
"Apakah... Kau ingat dengan Haruka?" tanya, Putri Hanna dengan tegas.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Putri Hanna tampak terkejut ketika ia mendengar nama itu.
"Haruka... Haruka?! Hah!" Dengan cepat Pangeran Kichiro terlihat begitu sangat terkejut ketika melihat Wajah dari Putri Hanna.
"Argh.... Sakit sekali kepalaku, Haruka?! Siapa Har... Haruka! Ucap, Pangeran Kichiro dengan perasaan bingung.
"Dia Istrimu, jika kau mencintai dirinya kejarlah dia... Aku mohon sadarlah... Ingatlah semua tentang dirinya!" Ucap, Putri Hanna yang terlihat sangat cemas.
Pangeran Kichiro yang masih terlihat sangat bingung, dan sakit pada bagian kepalanya, tiba-tiba terlintas sebuah bayangan mengenai dirinya dan juga Haruka.
"Siapa kau?!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan terkejut.
"Bagus... Aku paham bahwa kau adalah Pria yang sangat cerdas! Tidak penting siapa diriku, saat ini yang terpenting adalah kau harus mencari Haruka, dia dibawa pergi oleh Dewi Chang'e, dialah yang memerintahkan diriku untuk memisahkan kalian berdua, aku minta maaf." Ucap, Putri Hanna yang terlihat begitu sangat menyesali perbuatannya.
"Iya... Aku ingat... Aku ingat semuanya... Dewi Chang'e aku mengingatnya! Tidak perlu meminta maaf, justru aku yang harus berterima kasih kepada dirimu, aku akan mencari dirinya." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera berlari untuk dapat meninggalkan Putri Hanna.
Putri Hanna yang melihat hal itu, dengan segera ia kembali berbicara kepada Pangeran Kichiro.
"Mencarinya? Apakah kau tau kemana ia pergi?" ucap, Putri Hanna yang segera memalingkan tubuh untuk dapat menatap Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Putri Hanna dengan segera ia menghentikan langkahnya, lalu Pangeran Kichiro menatap Wajah Putri Hanna.
"Aku tau, kepada siapa aku meminta bantuan, Hanna... Tuntunlah Norr dan Leo untuk pergi dari tempat ini, aku mengandalkan dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.
Putri Hanna yang mendengar perkataan dari Pangeran Kichiro terlihat tak menduga, ia pikir Pria itu akan menyalahkan dirinya.
"Baiklah... Semoga berhasil." Dalam benak Putri Hanna.
"Haruka! Kemanapun kau pergi maka aku akan mengikuti dirimu, meskipun itu ke neraka sekalipun!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.
°^°
"Cih... Pengganti? Hanya sebatas pengganti, dan saat ini aku harus tinggal ditempat seperti ini! Apakah aku harus kabur? Tempat macam apa ini! Mengapa semua dipenuhi dengan sinar! Apakah aku akan dibunuh?! Hmh... Tidak mungkin, dia itu bundaku, lantas mengapa?!" Ucap, Haruka yang tengah duduk diatas Kursi Dewi.
°^°
"Dimana ya? Dewa Yu Huang, aku membutuhkan bantuan darimu! Aku mohon muncullah." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menatap langit cerah.
"Dasar pembohong! Penipu! Apakah kau sengaja tidak mendengarkan diriku! Bagaimana aku bisa ke dunia atas jika aku saja bukan bagian dari mereka? Apa yang harus aku lakukan? Dewa Yu Huang, Dewi Chang'e! Permainan mu ini sangat kekanak-kanakan, apa kalian tau! Kembalikan Haruka padaku!" Teriak Pangeran Kichiro dengan keras kepada langit.
Sring....
Tiba-tiba saja Pangeran Kichiro dikejutkan akan kehadiran dari sebuah Pedang dengan sinar putih mengkilap tengah melayang dari arah belakang, hampir saja Pedang itu melukai tubuh Pangeran untung saja ia cepat menghindar, jika tidak mungkin saja sesuatu yang buruk akan terjadi kepada dirinya.
