
Prajurit yang terkejut melihat hal itu, merasa bingung. Entah apa yang harus dilakukan mereka saat ini.
Haruka sedikit melirik kebelakang, saat mendengar suara pergeseran langkah kaki, sambil mengangkat satu alis kirinya, Haruka tersenyum licik. Membuat salah satu prajurit yang melihatnya nampak ketakutan.
Hal itu membuat salah satu Prajurit menghentikkan niatan untuk membantu Pangeran Iblis. Tak lama Haruka menatap wajah Pangeran Iblis dengan tatapan tajamnya.
Haruka berjalan mendekat kearah Pangeran Iblis yang terlihat sudah tidak berdaya, karena dia yang terus saja bergerak dan mencoba untuk melepaskan tubuhnya yang telah terkunci.
"Kuperingatkan padamu, jangan terus bergerak itu hanya akan sia-sia." Ucap Haruka.
Pangeran Iblis menatap wajah Haruka yang begitu dingin, sikapnya kini begitu sangatlah mirip dengan seseorang yang sangat dibencinya.
Pangeran Iblis mencoba untuk menggerakkan bola matanya, berharap salah satu Prajuritnya memperhatikan tingkahnya dan segera menyerang Haruka.
Prajurit yang berada dibelakang Haruka menyadari maksud dari kode yang dilakukan Pangeran Iblis. Segera dia menggenggam erat Pedangnya dan dengan perlahan mendekati Haruka. Dia melangkahkan kakinya dengan berhati-hati agar Haruka tidak sadar dengan gerakannya.
Haruka yang tengah berjalan mendekat kearah Pangeran Iblis tidak menyadari dengan kedatangan Prajurit yang secara diam-diam berjalan mendekat kearahnya. Pangeran Iblis sedikit melirik kearah Prajuritnya yang tengah berjalan dengan hati-hati dibelakang Haruka.
__ADS_1
"Ucapkan selamat tinggal." Ucap Haruka dengan raut wajah dingin sambil mengangkat Pedangnya.
Prajurit yang sudah berada dibelakang Haruka dengan jarak yang sangat dekat, kemudian dia tersenyum licik sambil mengangkat Pedangnya keudara dan bersiap untuk menusuk tubuh Haruka dari belakang.
Pangeran Iblis nampak tenang, namun tak lama wajahnya menjadi sangat aneh saat melihat senyum Haruka yang penuh makna. Dengan gerakan cepat Pedang yang digunakan oleh prajurit itu akan menancap di punggung Haruka. Haruka dengan cepat meletakkan pedangnya tepat dibawah dagu Pangeran Iblis.
"Satu, dua, tiga!" ucap Haruka dengan cepat dia mengoreskan luka pada leher Pangeran Iblis dan menarik Pedangnya kebelakang.
Saat pedang milik prajurit itu hampir mengenai punggung Haruka, Pedang Pusaka milik Haruka lebih dulu memotong lengan kanan Prajurit itu.
"Hmm!" ucap Haruka sambil terseyum licik.
Pangeran Iblis sungguh tidak menyangka dengan Haruka, dia yang terlihat begitu tenang sedari tadi, siapa sangka dia sudah mengetahui gerakan dari Prajuritnya.
"Terkejut?!" ucap Haruka dengan wajah dingin.
"Ka...kau?!" ucap Pangeran Iblis dengan wajah gugupnya.
__ADS_1
Kemudian Haruka menatap sepasang mata Pangeran Iblis, Haruka terlihat agak aneh dia merasakan sesuatu yang tidak asing baginya. Dan kejadian yang saat ini seperti pernah dialami sebelumnya.
"Kau yang telah membuat Aya menjadi seperti ini, kembalikan dia seperti dahulu kala!" bentak Pangeran Iblis dengan pandangan teramat benci pada Haruka.
Haruka merasa nama gadis itu tidak asing baginya, dia seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya, entah kapan dan dimana. Haruka sebenarnya sangatlah tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Pangeran Iblis.
"Reinkarnasi, apa aku pernah ada dikehidupan ini sebelumnya, mengapa aku tidak bisa mengingat apapun, mungkinkah benar apa yang dikatakan Norr, jika aku memang terlahir dari dunia ini, lalu siapa aku yang sebenarnya didunia ini, sampai membuat Pangeran Iblis ini begitu murka?!" dalam benak Haruka yang begitu bingung dengan semua yang terjadi.
"Itu mustahil, orang yang sudah mati tidak akan pernah bisa hidup kembali." Ucap Haruka dengan dingin.
Pangeran Iblis nampak geram terhadap Haruka.
"Jadi benar, kau adalah dia, wajahmu sungguh sudah berubah sampai membuatku tidak mengenalimu lagi, jika aku tau kau adalah dia, sudah sejak awal aku pasti tidak akan pernah membiarkanmu hidup dengan mudah!" bentak Pangeran Iblis.
Haruka menatap wajah Pangeran iblis dengan pandangan tidak perduli.
"Dia, dia, dia, dia siapa?!" dalam benak Haruka kesal.
__ADS_1
"Hmm, sayang sekali bukan, kau malah membantu musuhmu sendiri, meskipun tujuanmu hanya memanfaatkanku saja, tapi sekarang lihatlah siapa yang telah dimanfaatkan." Ucap Haruka dengan dingin.