Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
82


__ADS_3

Malam hari di kamar amuya.


Wanita itu sedang duduk di kursi sambil menatap wajah nya di cermin , suasana hati yang di rasakan masih dalam kondisi yang berapi api.


Kemudian dia berdiri dari duduk nya sambil menggebrak meja dengan ke dua tangan nya.


Amuya "aku benar benar muak melihat hanna itu , bagimana pun juga malam ini aku harus melenyapkan nya."


Membuka laci dan mengambil pisau dengan langkah cepat dia segera menuju kamar hanna.


Amuya memperhatikan sekeliling , penjaga istana tidak melihat nya segera dia berjalan menuju kamar hanna dengan langkah hati hati.


Amuya mendobrak pintu kamar hanna dengan kaki nya , dia melihat hanna yang sedang tidur di ranjang.


Berjalan mendekati hanna.


Amuya "aku akan membuat mu tertidur untuk selamanya , hanna pergilah kau ke neraka."


Amuya mengangkat pisau yang berada di tangan nya dan terdengar suara teriakan dari kamar hanna.


Aroma darah yang begitu menyengat , darah bercucuran membasahi kasur hanna.


Hanna menurun kan tangan yang memegangi tangan amuya , dia menatap amuya sangat dingin.


Hanna "upss maaf seperti nya pisau itu sangat cocok berada di tubuh mu."


Amuya terkejut pisau yang di gunakan nya untuk membunuh hanna sekarang tertancap di pundak nya.


Amuya melangkah mundur tubuh nya gemetar dia terjatuh ke lantai.


Hanna bangun dari tidur nya dia duduk sambil mengangkat selimut dia menurunkan ke dua kaki nya ke lantai dan ke dua tangan nya menyentuh kasur.


Suara teriakan itu sampai terdengar oleh kichiro yang sedang berada di ruangan kerja nya , dia segera bangun dari duduk nya.

__ADS_1


Kichiro "hanna." Berjalan ke luar ruangan.


Kichiro menuju kamar hanna dia menatap pintu kamar itu sudah terbuka lebar , dengan perasaan panik kichiro memasuki kamar hanna.


Saat dia memalingkan wajah betapa terkejut nya di sana ada banyak darah yang mengotori kasur istri nya dan amuya yang terduduk di lantai.


Kichiro "ada apa ini?."


Amuya sangat panik karena melihat kichiro berada di kamar hanna.


Hanna memandang suami nya. "aku tidak melakukan apapun , aku justru sangat terkejut saat aku terbangun dia sudah berada di kamar ku dengan membawa pisau , aku tidak tau apa kesalahan yang sudah ku perbuat pada nya?." Senyum licik.


Kichiro memperhatikan hanna dalam benak nya. "mencoba untuk membunuh hanna?! ,untung nya dia sangat pintar untuk mengatasi masalah ini."


Kichiro berjalan mendekat i hanna dia duduk di samping istri nya sambil menggenggam tangan hanna.


Kichiro "apa kau terluka?."


Amuya merasa sangat takut tubuh nya gemetar.


Amuya "pangeran aku melakukan ini karna aku sangat cemburu pada hanna,dia bisa mendapatkan kasih dirimu sedangkan aku tidak."


Kichiro menatap amuya dengan perasaan marah. "kau fikir siapa dirimu ?! ,berani nya menginginkan kasih dari ku! , pengawal cepat kemari."


Suara teriakan kichiro membuat seluruh orang yang berada di istana menghampiri kamar hanna.


Dua orang pengawal memasuki kamar hanna.


Kichiro "bawa dia ke penjara bawah tanah sekarang juga." Tatapan penuh amarah.


Kaisar yu "ada apa ini?."


Kaisar yu terkejut melihat banyak darah di kamar hanna dan lagi amuya berada di sana.

__ADS_1


Kichiro "amuya , ingin membunuh hanna , namun rencana buruk nya gagal."


Kaisar yu segera menanyakan hal itu pada hanna.


Kaisar yu "benarkah apa yang di katakan kichiro hanna?."


Hanna menatap kaisar yu "hal itu benar ada nya."


Kichiro menatap amuya yang sedang berdiri di depan nya.


Kichiro "tunggu , aku ingin bicara dengan nya."


Pengawal istana yang memegangi tangan amuya ,menghentikan langkah nya.


Pengawal "baik."


Kichiro menatap amuya. "mulai hari ini tidak akan ada lagi nama selir amuya dalam istana yu ,setelah di penjara bawa di kembali ke istana lin."


Amuya terkejut mendengar ucapan kichiro. "pangeran mohon anda memaafkan saya."


Kichiro segera memalingkan wajah nya "bawa dia pergi , aku tidak ingin melihat nya di sini."


Pengawal segera membawa amuya , saat di depan pintu langkah mereka di hentikan oleh permaisuri kirana.


Permaisuri kirana. "tunggu , jangan lupa berikan dia hukuman berupa seratus cambuk kan."


Kaisar yu segera membalas ucapan kirana "tambahkan menjadi dua ratus cambuk kan."


Amuya terkejut dia menatap kaisar yu "hamba mohon kaisar belas kasihan anda."


Pangeran rendra "bawa dia pergi dari sini."


__ADS_1


__ADS_2