Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Kemenangan untuk Pangeran Rendra?


__ADS_3

Sedangkan didalam sebuah goa yang berdiri dua orang yang saling memandang dengan tatapan kesal itu, ya Pangeran Rendra juga Siluman Wanita, terlihat Siluman Wanita itu tengah memandang wajah Pangeran Rendra dengan tatapan kesal, karena pria itu telah melukai tubuhnya.


"Dasar pria tidak tau diuntung! Beraninya kau melukai diriku! Akan aku balas perbuatanmu berkali-kali lipat jauh lebih menyakitkan dari apa yang sudah kau lakukan terhadap diriku!" Ucap, Siluman Wanita itu, kemudian dengan segera bola matanya yang semula berwarna hijau berganti menjadi merah dan sangat mirip dengan mata ular itu, Wajahnya yang cantik, mulus bersih dan putih itupun dengan segera dipenuhi oleh sisik, sisik dengan warna hitam dan merah, yang melekat pada tubuhnya.


Pangeran Rendra yang melihat hal itu sungguh dibuat sangat mual, dan jijik, lengan yang dia genggam ternyata adalah lengan Siluman ular yang begitu sangat menjijikkan.


"Cih, sungguh sangat tidak beruntung nasibku hari ini, namun yang lebih tidak beruntung lagi adalah dirimu, karena maaf-maaf saja jika nanti kau akan musnah dengan sekejap mata oleh diriku, maka dari itu bersiaplah!" Ucap, Pangeran Rendra yang segera mengeluarkan kekuatannya yang tengah bergumpal didalam lengan kanannya dengan sinar yang menyala dengan warna hijau muda.


Siluman wanita ular itu dengan segera menatap tajam lengan kanan Pangeran Rendra yang telah terlihat sebuah gumpalan cayaha dengan warna hijau, tanpa pikir panjang Pangeran Rendra segera melesatkan kekuatannya terhadap Siluman ular itu.


Siluman ular yang terkejut akan kekuatan dari Pangeran Rendra terlihat melesat ke arah dirinya, membuatnya menghindar dengan cara meloncat ke arah langit-langit goa, dengan menghentakkan kaki kanannya pada dasar goa. Terlihat Siluman Wanita itu dapat menghindar dari serangan yang Pangeran Rendra berikan terhadap dirinya, Pangeran Rendra kemudian menatap tajam wajah dari Siluman ular itu, begitupun juga dengan Siluman ular itu yang tengah melayang dihadapan Pangeran Rendra, dengan sorot matanya yang begitu sangat tajam juga mengerikan itu si Siluman ular dengan segera berbicara kepada diri Pangeran Rendra dengan nada bicara yang terdengar sangat mengerikan itu.


"Hahaha, dasar pria bodoh! Kau ini ingin mencoba untuk melawan diriku! Kau yang masuk tanpa undangan kedalam wilayahku! Beginikah sikapmu saat bertemu dengan sang Tuan Rumah! Sungguh tidak beretika, akan aku tunjukkan siapakah diriku yang sebenarnya terhadap dirimu! Kau, akan aku pastikan selamanya tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini!" Ucap, Siluman ular itu dengan raut wajah yang telihat sangat kesal terhadap diri Pangeran Rendra.

__ADS_1


Pangeran yang mendengar ucapan dari Wanita Siluman itu, memanglah mangaku salah dia yang sudah masuk kedalam goa milik Siluman ular tanpa meminta izin terlebih dahulu, ya dikarenakan Pangeran Rendra sudah sangat merasa lelah, dan lagi saat melihat mata air rasa dahaganya yang tidak dapat terelakkan itu harus ia penuhi, namun Wanita Siluman itu juga tetap saja ia salah bagi Pangeran Rendra karena dengan lancangnya ia menyentuh wajahnya dengan tanpa seizin dari dirinya.


"Iya, aku mengaku aku salah, tetapi tidak dapat dipukiri kau juga salah!" Ucap, Pangeran Rendra yang membalas ucapan dari Siluman Wanita ular itu.