"Kau menantang diriku?! Hmh... Apakah kau sudah tidak menginginkan hidupmu lagi?" ucap, Dewi Chang'e yang tiba-tiba muncul dihadapan Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro yang melihat kehadiran dari Dewi Chang'e, terlihat sangat murka dan kesal atas tindakannya itu.
"Dimana Haruka! Kemana kau membawanya pergi?! Apakah karena aku seorang Manusia, maka tak pantas bagiku untuk mencintai Putrimu?! Aku menghargai dirimu, kau adalah seorang Dewi yang suci, tetapi beginikah caramu kepada umat Manusia? Kembalikan Haruka kepada diriku!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.
Dewi Chang'e tampak sinis menatap Pangeran Kichiro, kemudian dia segera mengangkat lengan kanannya dihadapan Pangeran Kichiro, segera terlihat sebuah Pedang dengan sinar putih yang begitu sangat terang tengah berada dalam genggamannya.
"Hadapi aku! Jika aku berhasil kau kalahkan maka kau akan bertemu dengan Haruka, jika sebaliknya maka mati saja! Putriku tak butuh seorang Pria lemah disisinya! Ingat itu!" Ucap, Dewi Chang'e dengan tegas.
__ADS_1
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Dewi Chang'e membuat dirinya merasa tertantang akan permainan yang telah Dewi Chang'e berikan.
"Baiklah, aku menerimanya." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.
Dewi Chang'e tersenyum licik ketika mendengar Pangeran Kichiro menerima tantangan darinya. Dengan cepat Dewi Chang'e melayang untuk dapat menyerang Pangeran Kichiro, Pangeran Kichiro yang melihat pergerakan dari Dewi Chang'e yang begitu sangat cepat hampir saja membuat pokus nya terkecoh, ketika itu Dewi Chang'e tengah membawa sebuah Pedang putih dengan sinar putih yang menyala, diarahkannya kepada Pangeran Kichiro, tampak sikap tenang yang Pangeran Kichiro perlihatkan.
Ketika, Dewi Chang'e akan menusuk tubuh Pangeran Kichiro entah mengapa hal itu ia hentikan. "Apakah kau tidak ingin melawan diriku?" tanya Dewi Chang'e dengan tegas.
"Jika aku ingin melakukannya mungkin itu dengan orang lain bukan dengan orang tua Istriku sendiri." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.
"Hmh... Begitukah? Menarik sekali." Ucap, Dewi Chang'e dengan tatapan sinis.
"Hah... Baiklah, karena kau begitu sangat santun kepadaku, ikutlah dengan diriku, aku akan membawamu bertemu dengan seseorang." Ucap, Dewi Chang'e yang segera memalingkan tubuhnya, sinar putih segera menyelimuti tubuh mereka tak lama kemudian sinar itu membawa keduanya pergi.
Pangeran Kichiro terlihat begitu sangat heran akan semua hal itu, seakan sudah direncanakan saja sebelumnya, ketika sampai didunia atas Pangeran Kichiro melihat sebuah tempat yang begitu sangat indah tempat para Dewa dan Dewi berkumpul, Pangeran Kichiro memperhatikan sekitar tetapi ia tak melihat Haruka disana.
"Kichiro?" ucap, Dewi Chang'e dengan tegas.
"Iya?" jawab Pangeran Kichiro dengan penasaran.
"Hmh... Jagalah Putri ku dengan baik, setia padanya, hidup dan mati mu hanya untuk dirinya, sayangi dia, cintai dia, lindungi dia, muliakan dia, selama ini dia adalah orang yang selalu banyak berkorban, berjanjilah kepada diriku kau akan melakukan semua itu, Kichiro! Apa kau mengerti!" Ucap, Dewi Chang'e dengan tegas.
"Aku mengerti." Balas Pangeran Kichiro dengan tegas.
