
kichiro terkejut dan menarik kembali tangan nya."
kichiro "kau belum tidur?."
Hanna "sebenarnya aku sudah tidur cukup lelap , tapi aku bisa merasakan kehadiran mu datang."
Kichiro "insting yang luar biasa" (sambil tersenyum)
Hanna "jadi ada apa?." (menatap kichiro)
kichiro segera duduk di samping hanna
Kichiro "aku sangat khawatir , kaisar lin meminta mu untuk menghadap ke istana nya ,aku takut kau akan mendapatkan masalah yang sulit."
Hanna mengangkat tubuh dan duduk di samping kichiro "kau tidak perlu risau ,istri mu ini bukan lah seorang gadis yang penakut." (sambil menatap kichiro)
Kichiro "ya aku tau , tapi yang aku khawatir kan adalah hukuman yang akan kau terima." (menatap hanna)
Hanna "oh , itu hanya sekedar hukuman mengapa harus takut." (menatap kichiro)
Kichiro memegang tangan hanna
kichiro "bukan kau yang takut tapi aku!."
hanna terkejut "hey aku yang akan di hukum , bukan dirimu."
Kichiro "itu masalah nya."
__ADS_1
hanna tersenyum dan berbalik menggenggam tangan kichiro sambil di angkat."
hanna "tidak akan ada yang bisa melukai ku , jika itu terjadi bukan kah kau akan melindungi ku?."
Kichiro "tentu saja."
hanna "besok aku akan pergi ke istana lin."
kichiro "kau masih belum pulih istri ku."
Hanna "ya , aku tau , tapi bukan kah semakin cepat akan semakin bagus? izin kan ya."
kichiro "baik lah , tapi kau harus pergi bersama ku."
Hanna "hm baiklah , Ternyata suami ku ini sangat mengkhawatirkan ku ya?." (menatap kichiro sambil tersenyum)
Hanna menatap kichiro dalam batin nya "wah bagus sepertinya pangeran ini benar-benar sudah menyukai ku , dengan begini aku bisa memanfaatkan ke untungan dari nya."
Kichiro menatap hanna yang tiba-tiba melamun dan tersenyum."
dalam batin kichiro "apa yang sedang di fikir kan nya?."
Kichiro "jangan berfikir macam-macam."
Hanna terkejut "ah tidak , aku tidak memikirkan apapun ,aku hanya senang memiliki suami yang hebat seperti dirimu."
Kichiro "oh ya?." (sambil mengangkat satu alis)
__ADS_1
Hanna "jahat nya ! ,jadi kau tidak mempercayai ku."
kichiro "baiklah aku percaya padamu."
dalam batin "dasar wanita licik"
Hanna memperhatikan kichiro "ada apa dengan dirimu?."
Kichiro "ah tidak ada."
Hanna "sudah katakan saja , aku tidak suka dengan wajah mu yang kusut seperti gulungan kertas."
batin hanna "lebih tepat nya sih pakaian kering belum di setrika."
Kichiro menatap hanna "aku sudah katakan padamu tidak ada."
Hanna "hm begitu , baik lah."
Kichiro menatap hanna "bagai mana dengan kondisi mu ? sudah merasa semakin membaik?."
Hanna "ya ,aku merasa tubuh ku ini ber angsur-angsur membaik , seperti nya ilmu tenaga dalam yang kau berikan sangat besar ke padaku."
Kichiro "bukan."
Hanna "hah bukan ? maksud mu?."
kichiro "ya , aku merasa tubuh mu ini memiliki kekuatan yang sangat besar , pada saat aku menyalurkan ilmu tenaga dalan ku pada mu , pada saat itu aku melihat sebuah sinar terpancar dalam dirimu."
__ADS_1
Hanna "oh ya?." dalam batin hanna "apakah sinar yang di maksud kichiro adalah batu perak yang berada di tubuh ku , mungkin saja sinar itu berasal dari benda itu."