
Setibanya didepan Rumah Kayu milik Pangeran Kichiro, Putri Kirana segera meletakkan beberapa ranting kering didepan halaman, Haruka yang berada disamping Putri Kirana segera melirik ke arah wanita itu, yang tak lama Putri Kirana segera bangun, saat ia tengah berdiri tegak pandangannya kemudian tertuju pada diri Haruka.
"Aku akan meletakkannya disini, aku akan pergi." Ucap, Putri Kirana yang menatap wajah Haruka.
Haruka yang memperhatikan diri Putri Kirana segera mengganggukkan kepalanya, lalu Haruka segera menjawab perkataan dari Putri Kirana yang saat itu telah selesai berbicara.
"Baik, kau pasti akan kembali kepada Norr dan Leo, bukan? Katakan pada mereka jangan menunggu diriku." Ucap, Haruka yang menatap wajah Putri Kirana.
Putri Kirana yang mendengar ucapan Haruka, segera ia menghela napasnya dan sebelum ia pergi untuk meninggalkan diri Haruka, Putri Kirana tak lupa untuk menjawab pesan Haruka itu.
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi." Ucap, Putri Kirana yang segera membalikkan tubuhnya kemudian dia berjalan untuk dapat meninggalkan Haruka sendiri didepan Rumah Kayu milik Pangeran Kichiro.
Haruka yang masih memperhatikan Putri Kirana yang tengah berjalan untuk dapat meninggalkan dirinya, dengan segera Haruka membalikkan pandangannya sambil berjalan untuk dapat masuk kedalam Rumah Kayu milik Pangeran Kichiro.
Saat diperjalanan Putri Kirana yang tengah melangkahkan kakinya untuk dapat meninggalkan Rumah Kayu milik Pangeran Kichiro, terlihat ia tengah berjalan dengan langkah yang cepat, namun tetap berhati-hati. Saat Putri Kirana yang akan berjalan untuk dapat kembali menemui Norr dan Leo, seketika dengan tiba-tiba langkahnya terhenti karena dihadapannya tengah berdiri Xiao Chen yang saat itu menatap wajah Putri Kirana dengan tampang masamnya.
Hal itu tentu saja secara terpaksa membuat tubuh Putri Kirana menggerakkan mundur sepasang kakinya, dan gestur tubuhnya yang nampak sangat tidak suka akan kehadiran dari Xiao Chen. Xiao Chen menatap diri Putri Kirana, kemudian dia segera berbicara terhadap Putri Kirana yang saat itu begitu sangat waspada akan kehadirannya.
__ADS_1
"Aku menawarkan dirimu sebuah kekuatan yang sangat luar biasa! Namun, dirimu lebih memilih untuk menentang permintaan dari diriku, sungguh kau adalah Wanita yang sangat bodoh!" Ucap, Xiao Chen yang tengah menatap Wajah Putri Kirana dengan sepasang Mata tajamnya itu.
Putri Kirana yang mendengar perkataan dari Xiao Chen tak pernah lari pandangan Putri Kirana yang terus saja menatap Wajah Xiao Chen dengan tatapan tajamnya itu, kemudian Putri Kirana segera menjawab perkataan dari Xiao Chen yang ditujukan kepada dirinya itu.
"Aku bukanlah dirimu, hey Xiao Chen! Aku memanglah sangat menginginkan kekuatan yang dapat melindungi diriku, dan menjadikan aku sebagai Wanita yang kuat. Namun, aku tau akan batasannya!" Ucap, Putri Kirana yang menatap tajam Wajah Xiao Chen.
Xiao Chen yang mendengar perkataan dari Putri Kirana, kemudian dia segera mengerutkan dahi dan mengangkat keatas bibirnya sehingga terlihatlah tatapan sinis darinya yang ia berikan kepada Putri Kirana.
"Hm, naif sekali! Cepat atau lambat aku akan membuat dirimu menjadi budakku, hey Kirana!" Ucap, Xiao Chen yang masih saja menatap Wajah Putri Kirana dengan tatapan tajamnya.
"Hoho, apakah kau saat ini sudah tidak memiliki daya dan upaya untuk melaksanakan semua kehendak hatimu itu!" Ucap, Putri Kirana dengan tampang kesalnya terhadap Xiao Chen.
Xiao Chen yang mendengar perkataan dari Putri Kirana, segera ia melangkahkan kakinya untuk dapat berjalan menghampiri diri Putri Kirana.
