
Tangan yang tengah mencoba untuk meraih bongkahan dari tembok besar yang saat itu tengah menimpa tubuhnya, segera ia angkat untuk dapat membebaskan dirinya dari bongkahan tembok besar itu, darah dengan segera mengucur perlahan dari dalam setiap luka yang terbuka memenuhi lengannya, dengan tubuh yang bergetar Kaisar Yu dapat menyentuh ujung bongkahan tembok besar itu, lalu segera ia mengangkatnya dan dengan perlahan ia segera keluar saat telah menemukan sedikit celah yang dapat ia gunakan untuk mengolah napasnya.
Kaisar Yu kemudian segera melempar bongkahan dari tembok besar itu ke arah sampingnya lalu dia segera memperhatikan sekitar, ditempat itu ia melihat Istananya yang begitu sangat megah, ia bangun dengan penuh perjuangan serta kerja keras yang begitu sangat besar, dapat hancur dalam sekejap mata karena ulah dirinya sendiri.
Kaisar Yu hanya terdiam, kemudian dia segera berusaha untuk bangkit dari tempatnya, ia bangun dengan perlahan dengan semua luka yang berada pada tubuhnya, pandangannya masih sedikit kabur karena debu yang berjatuhan hingga menempel pada Wajahnya itu sehingga membuat dirinya tidak dapat melihat semua dengan jelas.
Namun, Kaisar Yu segera membersihkan Wajahnya dengan kedua telapak tangannya saat itu, lalu dengan perlahan Kaisar Yu dapat melihat semuanya dengan jelas. Banyak korban ditempat itu darah merah bersimbah didalam penglihatannya, aroma amis dari darah segar begitu menusuk rongga hindungnya, bahkan menyapu bulu-bulu halus yang tengah berada pada kedua lengannya, tubuhnya bergetar.
"Haha! Semuanya sudah hancur, dan akulah yang memenangkan pertandingan ini!" Ucap, Kaisar Yu yang melihat diri Raja Age yang tengah tertimbun bongkahan tembok yang begitu sangat besar.
"Apa kau lihat Age! Akulah pemenangnya! Sekarang kau tau bukan, aku ini bukanlah seorang Kaisar yang lemah seperti dirimu!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan puas dalam dirinya.
__ADS_1
Terlihat diri Raja Age tengah tertimbun bongkahan tembok yang begitu sangat besar, dengan darah yang mengalir dengan derasnya dari dalam kepala juga tubuhnya, bahkan sampai membuat tubuhnya dipenuhi dengan darah merah yang terus mengalir dengan derasnya dari dalam tubuhnya itu. Dengan sepasang Mata yang terbuka, juga mulut yang menganga Raja Age telah pergi untuk selama-lamanya.
Kaisar Yu selain merasa senang juga dia lebih merasakan sebuah kepedihan didalam dirinya, namun hal itu segera ia lupakan begitu saja, dengan langkah tertatih Kaisar Yu berjalan untuk dapat keluar dari tempat itu, sampai pada akhirnya ia dapat lolos dari kematian dan dapat keluar dari reruntuhan Istananya itu. Sesekali Kaisar Yu menolehkan kepalanya ke arah belakang untuk dapat menatap kondisi Istananya yang sudah sangat tidak memungkinkan lagi itu, Kaisar Yu merasa begitu sangat kesal, dia nampak marah dan kecewa akan semua yang telah terjadi kepada dirinya. Kaisar Yu kemudian segera bergegas untuk dapat pergi meninggalkan Istannya yang kini sudah hancur itu.
Kaisar Yu begitu sangat malu dengan hal itu, dia sungguh sangat tidak sanggup menampakkan Wajahnya dihadapan para pengikutnya, ia akhirnya memutuskan untuk pergi memasuki hutan agar tidak ada satupun yang dapat melihat dirinya.
"Aku harus segera pergi dari tempat ini, hm benar, sebelum ada orang yang melihat diriku, aku tidak ingin mereka semua mengetahui hal ini, mereka pasti akan menertawakan diriku yang sudah seperti ini, awas saja kalian!!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan yang begitu sangat kesal.
