
istana Yu.
Permaisuri berjalan menuju kolam ikan, Zofan menatap.
"Bukankah itu Permaisuri? Sepertinya dia sedang memberi makan ikan? Aku akan mencoba mendekatinya." Ucap Zofan.
Zofan berjalan menghampiri Permaisuri Jian.
"Saya yakin ikannya akan tumbuh besar dan sehat, anda rajin sekali memberi makan ikan emas ini."Ucap Zidan dengan tersenyum menatap Permaisuri Jian.
Permaisuri yang sedang memberi makan ikan segera menatap Zofan.
"Jika kau ingin membunuh Hanna, aku akan memberikanmu sebuah cara." Ucap Permaisuri Jian.
"Apakah itu Permaisuri? Ucap Zofan degan terkejut menatap Permaisuri.
"Bawa dia ke dalam hutan, aku akan memberikanmu sedikit kekuatanku, bunuh dia dengan kekuatan yang ku berikan padamu." Ucap Permaisuri Jian yang menatap Zofan.
"kekuatan? Maksud anda ilmu sihir?." Ucap Zofan.
"Jika kau mau aku akan memberikannya padamu, tapi kau harus berhasil, jika tidak sungguh percuma ilmu yang akan ku berikan untukmu." Ucap Permaisuri Jian.
"Anda tenang saja Permaisuri, Hanna itu tidak memiliki kekuatan apapun dia hanya gadis biasa." Ucap Zofan.
"Kalau begitu nanti malam bawalah dia ke dalam hutan, tapi sebelum itu kau harus temui aku dulu, aku akan menunggumu di dalam kamarku." Ucap Permaisuri Jian.
"Baik, Permaisuri, tapi dari mana anda mendapatkan ilmu itu?." Ucap Zofan.
"Kamu tenang saja, kekuatan ku ini bukan lah ilmu hitam, seluruh keluarga Yu memilikinya karna ilmu ini sudah turun-temurun." Ucap Permaisuri Jian.
"Dan sekarang anda memberikannya kepada saya? anda sungguh sangat percaya pada saya Permaisui terimakasih." Ucap Zofan dengan senang.
"Jika tidak ada urusan lagi, pergilah." Ucap Permaisuri Jian.
__ADS_1
"Baik, saya pamit undur diri permaisuri."
Zofan pergi dengan suasana hati senang.
"Hmm jika tubuhnya tidak mampu menerima ilmu batinku ini maka dia akan mati." Ucap Permaisuri Jian yang segera berjalan pergi.
Malam Hari.
Zofan segera keluar dari kamarnya, dengan menatap sekeliling dirasa tidak ada yang melihat Zofan bergegas mnuju kamar Permaisuri Jian.
"Aman, sekarang aku harus menemui permaisuri jian dan setelah itu aku harus mengajak Hanna ke dalam hutan dengan segera membunuhnya." Ucap Zofan dengan tatapan benci.
Zofan berjalan dan menuju kamar Permaisuri Jian, Zofan segera mengetuk pintu Permaisuri dengan perlahan.
"Masuklah." Ucap Permaisuri Jian.
"Baik Permaisuri." Ucap Zofan dengan segera membuka pintu dan memasuki kamar Permaisuri.
"Tidak ada yang melihatmu kan? ucap Permaisuri Jian.
"Saya sudah memastikannya, dan tidak ada satupun orang yang melihat." Ucap Zofan dengan yakin.
"Kalau begitu kamu kemarilah." Ucap Permaisuri Jian.
Zofan berjalan mendekati kasur dan duduk di samping Permaisuri.
"Apa kau sudah siap? tanya Permaisuri.
"Saya sangat siap." Jawab Zofan.
Permaisuri Kian membaikkan tubuhnya dan menghadap punggung Zofan, Permaisuri mengangkat tangannya dan meletakkan pada punggung Zofan.
Zofan sangat kesakitan, tapi entah mengapa dia tidak dapat menggerakkan tubuhnya, tubuhnya sangat kaku, dan sakit sekali.
__ADS_1
Tak lama kemudian Permaisuri menurunkan tangannya.
"Zofan sekarang kekuatan batin ku ada padamu, jadi kau harus berhasil membunuh Hanna." Ucap Permaisuri Jian yang segera berdiri dari duduknya dan sedikit menjauh.
"Benarkah? Ucap Zofan yang segera berbalik dan berdiri unruk menghampiri Permaisuri Jian. "Terimakasih Permaisuri." Ucapnya sambil memberi hormat.
Permaisui Jian menatap Zofan. "Sekarang kau pergilah."
"Baik." Ucap Zofan bergegas pergi.
Permaisuri Jian menatap Zofan dalam batinnya "Jika dia mati maka hidupku akan tenang."
"Hanna sekarang kau akan mati ditanganku, tidak ada yang dapat membantumu kali ini." Ucap Zofan yang berjalan sambil mengepalkan tangannya.
Didalam kamar Hanna.
Hanna yang tengah duduk di kasur.
"Putri anda sedang memikirkan apa? ucap Yuan kepada Hanna.
"Tidak ada." Ucap Hana.
Tak lama pintu di ketuk.
"Yuan tolong bukakan pintunya." Ucap Hanna menatap pintu.
"Baik putri" segera Yuan berjalan untuk membukakan pintu. Dalam batinnya. "Siapa malam begini mengunjungi kamar putri apakah pangeran sudah kembali?."
Tak lama pintu terbuka.
Yuan menatap Zofan yang berada dihadapannya.
"Halo." Ucap Zofan menatap Yuan.
__ADS_1