
Ketika Haruka dan juga Pangeran Kichiro telah memasuki Istana megah milik Xiao Chen yang saat itu pintu sudah terbuka lebar, Haruka terus menatap sekitar dengan pandangan waspada dengan apa yang akan terjadi.
Tak lama kemudian dari dalam sebuah ruangan yang tertutup, terbuka dengan perlahan, membuat diri Haruka dan juga Pangeran Kichiro menghentikan langkah mereka. Dengan sigap Haruka menatap ke arah tempat yang cukup tinggi itu. Haruka yang masih terdiam, kemudian ia melihat kaki seseorang terlihat dari balik pintu yang saat itu sudah terbuka meski hanya separuh.
Haruka dan Pangeran Kichiro terdiam sejenak sambil memperhatikan ke arah atas. Hingga terlihat tubuh dari Xiao Chen yang tengah berdiri dihadapan mereka sambil tersenyum licik kepada diri Haruka.
"Selamat datang, apakah begitu sulit menemukan tempatku ini? Aku sudah menunggumu begitu sangat lama, mengapa baru tiba sekarang?" ucap, Xiao Chen yang tengah menatap Wajah Haruka dengan terus tersenyum sinis kepadanya.
Haruka sama sekali tidak berkata apapaun, mulutnya sudah terkunci hanya sebuah isyarat Mata yang dapat menggambarkan bagaimana suasana hatinya terhadap Xiao Chen. Xiao Chen yang melihat diri Haruka hanya terdiam tanpa berkata apapun kepada dirinya membuatnya menarik bibirnya ke atas sehingga terlihat Wajah licik yang terpancar darinya. Xiao Chen kemudian segera memalingkan pandangannya untuk dapat melihat Pangeran Kichiro, dia tampak begitu sangat tidak perduli dengan keberadaan dari Pangeran Kichiro.
"Hmh, ternyata kau kemari tidak seorang diri rupanya? Siapa dia? Ohh, aku tidak mengundangnya kemari sayang, apakah Pria itu kekasih barumu? Atau bala bantuanmu? Jadi sudah berapa kali kau tidur dengannya hingga dia mau membantumu?" ucap, Xiao Chen dengan tampang licik.
Haruka yang mendengar perkataan dari diri Xiao Chen merasa sangat tidak terpancing sama sekali dengan ejekannya itu. Bahkan Haruka seakan tidak perduli dengan perkataan Pria itu, pandangannya sedari tadi terus terpokus pada ruangan Xiao Chen. Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Xiao Chen merasa sangat tidak terima dengan hal itu, dengan segera Pangeran Kichiro berbicara kepada Xiao Chen sambil mengangkat Pedangnya dihadapan Xiao Chen.
"Jangan samakan Haruka dengan dirimu, dia memiliki Harga diri yang sangat tinggi sedangkan kau? Hmh, urat malunya saja mungkin sudah terputus." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah menatap tajam Wajah Xiao Chen.
Xiao Chen yang mendengar perkataan dari diri Pangeran, terlihat sangat kesal dengan apa yang telah ia ucapkan, Haruka yang melihat raut Wajah Xiao Chen yang terlihat merah terlihat hanya diam sambil sedikit tersenyum licik dihadapan Xiao Chen.
__ADS_1
"Dimana Kirana?" tanya Haruka dengan tampang serius.
Xiao Chen yang mendengar perkataan dari Haruka terlihat sangat santai ketika berhadapan dengan Wanita itu, tak lama kemudian Xiao Chen segera menuruni anak tangga dengan perlahan. Haruka yang melihat Xiao Chen tengah berjalan untuk mendekati dirinya membuat Haruka dengan segera mengeluarkan sebuah Pedang, lengan kanannya mengepal kabut gelap menyelimuti lengannya, tak lama kemudian terlihat sebuah Pedang dengan warna biru tua tengah berada dalam genggamnya. Xiao Chen ketika melihat sikap Haruka yang begitu sangat waspada terhadap dirinya, membuatnya kembali berbicara kepada Wanita itu.