Kaisar Yu dengan perlahan berjalan untuk dapat masuk ke dalam hutan, langkahnya tertatih dia begitu sangat lemah saat ini, tubuhnya pun dipenuhi dengan darah yang mengucur dari dalam tubuhnya. Saat diri Kaisar telah berhasil keluar dari kawasan Istananya, segera ia bergerak dengan langkah cepat sambil menahan rasa sakit untuk dapat masuk ke dalam hutan. Namun, sebelum ia menemukan hutan sudah banyak penduduk rupanya yang datang dengan berbondong-bondong untuk dapat menyaksikan apa yang telah terjadi pada Istana Yu.
"Mereka tidak boleh melihat diriku yang sudah seperti ini! Aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi." Ucap, Kaisar Yu yang segera berjalan dengan langkah cepat ke arah yang berlawanan dengan tujuannya yang semula.
__ADS_1
Kaisar Yu terus berjalan sambil menahan sakit pada tubuhnya, darah terus mengucur membasahi tubuhnya, terjatuh-jatuh ia berjalan diatas tanah dengan langkah yang tergesa. Keringat dan darah berpadu menjadi satu.
"Aku tidak akan pernah mati, itu tidak akan pernah terjadi!" Ucap, Kaisar Yu dengan terus berjalan diatas jalanan yang semula mulus kini berganti menjadi berbatu itu.
Menandakan perjalanannya untuk menuju pegunungan tinggal sedikit lagi, sampai pada akhirnya Kaisar Yu tibalah didepan sebuah gunung yang cukup besar dan luas itu, meskipun itu adalah malam hari. Namun, keindahan dari gunung elang tidak pernah pudar didalam hatinya.
Kaisar Yu kemudian segera berjalan untuk dapat mendekati gunung besar itu, teringat gunung itu memiliki kekuatan magis yang cukup dasyat, sepertinya pelarian Kaisar Yu untuk dapat menghindari para Penduduk desa dan memilih untuk berlindung didalam gunung itu membuat dirinya merasa sangat beruntung. Kaisar Yu kemudian memberikan salam hormat dan juga rasa hormatnya terhadap gunung magis itu.
"Sebuah kehormatan kita dapat berjumpa lagi." Ucap, Kaisar Yu yang segera memberikan penghormatan kepada gunung besar itu.
Kaisar Yu kemudian segera melirik ke arah samping kirinya dilihatnya ada sebuah lubang yang tidak terlalu besar tengah menganga dengan cahaya merah dari dalamnya. Kaisar Yu yang merasa begitu sangat penasaran dengan segera ia berjalan untuk dapat melihat tempat itu dengan lebih dekat agar dia dapat melihatnya dengan cukup jelas, perlahan Kaisar Yu melangkahkan kakinya untuk dapat melihat tempat itu dengan lebih dekat lagi. Lalu, saat sudah berada didepan lubang yang Kaisar Yu kira semula itu hanyalah sebuah lubang kecil, ternyata setelah mendekat lubang itu adalah sebuah mulut goa yang tengah dihiasi oleh cahaya dari suatu benda yang begitu sangat terang, ia tidaklah tau benda apa yang tengah memancarkan cahaya oranye yang sangat terang itu. Namun, rasa penasarannya begitu sangat besar sehingga membuat diri Kaisar nekat hingga memberanikan diri untuk dapat masuk ke dalam tempat itu.
__ADS_1
"Aku sungguh begitu sangat penasaran dengan sinar itu, hmm aku harus melihatnya." Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan yang begitu sangat penasaran.
Dengan langkahnya yang cukup hati-hati karena teringat tempat itu juga bisa saja membahayakan dirinya, jadi Kaisar harus terus ekstra waspada dalam bertindak. Ia tidak boleh ceroboh sedikitpun. Kaisar Yu kemudian segera memasuki gua itu dengan perlahan lalu ia begitu sangat dikejutkan dengan sinar dari suatu benda yang tengah berada diatas sebuah sangkar yang cukup besar dengan warna sinar yang oranye sedikit kemerah-merahan.