Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Kesetiaan.


__ADS_3

Tap...


Tap...


Tap...


Suara derap langkah kaki yang berjalan memasuki sebuah kamar yang sangat besar, Xiao Chen yang tengah berada dihadapan Putri Kirana kini tengah menatap dirinya dengan tatapan tajam.


Putri Kirana yang terpejam segera dikejutkan dengan suara lantang dari Xiao Chen yang tengah berbicara kepada dirinya.


"Bangun! Buka Matamu! Jika tidak maka aku akan benar-benar membunuh dirimu!" Bentak Xiao Chen dengan perasaan kesal terhadap Putri Kirana.


Putri Kirana yang mendengar perkataan dari Xiao Chen segera ia tersenyum licik, tanpa membuka sepasang Matanya, Putri Kirana segera menjawab ucapan dari Xiao Chen.


"Heh! Membunuh diriku?! Apakah kau yakin akan melakukan hal semacam itu!" Ucap, Putri Kirana dengan nada bicara sinis kepada Xiao Chen.


Xiao Chen yang mendengar perkataan dari Putri Kirana yang begitu amat sombong, membuat dirinya merasa sangat kesal, kemudian Xiao Chen segera mengangkat lengan kanannya dihadapan Putri Kirana, dengan cepat telapak tangan dari Xiao Chen mengeluarkan sebuah kekuatan yang segera ia arahkan kepada diri Putri Kirana.


"Cih! Sungguh angkuh sekali dirimu! Kau pikir aku benar-benar membutuhkan dirimu! Kau terlalu menganggap tinggi dirimu sendiri!" Ucap, Xiao Chen yang segera mengeluarkan sebuah kekuatan dari dalam telapak tangannya.


Putri Kirana yang masih menundukkan kepalanya, sambil memejamkan sepasang matanya itu tidak lah tau apa yang akan dilakukan oleh Xiao Chen terhadap dirinya. Sehingga ketika kekuatan dari Xiao Chen menyerang dirinya, membuatnya tidak dapat mengelak serangan itu.


"Emh!" Ucap, Putri Kirana yang terlihat begitu sangat kesakitan ketika kekuatan milik Xiao Chen menyerang tubuhnya.


Terlihat rasa sakit yang diberikan oleh Xiao Chen terhadap dirinya begitu amat menyiksa tubuhnya. Namun, hal itu masih membuat dirinya sanggup untuk menunjukkan senyum terbaik dihadapan Xiao Chen bahkan ia berani bersuara sambil menatap tajam sepasang Mata dari Xiao Chen.


"Ketahuilah, kau hanyalah Pria bodoh yang terlalu berambisi terhadap suatu hal!" Ucap, Putri Kirana dengan sepasang Mata yang menatap tajam Xiao Chen.

__ADS_1


Xiao Chen yang melihat tingkah dari Putri Kirana, yang terlihat semakin lama begitu serupa dengan sifat dan sikap dari diri Haruka, membuatnya merasa begitu amat muak dengan semua sandiwara yang tengah Putri Kirana tunjukkan kepada dirinya.


"Hahaha! Untuk apa terus bersandiwara Kirana? Kau selamanya tidak akan pernah bisa menjadi seperti diri Haruka, kau hanyalah seorang Putri yang tidak berguna, bahkan kau tidak mampu untuk membebaskan dirimu sendiri dari belengguku ini!" Ucap, Xiao Chen dengan perasaan kesal dihadapan Putri Kirana.


Putri Kirana yang mendengar perkataan dari Xiao Chen yang terdengar begitu amat membuat batinnya semakin memberontak segera Putri Kirana berbicara kepada diri Xiao Chen dengan perasaan muak dalam dirinya.


"Aku memang lah sangat ingin menjadi seperti Haruka, dia adalah seorang Wanita yang sangat tangguh! Jika aku ini tidaklah berguna, lalu bagaimana dengan dirimu! Apakah kau ini berarti dalam diri Haruka! Apakah kau bisa menjadi seperti Kichiro? Kau tidak pernah bisa bukan? Hingga kau begitu sangat ingin melenyapkan dirinya dan memiliki Haruka seutuhnya, tetapi karena Haruka tidak pernah mencintai dirimu kau juga bermaksud ingin melenyapkan dia bukan, dengan perantara dariku, tetapi sebelum itu kau sangat ingin membuat diriku dibenci oleh Haruka, bukan!! Benarkan semua ucapanku itu! Kau hanya merasa tidak memiliki siapapun dalam dirimu! Sehingga kau tidak pernah bisa melihat orang lain bahagia, benar bukan! Dan kau...." Ucap, Putri Kirana dengan terus menatap diri Xiao Chen dengan tatapan tajam yang begitu sangat menusuk itu.


"Diam...! Hentikan! Kau tidak tau...! Kau tidak pernah bisa mengerti keadaanku!" Ucap, Xiao Chen dengan perasaan kesal bercampur marah terhadap diri Putri Kirana. Tiba-tiba saja kekuatan milik Xiao Chen yang tengah menyerang tubuh Putri Kirana segera menghilang dan membuat tubuh Putri Kirana terbebas dari kekuatan yang telah melukai dirinya itu.


Putri Kirana melihat Xiao Chen yang tengah merasa kesal akan ucapan darinya.


"Ada apa Xiao Chen! Jadi semua perkataanku itu benar bukan!" Ucap, Putri Kirana dengan perasaan terkejut.