"Ish... Ish... Huh sungguh sangat dingin sekali, santai saja sayang, kau pasti sangat lelah bukan? Apa kau haus?" ucap, Xiao Chen yang tengah melangkahkan kakinya diatas anak tangga yang menurun.
"Tidak perlu basa-basi lagi Xiao Chen, dimana kau sembunyikan Kirana?" ucap, Haruka dengan sebuah Pedang yang tengah memancarkan sinar putih.
Ketika Xiao Chen akan mendekati Haruka, Pangeran Kichiro yang melihat hal itu dengan sigap ia segera menghalangi Xiao Chen agar tidak dapat mendekati Haruka apalagi menyentuh tubuhnya. Sambil mengangkat Pedang dihadapan Xiao Chen ujung runcing dari Pedang milik Pangeran Kichiro ia hadapkan tepat dileher Xiao Chen.
"Jika kau tidak ingin Pedang tajam ini memutus lehermu, lebih baik kau menjauh dari diri Haruka!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan tampang mengerikan.
"Siapa Pria ini?! Mengapa ia terlihat sangat tidak asing bagiku? Hmh!" Dalam benak Xiao Chen dengan perasaan gugup.
"Siapa kau?! Aku tidak ada urusan dengan dirimu! Menyingkirlah jika kau masih menyayangi nyawamu!" Ucap, Xiao Chen dengan geram.
Pangeran Kichiro yang masih menatap tajam Wajah Xiao Chen yang saat itu terlihat sedikit ragu dengan dirinya.
__ADS_1
"Urusan Haruka, adalah urusanku juga!" Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menggores leher Xiao Chen dengan Pedangnya.
Xiao Chen yang melihat hal itu dengan segera ia menghindari Pangeran Kichiro.
"Dua lawan satu ini sangat tidak adil bukan, keluarlah dan bantu diriku!" Ucap, Xiao Chen yang tengah berdiri diatas anak tangga sambil menatap Wajah Haruka dan juga Pangeran Kichiro dengan licik.
Haruka yang terkejut dengan ucapan dari Xiao Chen membuatnya merasa begitu sangat penasaran siapakah yang dimaksud oleh Xiao Chen.
"Mungkinkah itu Kirana?!" Dalam benak Haruka dengan perasaan curiga.
Tak lama kemudian suasana ditempat itu terasa sangat panas, angin yang berhembus kencang seakan kalah dengan rasa panas itu, kabut hitam segera mengelilingi tempat dimana mereka berpijak. Haruka dan Pangeran Kichiro hanya terdiam sambil terus memperhatikan sekitar tempat itu.
Tiba-tiba sinar hitam melewati tubuh Haruka dengan begitu sangat cepat, lengan kanannya setelah dilewati oleh bayangan itu terasa sangat sakit, pakaiannya pun ter sobek terlihat bekas cakaran yang sangat dalam bahkan sampai mengeluarkan darah dari dalam luka pada lengan Haruka itu.
"Ughh....?!" Ucap, Haruka yang segera menyentuh lengan kanannya dengan sangat kuat.
Kabut hitam yang tengah berada disamping Xiao Chen dengan cepat berganti menjadi seorang Wanita dengan Wajah pucat, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka, darah terus saja keluar dari dalam luka itu. Putri Kirana kini tengah menatap diri Haruka dengan sepasang bola Mata merah mengerikan, sambil menjilati kuku panjangnya yang saat itu terdapat bekas darah dari luka Haruka.
__ADS_1
Haruka yang melihat Putri Kirana dengan keadaan yang sudah sepeti itu membuat dirinya merasa sangat murka terhadap Xiao Chen.
"Xiao Chen!! Apa yang telah kau lakukan kepadanya!" Ucap, Haruka dengan murka, jelas rasa ke-tidak terimaan dalam dirinya ketika melihat kondisi Putri Kirana yang sangat memperihatinkan.