Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
25


__ADS_3

Hanna menatap semua prajurit yang mengepungnya.


"Jadi kalian yang telah menyakiti pelayanku! ucap Hanna dengan wajah dingin.


Seorang pria berjalan mendekat ke arah Hanna.


"Wanita kita berjumpa lagi." Ucap Pangeran Lui dengan tersenyum menatap Hanna.


Hanna memandang dengan tatapan tidak perduli. "Apakah kita pernah bertemu sebelumnya."


"Mungkin kau tidak menyadarinya, tapi aku sungguh tertarik padamu, waktu diperlombaan aku sungguh kagum akan keahlian bela dirimu." Ucapnya dengan sedikit tersenyum pada Hanna.


"Begitukah?! Ku rasa kau terlalu memujiku." Dengan pandangan tidak suka Hanna menjawab ucapannya.


"Ikutlah dengan ku baik-baik." Ucap Pangeram Lui yang segera berjalan mendekati Hann.


"Tidak ada yang dapat memerintahku." Ucapnya dengan tidak suka.


"Kau tau pada waktu itu aku sudah jatuh hati padamu, namun sungguh disayangkan kau adalah salah satu keluarga dari pangeran Kichiro." Dengan nada yang agak tinggi.


"Aku tidak menyangka kau sedang mengungkapkan perasaanmu padaku, tapi satu kesimpulan yang bisa kuambil darimu, kau pria yang lemah." Jawab Hanna dengan tegas. Pandangannya sedingin es.


"Sungguh manis bibirmu berkata, aku tidak tau berapa banyak manisan yang sudah kau makan." Ucapnya dengan sedikit kesal.

__ADS_1


"Begitukah, namun sayangnya aku tidak suka manisan." Bantah Hanna dengan pandangan tidak suka.


"Ikutlah denganku, dan jauhilah pangeran Kichiro." Ucapnya dengan memaksa.


"Aku tidak perduli ada masalah apa kau dengannya, tapi aku tidak sudi ikut denganmu terlebih lagi kau hampir saja membunuhku! ucap Hanna dengan pandangan tidak suka.


"Sungguh wanita yang sangat keras kepala! bentaknya dengan kesal, karena Hanna tidak mau juga untuk ikut dengannya.


"Dengar aku tidak suka melihatmu." Ucap Hanna dengan tegas.


"Baiklah jika kau tidak mau ikut bersamaku dengan cara baik-baik, maka aku akan terpaksa membawamu dengan caraku sendiri."


"Hemm jika kau bisa Lakukanlah." Ucap Hanna dengan tidak ada sedikitpun rasa cemas.


"Pengawal serang dia! dengan suara lantangnya Pangeran itu mengerahkan seuruh pasukan untuk menyerang Hanna.


"Beraninya mengusik tuanku, heh kalian sudah bosan hidup ya! bentak Leo dengan tidak suka.


"Ikutlah denganku, hey kau wanita." Ucapnya dengan segera berjalan cepat ke arah hanna dengan membawa pedang, kekutan tali merah.


Tali itu segerqvmengarah pada Hanna.


Hanna yang melihatnya dengan cepat dia mengeluarkan kekuatannya. "Perlindung bumi." Tak lama tanah yang besar melindungi Hanna, kemudian hanna menyentuh perlindungan tanah yang ia buat, tak lama tanah itu runtuh mengarah Pangeran Lui.

__ADS_1


Pangeran Lui yang terkejut segera dia menghindari serangan itu. "Tidak disangka kau dapat menhancurkan tali merahku."


"Seumur hidup, aku tidak pernah mengusik siapapun, tidak pernah pula ingin mencari musuh dengan siapapun, namun tidak di sangka entah karna aku ini sangatlah hebat para musuh datang mengusikku, hey kau, datang kemari memang sudah tidak sayang dengan nyawamu sendiri." Ucap Hanna tidak senang kemudian dia berjalan semakin mendekat.


Pangeran Lui menatap Hanna dengan kesal. "Kekuatan tak tertandingi cahaya api."


Hanna terus berjalan mendekat dengan tatapan yang sangat dingin, cahaya api milik Pangeran Lui menghilang saat mendekat ke arah Hanna.


Pangeran Lui sangatlah terkejut. "Hah tidak disangka dengan mudahnya dia mampu menghancurkan kekuatanku, tanpa melakukan apapun.


"Sekarang semua prajuritmu sudah aku kalahkan, tersisa kau saja." Ucap Leo yang mendekati Pangeran Lui.


"Dengar, ini peringatan untukmu, jika aku melihat kau masih mengusik ku lagi maka aku tidak segan menghabisimu, pergilah jika kau masih menyayangi nyawamu, tapi kesimpulannya kau sudah kalah! ucap Hanna dengan berjalan semangkin mendekat.


Melihat semua prajurit yang mati, dan terjatuh Pangeran Lui nampak tak percaya. "Tidak mungkin aku tidak bisa dikalahkan, cahaya api." Ucapnya dengan segera mengeluarkan kekuatannya.


Hanna mengangkat satu tangannya dia menarik cahaya api yang Pangeran Lui miliki dan mengarahkan ke sebuah pohon tak lama pohon itu terbakar.


Pangeran Lui yang melihatnya nampak sangat terkejut, ternyata Hanna bukan lah wanita biasa.


Hanna menatap Leo. "Kita pergi dari sini."


"Baik." Ucap Leo.

__ADS_1


Hanna berbalik dan segera menunggangi tubuh Harimau Putih miliknya, ia kemudian menjauh.


Pangeran Lui yang kalah nampak kesal.


__ADS_2