Sungguh Putri Kirana tidaklah menyangka, dampak dari perkataannya mampu membuat diri Xiao Chen menjadi seperti itu, Putri Kirana merasa begitu sangat ketakutan ketika melihat sikap dari Xiao Chen yang begitu amat menyeramkan.


"Apa kau tau, apa kau mengerti, bagaimana rasanya mencintai seseorang tetapi dia tidak pernah bisa mencintai dirimu! Apakah kau dapat membayangkan bagaimana rasa pahit yang harus kau telan!" Ucap, Xiao Chen dengan perasaan kesal bercampur sedih dihadapan Putri Kirana.


"Sayangnya, tidak! Jadi rasakan saja kepedihan itu sendirian!" Ucap, Putri Kirana dengan tatapan tajam yang begitu amat mengerikan.


Xiao Chen yang mendengar perkataan dari Putri Kirana merasa begitu amat terkejut, ternyata Wanita itu begitu sangat tidak memiliki hati sama seperti Haruka.


"Hehe...! Haha...! Tidak masalah, tetapi apa kau tau Haruka tengah mencari keberadaanmu, dan ini adalah sebuah kesempatan bagi diriku, aku tidak perlu datang kepadanya, karena dia lah yang akan datang menemui diriku sendiri! Sungguh pertemanan yang begitu sangat manis sekali! Aku jadi begitu sangat terharu!" Ucap, Xiao Chen dengan tatapan tajam ketika menatap Putri Kirana yang tengah berada dihadapannya itu.


Putri Kirana yang mendengar perkataan dari Xiao Chen yang berkata bahwa Haruka tengah mencari keberadaannya membuatnya merasa sangat tidak menyangka dengan semua hal itu.


"Haruka, jangan kemari, aku mohon." Dalam benak Putri Kirana yang menatap diri Xiao Chen dengan perasaan cemas dalam dirinya.

__ADS_1


^°^°^


Sedangkan didalam Hutan terlihat Haruka dan juga diri Pangeran Kichiro yang tengah menyamar tengah menyusuri Hutan.


"Luas sekali tempat ini, seandainya aku mendapatkan sebuah petunjuk untuk mengetahui dimana keberadaan Xiao Chen dan juga Kirana saat ini pastilah.... " Ucap, Haruka yang tengah berjalan menyusuri Hutan, namun dengan tiba-tiba Haruka teringat akan suatu hal yang membuat dirinya menghentikan langkahnya seketika.


"Istana Xiao Chen! Tetapi apakah mungkin Kirana juga berada disana." Ucap, Haruka dengan perasaan yang masih belum terlalu yakin.


Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka yang terlihat masih bimbang, segera Pangeran Kichiro menyela ucapan dari diri Haruka.


"Tidak ada salahnya kita mencobanya bukan? Daripada kita hanya berjalan saja tanpa adanya tujuan yang jelas, jika mereka tidak berada ditempat itu mungkin saja kita bisa mendapatkan sebuah petunjuk lain disana." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.


Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran Kichiro segera ia menoleh ke arah belakang, sambil menatap tajam Wajah Pangeran Kichiro.


"Hmh, kau benar Changyi." Ucap, Haruka yang segera menjawab ucapan dari Pangeran Kichiro yang tengah menyamar itu.


Haruka kemudian segera membalikkan tubuhnya dan melanjutkan perjalanannya, begitu pun dengan Pangeran.


"Kita sepertinya tidaklah saling mengenal, tetapi mengapa aku begitu tidak mempermasalahkan dirinya, aku baru tersadar sedari tadi aku tengah berjalan dengan seorang Pria asing, apa maksud dari tujuannya yang terus saja mengikuti diriku? Aku sungguh sangat tidaklah yakin jika dia adalah seorang Pengembara, ataukah dia adalah utusan dari sang Dewa?! Ah... Haruka, kau hanya berpikir terlalu banyak, lihatlah dia hanyalah seorang Pria biasa yang hidup sebatang kara, mungkin dia hanya membutuhkan seorang teman, sejauh ini dia begitu sangat baik terhadap diriku, tetapi aku harus tetap bersikap waspada terhadap dirinya." Dalam benak Haruka yang tengah memikirkan sosok Pria yang tengah mengikuti dirinya.


Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka yang tengah termenung tanpa memperhatikan langkah kakinya membuat diri Pangeran Kichiro merasa bahwa Haruka tengah memikirkan suatu hal. Lalu Pangeran Kichiro segera menatap ke arah jalan lagi, ketika itu ia melihat sebongkah batang Pohon yang sudah kering tengah berada dihadapan Haruka, dan Wanita itu akan segera menabrak bongkahan batang pohon yang cukup besar itu.


"Eh, awas!" Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menarik lengan kanan Haruka.


Haruka yang terkejut segera ia menatap Wajah Pangeran Kichiro, Haruka yang segera tersadar segera ia menjauh dari tubuh Pangeran Kichiro dengan sangat cepat.


"Dasar bisa-bisanya kau mencari kesempatan dalam kesempitan!" Ucap, Haruka dengan perasaan kesal. Lalu segera ia menghindari bongkahan batang Pohon yang cukup besar itu dan berjalan lagi untuk dapat melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari diri Haruka sungguh ia merasa begitu sangat terkejut akan ucapan yang dia dengar dari Wanita itu.


"Hah?!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan perasaan bingung dalam dirinya.


__ADS_2