
Hari itu didalam hutan, langit biru bersama dengan mentari yang mengitarinya, tengah menatap diri Haruka, yang saat itu ia sedang berjalan untuk kembali ketengah hutan, untuk menemui Norr, Leo dan Putri Kirana, Haruka melangkahkan kakinya dengan cepat, ranting pohon yang patah ia injak, sambil menoleh ke arah belakang ia mencoba untuk memastikan Pangeran Kichiro tidak mengikuti dirinya.
Sampai pada akhirnya Haruka dapat melihat Rumah kayu dari kejauhan dia memperhatikan Putri Kirana yang saat itu tengah tersemenung, didepan Rumah. Haruka yang berjalan untuk dapat menghampiri Putri Kirana, nampak sedikit bingung dengan apa yang telah terjadi kepada wanita itu, Putri Kirana yang tengah termenung kemudian pandangannya tak sengaja mengarah pada Haruka, sedikit tersentak dirinya saat melihat Haruka yang baru saja keluar dari dalam pepohonan, kemudian Putri Kirana segera tersenyum tipis pada diri Haruka.
Haruka yang melihat perubahan ekspresi dari Putri Kirana, yang jauh lebih cepat dari sekedar membalikkan telapak tangan itu, membuat dirinya merasa curiga, dengan apa yang tengah disembunyikan oleh Putri Kirana dari dirinya. Haruka terus berjalan untuk semakin mendekat ke arah Putri Kirana yang berada di depan Rumah kayu itu.
Saat Haruka sudah menginjakkan kakinya diatas kayu dari depan Rumah, Putri Kirana yang saat itu sudah memperhatikan dirinya dengan segera ia bertanya kepada Haruka, dengan sedikit memiringkan tubuhnya ke arah kiri.
"Darimana saja kau? Kami semua telah mencemaskan dirimu." Ucap, Putri Kirana yang menatap wajah Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari Putri Kirana, segera ia menghentikan langkahnya sambil menatap wajah dari Putri Kirana, Haruka pun menjawab tanya Putri Kerajaan itu, dengan sikapnya yang dingin.
"Aku baru saja kembali dari sungai, lalu apa yang tengah kau lakukan disini?" ucap, Haruka yang tengah berbalik untuk bertanya kepada Putri Kirana.
Putri Kirana yang mendengar ucapan dari Haruka kemudian dia segera tersenyum tipis kepada diri Haruka, dia tidak lah mempermasalahkan sikap dari Haruka yang terlihat dingin juga cuek itu, karena itu adalah hal yang biasa dia dapatkan dari diri Haruka, namun yang membuat Putri Kirana cemas adalah jika saja Leo mengatakan suatu hal yang sudah ia dengar saat Putri Kirana tengah berbicara dengan Xiao Chen didalam hutan pada kemarin malam.
Dia tidak akan pernah tau apa yang akan Haruka pikirkan tentang dirinya, mungkin saja Haruka akan merasa dihianati jika dirinya menerima tawaran dari Xiao Chen yang berkata bahwa dia mampu memberikan sebuah kekuatan yang luar biasa untuk dirinya, disisi lain dia memang haus akan kekuatan, namun apakah iya dia akan menghianati pertemanannya hanya demi sebuah janji-janji manis? Entahlah namun saat ini dirinya masih tengah mempertimbangkan semuanya secara matang.
__ADS_1
"Aku? Tentu saja aku tengah menunggu dirimu." Balas Putri Kirana yang menjawab tanya Haruka dengan tegas.
Haruka yang melihat sikap dari Putri Kirana nampak berbeda dan sedikit aneh itu membuatnya merasa agak curiga, namun Haruka masih diam, meskipun diam yang tengah ia lakukan bukan hanya semata-mata diam dan tak perduli, namun diam sambil terus mengamati.
"Oh, begitu, aku sudah kembali sekarang, tidak ada yang perlu dicemaskan, tetapi aku ingin berbicara kepada kalian didalam." Ucap, Haruka yang segera melangkahkan kakinya untuk dapat memasuki Rumah kayu.
