sangat lembut.
__ADS_1
Haruka yang melihat Ayah dan Anak yang memiliki hubungan keluarga yang amat dekat itu membuat hatinya tersentuh, lalu Tuan Aximing segera berjalan untuk dapat keluar dari dalam Rumahnya, ia berjalan ke arah Haruka, lalu dengan segera ia melewatinya dan pergi ke arah belakang Rumahnya. Haruka yang tengah terdiam lalu dengan segera lengan kanannya digenggaman oleh tangan dari Anak Tuan Aximing dengan sangat erat.
"Kaka Haruka, namaku Lizue, apakah kau ingin bermain dengan diriku?" ucap, anak gadis kecil itu dengan memasang senyum polos diwajahnya.
Haruka yang terkejut segera ia mengelus rambut Lizue dengan perlahan menggunakan lengan kirinya.
"Baiklah Lizue." Ucap, Haruka yang segera merendahkan tubuhnya untuk dapat menatap anak kecil itu.
Haruka yang tengah merendahkan tubuhnya itu dengan segera ia mengangkat kepalanya untuk dapat memeriksa keadaan didalam Rumah Tuan Aximing, lalu dengan segera ia menghela napasnya. Lalu tiba-tiba saja Haruka mengangkat tubuh kecil Lizue ke atas dengan kedua tangannya, Lizue yang awalnya begitu sangat terkejut lalu dengan segera ia tertawa sambil menunjukkan rona merah pada Wajahnya. Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka begitu amat penuh kasih terhadap seseorang dengan segera dalam benaknya ia bersuara.
"Berapa banyak lagi suatu hal yang tidak aku ketahui darimu, ada berapa banyak lagi rahasia yang kau simpan didalam dirimu, Haruka?" ucap, Pangeran Kichiro yang segera berjalan ke arah Haruka.
"Apa kau suka itu?" tanya Haruka dengan perasaan senang terhadap Lizue.
Lizue hanya tertawa senang, lalu tak lama kemudian datanglah Tuan Aximing dengan membawa seekor Kuda berwarna putih yang terlihat sangat gagah. Haruka kemudian segera menatap ke arah Tuan Aximing yang tengah berjalan ke arah dirinya, Pangeran Kichiro yang melihat kehadiran dari Tuan Aximing segera ia menghentikan langkahnya.
"Ayahmu sudah kembali, kini waktunya Kakak harus pergi." Ucap, Haruka yang segera menurunkan tubuh Lizue.
Lizue yang melihat hal itu segera ia menunjukkan raut Wajah sedih dihadapan Haruka.
"Kakak kapan kita akan bermain lagi?" tanya Lizue yang segera menarik pakaian Haruka dengan erat.
Tuan Aximing yang melihat Putrinya begitu amat dekat terhadap seorang Wanita asing membuat dirinya merasa tersentuh. Haruka yang masih menatap Wajah Lizue segera ia membelai rambut anak kecil itu dengan sangat lembut.
"Hmm... Kita pasti akan bermain lagi, mungkin setelah aku selesai dengan semua urusanku." Ucap, Haruka yang menatap Wajah Lizue.
Lizue yang mendengar perkataan dari diri Haruka segera ia menunjukkan sikap yang begitu amat senang.
"Berjanjilah kepadaku, bahwa kau akan kembali setelah semua urusanmu telah usai." Ucap, Lizue yang segera mengangkat jari kelingking dihadapan Haruka.
__ADS_1
Haruka yang terlihat begitu amat terkejut dengan sikap dari Lizue ia hanya mampu tersenyum sambil membalas perkataan dari Lizue.
"Baiklah." Ucap, Haruka yang segera menyatukan jari kelingkingnya.