"Bawa Haruka datang untuk menemui diriku." Ucap, Dewi Chang'e kepada dayangnya.
"Baik Dewi." Pangeran Kichiro memperhatikan dayang yang tengah berjalan untuk membawa Haruka kepada dirinya.
Haruka yang tengah berada didalam sebuah kamar dengan dipenuhi sinar, tampak sangat sedih, ia begitu sangat ingin melarikan diri tetapi hal itu dirasa tak mungkin bagi dirinya.
Haruka yang mendengar hal itu terlihat begitu sangat terkejut dengan apa yang telah diucapkan oleh Wanita itu.
"Apa dia sedang berbicara kepada ku? Kecil? Seharusnya kalian itu memanggilku Nona besar, dasar tidak sadar diri! Hih... Aku ini kenapa?! Saat ini itu tidak penting, hmh... Mau apa mereka kemari?! Mencurigakan!" Dalam benak Haruka yang menatap tajam para Dayang itu.
"Hmh... Ada apa?" ucap, Haruka dengan sinis.
"Ikutlah dengan kami, Dewi ingin bertemu dengan Anda." Ucap, Dayang itu.
Haruka menatap kedua Wanita itu dengan sangat curiga, kemudian dia segera bangkit dari tempat duduknya untuk dapat menghampiri kedua Wanita itu.
"Hmh... Baiklah." Ucap, Haruka yang segera berjalan untuk keluar dari tempat itu.
"Sekarang apa?! Apa yang akan dilakukannya lagi? Aku sudah tidak sanggup lagi... Hidup ditempat semacam ini!" Dalam benak Haruka yang terlihat sangat sedih.
Ia kemudian berjalan untuk dapat berjumpa dengan Dewi Chang'e, yang saat itu tengah berada disuatu ruangan, Haruka yang tengah berada diluar merasa sangat curiga dengan bayangan seseorang yang tengah menjadi tamu dari Dewi Chang'e.
"Sekarang apa lagi ini?!" Dalam benak Haruka dengan perasaan kesal.
"Dewi... Kami telah membawa Nona kecil kepada Anda." Ucap, salah Seorang Dayang yang segera membuka selambu.
Dewi Chang'e segera menatap Wajah Haruka yang tengah tertunduk lesu.
"Tampaknya aku ini begitu sangat kejam sekali ya, membiarkan Putri ku menderita seperti ini, angkat kepalamu dan lihatlah siapa orang yang tengah bersama dengan diriku." Ucap, Dewi Chang'e dengan tegas.
Haruka dengan perlahan mengangkat kepalanya, sepasang Mata besarnya segera tertuju kepada Dewi Chang'e, lalu dengan perlahan ia melirik ke arah samping, sungguh terkejut diri Haruka ketika melihat Pangeran Kichiro tengah berada ditempat itu, bukan hanya dirinya saja Dewa Yu Huang juga ikut serta didalam tempat itu.
__ADS_1
"Kichiro... Mengapa? Hah?!" Ucap, Haruka dengan terkejut.
Pangeran Kichiro segera bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan untuk dapat mendekati Haruka, secepat mungkin ia memeluk tubuh Haruka dengan sangat erat.
"Aku pernah berkata kepadamu jangan pernah tinggalkan diriku, dan kau pernah menjawab Iya, dan ini adalah bukti bahwa tidak akan pernah ada satupun, apapun yang dapat memisahkan kita, aku mencintaimu, Haruka." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera mengecup kening Haruka dengan lembut.
Air mata pecah ditempat itu, air mata bahagia jatuh mambasahi Wajah Haruka, Pangeran Kichiro yang melihat hal itu tampak sangat terkejut dengan segera ia mengusap air Mata Haruka yang jatuh.
"Jangan dihapus bodoh! Ini air Mata bahagia." Ucap, Haruka dengan tersenyum kepada Pangeran Kichiro.
"Hmh... Tetapi... Kau... Terlihat... Jelek." Ucap, Pangeran Kichiro dengan suara pelan.
