Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
84


__ADS_3

Gadis itu segera menjauh dari kichiro , suami nya menatap hanna khawatir ,segera dia mengangkat ke dua tangan hanna.


"Maaf kan aku , yang tidak dapat menjaga mu dengan baik." Ucap kichiro.


Hanna memandang suami nya dengan satu alis terangkat ke atas.


"Ya, kau selalu saja begitu, membiarkan ku terluka , sekarang aku mulai berfikir untuk mencari pengganti mu." Ucap hanna.


Pria itu mengerutkan dahi dengan sedikit menyipitkan mata dia melirik hanna.


"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi!." Ucap nya kesal.


Hanna terkejut karna kichiro berbicara keras di depan nya , itu membuat telinga nya sakit.


Segera dia menarik ke dua tangan dan menutup telinga , sambil menatap kichiro kesal.


"Baik lah , tapi kau harus janji padaku jadilah pria yang lebih cerdas ,Mengerti?!." Ucap nya sambil menatap kichiro dengan serius.


Kichiro memandang hanna sambil melipat ke dua tangan di perut.


"Jadi maksud mu aku ini bodoh? ,hey kau memang istri yang durhaka." Ucap nya.


Hanna terkejut mendengar ucapan dari suami nya.


"heyy , bukan seperti itu maksud ku ,aku hanya berkata jadilah pria yang lebih cerdas ,dan lagi aku bukan istri durhaka kau tau." Ucap nya dengan kesal.

__ADS_1


Kichiro menyandarkan tubuh nya ke belakang dengan segera dia menyentuh tubuh hanna dengan tangan nya ,untuk di sandaran ke tubuh nya.


Hanna terkejut dia memandang kichiro yang memeluk tubuh nya lagi.


"Iya , kau itu wanita terhebat yang pernah ku temui , wanita yang mampu membuat ku takut akan kehilangan dirimu , jadi ku mohon jangan pernah tinggalkan aku apapun yang terjadi." Ucap kichiro sambil Memandang hanna dengan tatapan sendu.


Hanna memalingkan wajah dia menatap langit malam dari balik jendela.


Dalam benak nya "Mengapa dia menatap ku dengan tatapan seperti itu."


Kichiro mencium rambut hanna , dia menutup ke dua mata nya.


Tak lama kichiro membuka mata dan menunduk kan kepala untuk menatap hanna , sambil tersenyum dia memperhatikan wajah hanna.


Hanna yang tersadar akan hal itu , segera dia menatap kichiro.


Kichiro tersenyum manis memandang i wajah istri nya.


Dalam batin hanna "Aduh, ngapain sih kichiro malah senyum-senyum terus , hmm kenapa juga sama ini jantung ,pake acara disko segala lagi! ,tenang hanna tenang."


Hanna menarik nafas dan membuang nya dia membalas senyuman kichiro.


"Hari sudah sangat larut sebaik nya kau segera ber istirahat suami ku." Ucap hanna.


Kichiro mengangkat dagu hanna "Apa kau sudah sangat mengantuk."

__ADS_1


Hanna memandang wajah kichiro "hmm belum."


Kichiro tersenyum tipis "bagus , aku juga belum mengantuk , bagaimana jika kita melakukan sesuatu malam ini."


Hanna merasa bingung "Melakukan sesuatu?."


Kichiro menutup satu mata nya dan menarik tubuh hanna.


Hanna terkejut dalam batin nya "Nanii!!."


Hanna menyentuh tubuh kichiro dengan tangan nya "hmm bisakah , kau menunggu beberapa saat lagi , aku masih belum siap."


Kichiro membelai rambut istri nya itu "sebenarnya apa yang sedang kau fikir kan?." Ucap kichiro sambil tersenyum.


Hanna nampak bingung dengan ucapan kichiro dalam batin nya "bukan kah dia akan memainkan adegan seperti di film biru? ,apa aku salah?."


Hanna tersenyum kaku menatap kichiro.


Kichiro memandang hanna "Apa yang sedang kau fikir kan?."


Gadis itu menjawab perkataan kichiro dengan sedikit gugup.


"Ah ,emm , tidak ada." Kembali tersenyum.


Kichiro mendekatkan tubuh nya pada hanna ,dengan lembut dia menyentuh bibir gadis itu.

__ADS_1


Hanna terkejut mata nya menatap wajah kichiro ,entah mengapa dia lagi lagi tak kuasa mendorong tubuh kichiro.


__ADS_2