
Diatas Langit.
"Hanna sepertinya pangeran Kichiro sangat ingin berbicara denganmu? ucap Norr kepada Hanna.
"Aku tidak perduli, kau tau norr dia mendekatiku hanya karna aku kuat, seandainya aku ini lemah dia akan membuangku juga." Ucap Hanna dingin.
"Hanna sepertinya sekarang kau yang terlalu banyak berfikir, jika Kichiro melakukan itu padamu. Bunuh saja dia." Ucap Norr yang berbicara kepadanya.
"Sudahlah aku malas membahas tentang pria." Jawab Hanna yang merasa sangat tidak nyaman.
"Baiklah, Hanna kemana kita akan pergi? tanya Kichiro.
"Kembali ke Istana." Ucap Hanna dingin.
"Apakah sekarang suasana hatimu sudah membaik? tanya Norr kepada Hanna.
" Hm, iya." Jawabnya.
"Baiklah aku akan mengantarmu kembali ke Istana." Ucap Hanna.
Istana Yu.
"Sekarang kau boleh pergi." Ucap Hanna kepada Norr.
"Jika ada sesuatu panggil saya namaku." Ucao Norr kepada Hanna.
"Kau tenang saja aku akan memanggilmu." Ucap Hanna kepada Norr.
Tanpa sengaja Hanna melihat Permaisuri Jian keluar dari istana dengan gelagat yang sangat aneh.
"Bukankah itu Permaisuri mengapa ia keluar istana seperti seorang pencuri? Ucap Hanna dengan penasaran.
__ADS_1
"Kau mengenalnya? tanya Kichiro yang menatap kearah Permaisuri Jian.
"Tentu saja." Ucap Hanna yang menatap Norr.
"Berhati-hatilah aku merasakan kebencian dalam hatinya." Ucap Norr.
"Heh sejak awal dia memang sudah tidak menyukaiku aku mulai curiga kematian Ibunda Yuriama ada hubungannya dengan Permaisuri Jian." Ucap Hanna dengan pandangan dingin.
"Kau fikir dia yang membunuh Permaisuri?? ucap Norr yang memandang wajah Hanna.
"Itu baru dugaanku saja, tapi aku akan mencari tau kebenarannya." Ucap Hanna dengan tegas.
"Kira-kira ingin Bertemu siapa dia? kau tidak berniat untuk mengikutinya? Mungkin saja ini ada kaitannya dengan kematian Yuriama." Ucap Norr yang menatap Hanna.
"Benar juga." Ucap Hanna.
"Ah, tapi hari sudah mulai larut sebaiknya kau pergilah beristirahat." Tiba-tiba Norr menatap Hanna dengan tatapan ingin melindungi.
"Bukan begitu Hanna tapi semakin kau tau kebenarannya, hatimu akan semakin terluka, meskipun kau bukanlah Hanna yang asli tapi aku tau di dalam jiwamu ada kebencian pada mereka semua." Ucap Norr dengan Khawatir.
"Karna dewa telah memberiku kehidupan yang kedua kali, dan jiwaku hidup didalam tubuh Hanna sepahit apapun itulah kenyataan yang harus di hadapi, dan aku bersumpah sebelum kenyataannya terungkap aku tidak akan menyerah, nyawa dibayar dengan nyawa." Ucap Hanna dengan tatapan menakutkan.
"Baiklah jika itu prinsipmu, aku akan selalu membantumu." Ucap Norr.
"Kalau begitu pergilah, aku tidak akan mengikuti Permaisuri." Segera Hanna menaiki atap dan masuk lewat jendela.
"Sungguh wanita tangguh yang keras kepala." Dalam benak Norr.
Dengan cepat Norr terbang menjauh.
Persimpangan jalan, Permaisuri Jian bertemu seseorang yang berada didalam tandu.
__ADS_1
"Masuklah." Ucap Ayunian.
"Baik." Ucap Permaisuri Jian yang kemudian menaiki tandu itu.
"Jadi rencana apa yang kau kerjakan sejauh ini." Ucap Permaisuri Ayunian.
"Belum ada." Ucap Permaisuri Jian yang menatap Ayunian.
"Belum ada?! Kawanku apa kau tidak mau membantuku lagi? Ingat dulu kau juga ikut dalam pembunuhan Yuriama, apa sekarang kau ingin membantu putrinya? Jika Hanna mengetahui semua apa kira-kira yang akan terjadi??." Ucap Permaisuri Ayunian yang mengancam.
"Jadi kau mengancam ku?? Ucap Permaisuri Jian tidak suka.
"Tidak, tapi aku hanya mengingatkanmu saja." Ucap Permaisuri Ayunian.
"Aku membantumu karna kau sahabatku, tapi jika aku yang berada dalam kesulitan akankah kau juga membantuku." Ucap Permaisuri Jian yang mencoba untuk tenang.
"Tentu saja, aku akan membantumu." Ucap Permaisuri Ayunian.
"Baiklah aku akan mencobanya." Ucap Permaisuri Jian kepada kawannya itu.
"Aku tau kau tidak akan membiarkan sahabatmu ini kesusahan." Ucap Permaisuri Ayunian dengan tersenyum.
"Baik aku harus pergi, sebelum ada yang melihatku." Ucap Permaisuri Jian.
"Silahkan." Ucap Permaisuri Ayunian.
Permaisuri Jian segera turun dari tandu.
"Pengawal jalan." Ucap Permaisuri Ayunian kepada Pengawal.
"Baik Permaisuri." Ucap Pengawal itu.
__ADS_1