Siluman Wanita itu yang mendengar penjelasan dari Pangeran Rendra, sudah tidak dapat lagi menoleransi kesalahan yang sudah Pangeran Rendra perbuat, dan lagi apa yang ia lakukan menurut dirinya itu bukanlah sebuah kesalahan.


"Hah, baru tersadar kau! Akan kesalahanmu, tapi maaf saja semua sudah terlambat, kau akan tetap hidup tetapi ada satu syarat, kau harus menjadi milikku, dan kau tidak bisa menolaknya!" Ucap, Siluman Wanita ular itu dengan raut wajah yang terlihat tengah menantang diri Pangeran Rendra.


"Heh, mimpi saja kau, sudah sangat lama sekali aku tidak pernah menunjukkan kemampuan bertarungku, maka dari itu pada kesempatan yang sangat langka ini, aku tidak akan segan menunjukkan seberapa hebat kemampuan diriku ini!" Ucap, Pangeran Rendra yang segera menghentakkan satu kakinya diatas dasar goa.


Tak lama kemudian terlihat guncangan yang cukup kuat sehingga membuat batu-batu yang tengah berada didalam goa, bergoyang dengan cukup kuat. Siluman ular itu yang melihat hal itu membuat dirinya segera memperhatikan sekitar, dengan pandangan waspada, kemudian Siluman ular itu segera mengubah diri menjadi seekor ular yang sangat besar, dengan sisik berwarna hitam dan merah. Ular besar itu segera menggerakkan ekornya yang sangat besar dan panjang itu, saat Pangeran Rendra melihat pergerakkan dari ekor ular yang mengarah kepada dirinya dengan segera Pangeran Rendra meloncat ke arah atas dan berdiri diatas bebatuan besar yang tengah berada disamping kanannya itu.


~^°~^°~^°

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain, terlihat Haruka yang tengah duduk sambil berdiam diri disamping Pangeran Kichiro, Pangeran Kichiro saat itu tengah membaringkan tubuhnya diatas kasur putih, sambil terus menggenggam lengan kanan Haruka yang tengah ia lekatkan didadanya itu.


Ternyata Haruka cukup piawai dalam merawat Pangeran Kichiro, terlihat saat Haruka yang sudah membalut luka Pangeran Kichiro dengan kain, namun sebelum itu ia sudah membersihkan luka pada tubuh Pangeran Kichiro, Haruka kemudian segera berbicara kepada diri Pangeran yang saat itu tengah memejamkan kedua matanya.


"Apa kau tengah tertidur? Kichiro?" ucap, Haruk yang tengah memperhatikan wajah Pangeran Kichiro.


Haruka yang melihat Pangeran Kichiro tidak membuka matanya, dan lagi dia juga tidak menjawab ucapan dari dirinya, membuat Haruka menyimpulkan bahwa Pangeran sudah tertidur dengan sangat lelap. Dengan perlahan Haruka segera menarik lengan kanannya yang saat itu tengah digenggam oleh Pangeran Kichiro, saat Haruka sudah dapat melepaskan lengannya, kemudian Haruka segera bangun dari duduknya dengan perlahan ia berjalan untuk dapat keluar dari dalam kamar Pangeran Kichiro.


Haruka berjalan untuk dapat keluar dari dalam Rumah kayu milik Pangeran Kichiro, ia kemudian segera masuk kedalam hutan untuk sekedar mencari kayu bakar, juga buah-buahan yang tersedia didalam hutan. Dengan langkah cepat Haruka segera bergegas untuk dapat masuk ke dalam hutan, dan mencari apa yang ia butuhkan untuk dapat ia jadikan santapan makan malam bersama dengan Pangeran Kichiro.


"Hm, aku harus cepat, sebelum ia bangun dan sadar bahwa aku tidak ada disamping dirinya." Ucap, Haruka yang segera berjalan untuk dapat memasuki hutan.


Sedangkan didalam kamar, terlihat Pangeran Kichiro yang segera membuka Matanya dengan perlahan, sambil tersenyum tipis, lalu Pangeran Kichiro menutup kembali sepasang Matanya dan kembali terpejam, untuk dapat beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2