
Di dalam Istana Yu.
Pangeran Kichiro yang tengah termenung didalam ruang kerjanya itu, nampak tengah memikirkan seseorang yang saat itu mampu membuat Putri Yuri menjadi tersulut emosi. Bahkan dia juga menyetujui tantangan dari Putri Yuri yang menginginkan pertarungan diantara mereka.
Pangeran Kichiro, sungguh sangat ingin mengetahui siapakah wanita itu, dari sikapnya begitu sangat mirip dengan Hanna. Namun, dari parasnya sungguh jauh berbeda.
"Siapakah kau sebenarnya, kau berkata kepada semua orang asalmu dari atas langit, apa kau adalah titisan dari seorang dewi?" ucap, Pangeran Kichiro yang tengah menatap langit malam dari balik kaca jendelanya.
"Hanna, dimanakah dirimu saat ini? Apakah benar kau sudah tiada? Ataukah saat ini kau tengah menyamar agar aku tidak dapat menemukan keberadaanmu!" ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah kesal.
Pangeran Kichiro merasa telah dipermainkan oleh seorang wanita yang hanyalah terlahir dari seseorang yang sama kedudukannya dengan dirinya saat ini. Dia tidak secantik dewi, tidak pula sekaya para dewa. Namun, hatinya begitu cepat langsung takluk dalam dekapan dan buaian wanita itu. Dia adalah seorang Pangeran yang mampu menaklukan semua musuh dalam medan perang, tetapi ia nampak lemah dihadapan seorang wanita yang egois, kejam dan tidak berperasaan seperti Hanna.
__ADS_1
Segera Pangeran Kichiro bangun dari duduknya, ia kemudian menatap langit malam yang terlihat begitu terang dengan ribuan bintang.
"Hmm, aku harus memastikannya sendiri apakah benar dia adalah Hanna yang sedang menyamar. Ataukah benar dia adalah wanita yang bernama Haruka yang berasal dari dunia atas dan titisan seorang dewi." Ucap, Pangeran Kichiro dengan perasaan yakin.
Pangeran Kichiro kemudian dikejutkan dengan ketukan pintu, yang ternyata telah berulang kali seseorang yang berada diluar telah mengetuk pintunya.
Pangeran Kichiro kemudian segera membalikkan tubuh dan berjalan untuk menemui seseorang yang tengah berada diluar ruangannya.
"Selamat malam Pangeran." Ucap, Putri Yuri yang terus memasang senyum manisnya.
"Malam." Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah dinginnya.
__ADS_1
Putri Yuri melirik ke arah dalam ruangan Pangeran Kichiro yang nampak begitu besar, bersih dan rapi. Pangeran Kichiro yang melihat tingkah dari Putri Yuri yang amat mencurigakan itu, segera Pangeran Kichiro menutup pintu ruangannya. Dan membuat Putri Yuri sangat terkejut dibuatnya.
"Ada urusan apa Putri Yuri kemari, sampai mampu menemui diriku malam-malam begini?" ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah dingin.
"Hmm, tidak ada aku hanya ingin berjumpa dengan Pangeran saja, oh iya Pangeran tidak akan lupa kan dengan pertarunganku yang tinggal sehari lagi,aku menunggu kehadiran Pangeran di hari yang sudah aku janjikan itu. Menurut Pangeran mungkinkah wanita sombong itu akan datang untuk menemui diriku?" ucap, Putri Yuri dengan raut wajah liciknya.
Pangeran Kichiro kemudian segera berjalan kearah depan untuk menghindari Putri Yuri. Kemudian Pangeran Kichiro tersenyum sambil menatap langit malam.
"Tentu saja aku pasti tidak akan melewatkan kesempatan yang amat langka itu, aku pasti akan hadir. Hm, menurutku dia pasti akan menapati janjinya, lagipula dia sempat berkata bahwa dia adalah titisan dari seorang dewi bukan, jadi menurutku dia pasti akan menghadirinya." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.
Di dalam benak Pangeran dia memang sudah sangat menantikan pertemuanya dengan wanita itu.
__ADS_1