
Kaisar Lin yang memandang Raja Satoru dan Permaisuri Ayunian dengan pandangan menyeramkan Kaisar segera berjalan untuk menghampiri Hanna yang berada di taman dengan pandangan begitu kesal.
Hanna yang sudah sedari tadi memperhatikan Kaisar Lin dengan pandangan tegas.
Amuya yang berada didalam kamar segera keluar karena mendengar suara gaduh. Dengan tatapan bingung Amuya memperhatikan Ibundanya yang nampak ketakutan. Segera dia berjalan untuk menghampiri ibundanya.
"Bunda, Apa yang sudah terjadi?." Ucap Amuya dengan bingung kemudian pandangannya tertuju pada Hanna dan Kaisar Lin yang tengah berada ditaman.
"Bunda?!."
Permaisuri Ayunian menatap anaknya yang berada disampingnya kemudian pandangannya tertuju pada Hanna dan Kaisar Lin.
__ADS_1
Kaisar memandang Hanna dengan tatapan Marah, tidak percaya anak yang paling dia sayangi menjadi seorang pembunuh.
"Ada apa Hanna?! Siapa yang sudah kau bunuh?!." Ucap Kaisar Lin sambil memandang Pedang Hanna yang dipenuhi dengan darah segar.
Hanna memandang Kaisar Lin yang tengah berada dihadapannya dengan tatapan dingin, sorotan mata yang tajam menatap Wajah Kaisar Lin.
"Aku baru saja membunuh Permaisuri Jian di istananya dan mungkin saja saat ini keluarga kerajaan Yu tengah mencari diriku. Sebelum aku pergi bukankah baiknya ayah mengetahui rahasia yang tidak pernah kau temukan selama beberapa tahun lalu?." Ucap Hanna dengan tegas.
Kaisar Lin nampak bingung dengan apa yang tengah dikatakan Hanna.
Hanna memperhatikan Kaisar Lin yang terlihat sangat kecewa dan marah terhadap dirinya.
__ADS_1
"Maaf jika puteri mu ini hanya bisa membuat Ayah terbebani, tetapi aku melakukan ini bukan tanpa sebab, Apa Ayah tau pembunuh ibu yang selama ini Ayah tengah cari itu adalah dia!." Ucap Hanna sambil mengangkat pedangnya ke arah Permaisuri Ayunian yang tengah berada di depan Istana.
Kaisar Lin dan juga seluruh orang yang berada di tempat itu sangat terkejut saat mendengar pengakuan dari puteri Hanna yang menuduh Permaisuri Ayunian sebagai pembunuh dari Permaisuri pertama.
"Apa maksud dari ucapan mu?! Kau lancang berkata seperti itu terhadap ibumu Hanna!." Bentak Kaisar dengan tatapan marah.
Permaisuri Ayunian terlihat sangat gugup dan takut saat mendengar ucapan Hanna. Wajahnya terlihat pucat, jantungnya berdedup cepat. Secara perlahan Permaisuri Ayunian mengatur nafasnya agar terlihat tidak panik dihadapan Kaisar Lin.
"Aku membunuh Permaisuri Jian karena dialah yang membantu Ayunian untuk membunuh ibuku! Aku sangatlah yakin Ayah adalah seorang Kaisar yang sangat bijak, dan lagi aku tidak mungkin hanya berbicara omong kosong, sedari awal aku sudah mencurigainya sampai aku menemukan bukti yang sangat kuat barulah aku berani melakukan pemberontakan ini!." Ucap Hanna dengan tegas.
Kaisar Lin masih terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Hanna. Namun selama ini puterinya itu tidak pernah berkata dusta terhadap dirinya.
__ADS_1
"Jika kau memang memiliki buktinya maka aku akan mempercayai mu, tetapi jika kau hanya berkata omong kosong saja maka aku tidak akan segan untuk mengusir mu dari sini dan tidak akan pernah mengakui mu sebagai anakku!." Ucap Kaisar Lin yang tengah memandang Hanna.
Hanna yang mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut ayahnya itu segera menunjukkan bukti yang sudah dia dapatkan entah dari mana namun dia merasa Norr telah membantunya untuk mengetahui semua dengan mudah, karena mereka satu jiwa.