Putri Kirana yang mendengar ucapan Haruka, terlihat penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Haruka kepada mereka semua, Putri Kirana yang masih berada diluar Rumah, kemudian dia dengan segera mengikuti Haruka untuk memasuki Rumah kayu.
Di dalam sana sudah ada Norr dan Leo yang tengah duduk diatas kursi kayu, suara dari alas kaki yang Haruka kenakan membuat mereka segera menatap diri Haruka yang sudah kembali, Leo dan Norr saat itu terlihat begitu sangat dingin menatap diri Haruka yang baru saja kembali, hal itu membuat Haruka yang melihat tatapan dari kedua pria itu merasa sangat bingung, kemudian Haruka segera melirik ke arah samping kanannya, entah hanya kebetulan saja atau memang sebenarnya sedang ada masalah diantara mereka, Haruka merasa bahwa sikap Leo dan Norr yang terlihat begitu dingin itu sebenarnya ia tujukkan kepada Putri Kirana atau mungkin saja kepada dirinya.
Norr dan Leo yang menatap Haruka tengah duduk diatas Kursi, membuat Norr segera bertanya terhadap Haruka, yang saat itu baru saja kembali.
"Kemana saja kau?" tanya Norr dengan pandangan cemasnya terhadap diri Haruka.
Haruka yang tengah terduduk diatas Kursi kemudian dia segera melirik ke arah Norr yang tengah berada dihadapannya itu.
"Hm, aku baru saja kembali dari sungai, ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba saja saat aku tengah berada didalam sungai, aku dipertemukan oleh Kichiro, dan aku baru saja tersadar tempat ini adalah kawasan milik Pangeran Kichiro." Ucap, Haruka yang menjelaskan kepada temannya dengan raut wajah tegas.
__ADS_1
Norr, Leo juga Putri Kirana merasa terkejut saat mendengar ucapan dari Haruka yang berkata seperti itu terhadap diri mereka.
"Benarkah?" tanya Putri Kirana yang terlihat sangat terkejut.
Haruka yang tengah duduk diatas Kursi kemudian dia segera melirik ke arah Putri Kirana yang saat itu tengah berada disampingnya.
"Benar, hmm tetapi sepertinya dia tengah berada dalam masalah." Balas Haruka yang segera memalingkan pandangannya ke arah samping kiri.
Norr dan Leo yang mendengar ucapan Haruka kemudian Leo segera berbicara terhadap Haruka, sambil menatap wajahnya itu.
"Dan, apakah kau tidak ingin membantu dirinya? Bukankah saat ini dia tidak tau jika kau adalah Hanna?" ucap, Leo yang segera membalas ucapan Haruka dengan cepat.
Haruka yang mendengar ucapan dari Leo kemudian dia segera kembali menatap wajah Leo dan juga Norr, sambil membalas ucapan dari Leo yang ditujukan kepadanya itu.
"Hm, aku pasti akan melindungi dirinya, meskipun aku tau dia itu adalah seorang Pangeran yang sangat kuat, namun apa yang aku lakukan saat ini hanyalah sebuah rasa bersalah karena aku sudah menghancurkan hidupnya." Ucap, Haruka yang segera melirikkan pandangannya ke arah samping kiri lagi.
Norr yang mendengar ucapan Haruka, segera menganggukkan kepalanya sambil menatap diri Haruka, Norr merasa bahwa sikap dan sifat Haruka saat ini sungguh jauh berbeda dari dirinya yang dahulu terlihat begitu sangat angkuh, egois, dan kejam, kini yang Norr rasakan dari Haruka yang saat ini adalah sikapnya yang tidak hanya mementingkan diri sendiri namun juga mementingkan orang lain, mempertanggung jawabkan setiap apa yang sudah ia lakukan terhadap diri orang lain, keangkuhan dan keegoisannya ternyata hanya ia pergunakan saat ia berada dalam tubuh Putri Hanna.
__ADS_1