"Ulangi!" Ucap, Haruka yang segera memukul perut Pangeran Kichiro dengan sangat kuat.
"Aww... Aku hanya bercanda saja, jangan marah ya." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera membelai rambut panjang Haruka.
°^°^
Sedangkan disebuah padang rumput yang sangat nyaman terlihat Norr, Putri Hanna, dan juga Leo yang tengah saling duduk diatas rumput hijau.
"Hmh... Norr?" ucap, Putri Hanna yang tengah disamping Norr.
"Ah iya...." Ucap, Norr yang segera tersadar.
"Huhft... Aku sungguh tidak menyangka, jadi Dewi Chang'e itu hanya ingin mengetes Kichiro... Semoga mereka bahagia disana, bagaimana dengan dirimu Norr?" tanya, Leo dengan penasaran.
"Hmh... Aku berharap seperti itu, oh iya Putri... Apakah kau tidak ingin kembali kepada Ayahmu? Bukankah saat ini kau sudah hidup kembali?" tanya, Norr dengan penasaran.
"Hmh... Itu ya, mungkin nanti...." Ucap, Putri Hanna yang segera menatap Wajah Norr dengan tersenyum manis.
°^°^
Kini Putri Kirana sudah kembali ke dalam pelukan Pangeran Rendra, hidup bahagia didalam Istananya. Iya, Putri Kirana berpikir bahwa Istananya itu dikuasai oleh Pamannya, tetapi apakah kalian tau? Pangeran Rendra yang semula terkenal penakut dia adalah orang pertama yang mau melindungi Putri Kirana, huaww salut ih, kasih tepuk tangan dulu. Di situ lah menandakan bahwa Pangeran Rendra memang mencintai Putri Kirana setulus hati, aduh jadi baper. Hmh... Sedangkan Putri Hanna kalian pasti tau kemana ia akan kembali... Iyap, membangun Istana Lin bersama Ayahnya sungguh Anak yang sangat baik ya hiks hiks. Psstt... Norr dan Putri Hanna akhirnya menjalin sebuah hubungan, aduh cie-cie. Tetapi ada satu hal yang baru aku sadari ternyata Sumiaku Kichiro adalah Putra Dewa Yu Huang. Hmh.. Pantas saja Bunda Dewi Chang'e merestui hubungan kami, ternyata dia memiliki orang dalam, sungguh sangat licik sekali.
Sedangkan diriku yang saat ini....
"Ayah.... Lihat... Bunda sangat menakutkan, dia selalu memarahi ku! Ayah.... Tolong diriku!" Ucap, Seorang Anak kecil laki-laki yang tengah berlari ke arah Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro yang saat itu tengah mengenakan pakaian berwarna putih dengan balutan jubah biru tua, tampak begitu sangat gagah.
"Haha... Kemarilah Nak...." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menggendong Putranya yang bernama Han Kun.
"Kemari biar aku menyentuh Putraku!" Ucap, Haruka yang segera berlari ke arah Pangeran Kichiro.
"Tidak mau! Bunda sangat nakal!" Ucap, Han Kun dengan menjulurkan lidahnya dihadapan Haruka.
"Eh dasar... Aku sungguh menyesal pernah melahirkan dirimu didunia ini!" Ucap, Haruka dengan kesal.
"Sudah... Sudah, tidak perlu ribut lagi... Aku mencintai kalian, dan terima kasih... Haruka karena kau telah memberikan diriku Malaikat kecil ini, lihat dia sangat mirip seperti dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang terus menggoda Haruka, sambil berlari untuk dapat menghindarinya.
"Akan ku kutuk kalian!" Ucap, Haruka yang segera mengejar Pangeran Kichiro.
Selesai~
Terima kasih sudah mengikuti Novel PSP, and see you next time. Jangan lupa kunjungi Novel Tanda Mata Langit ya, dadah I Love You All❤
__ADS_1