
Hanna menggenggam pedang pusaka ujung pedang yang tajam dan runcing itu di hadapkan nya ke atas.
Cahaya berwarna biru bercampur putih mengelilingi pedang milik nya , dengan segera dia mengayunkan pedang ke arah hewan melata itu.
Tak lama ribuan kelabang kecil itu lenyap, sekarang yang tersisa hanya tinggal monster besar itu.
Hanna dan norr menatap monster kelabang itu, lalu hanna menoleh ke arah norr yang berada di samping nya.
Sambil menganggukkan kepala sekali sebagai kode waktu nya beraksi , hanna dan norr berjalan menghampiri monster.
Norr menatap hanna yang sudah siap siaga untuk menghabisi monster itu dengan pedang nya
Hanna melirik norr yang memperhatikan nya , dengan cepat dia menggoreskan sedikit sayatan pada tubuh monster dan segera meloncat i nya.
Monster itu terfokus pada hanna tanpa dia menyadari norr sudah bersiap untuk meremukkan tubuh monster besar itu.
Norr mengangkat ke dua tangan nya di dekat kan nya ke dada , cahaya berwarna biru membentuk lingkaran terkumpul dengan segera dia berlari dan melepaskan serangan nya tepat pada tubuh monster kelabang.
Hanna yang berada di atas tebing air terjun segera meloncat ke bawah dan menusukkan pedang nya tepat di kepala monster besar.
Saat melihat reaksi monster yang kesakitan hanna segera mendaratkan diri nya ke tanah.
Norr dan hanna segera berjalan mundur.
"Belum mau menyerah juga dia." Ucap hanna sambil memperhatikan monster itu.
Tak lama monster besar itu mengeluarkan cairan berwarna hitam dari Dalam tubuh nya.
"Haih apa itu?." Ucap hanna sambil menatap cairan berwarna hitam dan lengket itu.
__ADS_1
"Mundur hanna." Ucap norr memperingati nya.
Hanna melihat perut monster yang terlihat ada sesuatu di dalam nya , perut nya bergerak gerak dan cairan itu semakin banyak yang di keluarkan nya.
Hanna menatap dahan pohon yang cukup tinggi dan besar , dia segera loncat ke atas sebelum cairan itu mendekati nya.
Norr menatap hanna dia meloncat ke atas dahan pohon yang sama , mereka menatap cairan itu yang semakin banyak.
"Kita harus cepat membunuh nya." Ucap hanna.
"Iya , tetapi bagaimana cara nya?." Tanya norr.
Tadi aku melihat perut monster itu sangat aneh , mungkin saja itu adalah kelemahan nya." Ucap hanna sambil menatap norr.
Norr menatap monster kelabang "Hmm, lalu apa rencana mu?." Ucap norr.
"Kau kecoh dia , dan aku akan menusuk perut nya." Ucap hanna dengan yakin.
"Kenapa tidak? , apa kau mau terus menerus berada di atas sini dan menunggu cairan itu meringkus kita?." Ucap hanna dengan tegas.
"Di bawah sana cairan itu sudah menyebar, jika kita turun sama saja dengan cari mati." Ucap norr sambil memperhatikan cairan itu dari atas pohon.
"Kau bisa merubah diri mu menjadi burung kembali kan." Ucap Hanna sambil menatap norr.
Norr menatap hanna "Hmm , baik." Ucap nya.
Segera norr merubah wujud nya menjadi seekor burung , hanna duduk di punggung norr dengan cepat norr menghampiri monster besar itu , dia mematuk kepala dan seluruh tubuh monster kelabang.
Ucap norr sambil memuntahkan air liur nya "Huek , rasa nya sungguh tidak enak."
__ADS_1
Monster kelabang itu memalingkan tubuh dan menatap norr , dia menyemburkan cairan lengket ke arah norr dan hanna.
Norr dengan cepat nya , segera menghindar.
"Huh , untung saja tidak mengenai tubuh ku." Ucap norr.
Hanna mengayunkan pedang nya , seketika tempat itu di penuhi cahaya berwarna biru ke putih an.
"Wow , tempat ini menjadi bersih kembali , cairan lengket dan menjijikkkan itu sudah hilang , bagus hanna. Ucap norr sambil tertawa.
"Hmm bagus ." Dalam batin hanna.
Dengan segera hanna meloncat ke bawah dan memutarkan pedang nya.
"Karna kau yang cari masalah dengan ku , maaf jika waktu mu sudah habis." Ucap hanna sambil mendekati monster kelabang.
Hanna menatap Ke arah norr yang masih mengecoh monster , tanpa pikir panjang dia segera menusukkan pedang nya tepat pada perut monster kelabang.
Keluar sebuah cahaya berwarna merah dari Dalam perut monster itu , kemudian dia segera mundur dan menutupi wajah nya dengan ke dua tangan nya.
Suara teriak kesakitan yang cukup keras dari monster kelabang , tubuh nya tidak seimbang , dengan cepat hanna berjalan menjauh dari nya.
Kiaaak..
Kiaaak..
Kiaaak..
Tak butuh waktu lama monster itu jatuh tersungkur ke tanah , dan perlahan menghilang.
__ADS_1