"Heh, apa kau ini memanglah bodoh hai Kirana! Aku hanyalah menjadikan dirimu alatku saja untuk dapat mendapatkan Haruka! Apa kau mengerti!" Ucap, Xiao Chen yang dengan perlahan melangkahkan kakinya agar ia dapat semakin mendekat pada diri Putri Kirana.
Putri Kirana yang melihat hal itu segera ia menggerakkan kakinya untuk dapat melangkah mundur dan menjauh dari Xiao Chen yang saat itu tengah mendekat ke arah dirinya.
__ADS_1
"Hm, ternyata dugaanku memanglah benar! Untung saja aku segera tersadar, jika tidak mungkin saja aku akan kehilangan semua yang telah aku miliki saat ini." Dalam benak Putri Kirana yang terus saja menatap Wajah Xiao Chen.
Dengan segera Putri Kirana membuka lengan kakan, yang saat itu tengah berada disamping pinggangnya itu, Putri Kirana tidak membuang waktunya dan segera ia mengeluarkan kekuatan yang telah ia miliki, segera kekuatan internal itu terkumpul didalam telapak tangan kanan Putri Kirana. Xiao Chen yang sedikit melirik ke arah lengan kanan Putri Kirana yang sudah sangat bersiap untuk dapat menyerang dirinya, dengan segera ia menghentikan langkahnya dan Xiao Chen memulai kembali ucapannya itu.
"Heh, untuk apa kau lakukan hal semacam itu! Itu hanya akan sia-sia saja, aku ini lebih kuat dibandingkan dengan dirimu, apa kau tau itu Kirana?!" Ucap, Xiao Chen dengan tatapan garangnya terhadap Putri Kirana.
"Banyak bicara!" Ucap, Putri Kirana yang segera berlari untuk dapat mendekat ke arah Xiao Chen dengan membawa sebuah kekuatan yang tengah berada didalam genggaman telapak tangannya itu.
Xiao Chen yang melihat sikap dari Putri Kirana yang sangat cepat, dan terkesan tergesa itu membuat dirinya segera mengangkat lengan kirinya dan dengan segera ia mendorong perut Putri Kirana dengan sangat kasar, hal itu tentu saja membuat tubuh Putri Kirana terpental dan ia pun jatuh tersungkur diatas rumput hijau yang sangat halus itu, sambil memegangi perutnya, Putri Kirana merasa sangat kesakitan, terlebih lagi dari dalam mulutnya mengelurkan darah segar berwarna merah.
"Dia memang bukanlah tandinganku! Tapi tidak semudah itu untuk dapat mengalahkan diriku!" Dalam benak Putri Kirana yang segera ia terbangun dari tempatnya.
Xiao Chen kemudian segera tersenyum sini pada diri Putri Kirana, saat melihat Putri Kirana dengan mudahnya ia kalahkan membuat Xiao Chen melenyapkan semua dugaannya yang berpikir bahwa Putri Kirana cukup kuat. Namun, ternyata hal itu sudah membuat diri Putri Kirana tinggi dalam pemikiran Xiao Chen.
"Heh ternyata aku terlalu tinggi menilai dirimu! Kau itu sebenarnya hanyalah seorang Wanita yang tidak berguna! Siapa yang menginginkan kehadiranmu! Aku pikir orangtua yang melahirkan dirimu pun akan merasa kecewa telah memiliki anak perempuan yang lemah seperti kau ini!" Ucap, Xiao Chen yang menatap Wajah Putri Kirana dengan raut Wajah sinisnya dihadapan Putri Kirana.
Putri Kirana yang mendengar perkataan dari Xiao Chen sungguh membuat hatinya merasa sangat sesak, mungkin hal itu memang benar adanya, karena dia lah yang membuat kedua orangtuanya itu tiada. Segera Putri Kirana mengepalkan kedua lengannya yang tengah ia letakkan diatas rumput hijau yang halus itu, pandangannya seketika berganti menjadk sangat mengerikan, tak lama kemudian Putri Kirana segera membangkitkan Pedang merahnya, yang sangat melekat dalam hidupnya itu. Xiao Chen yang melihat hal itu nampak sangat tidak perduli dengan apa yang telah dilakukan oleh Putri Kirana, baginya Putri Kirana hanyalah sekotak sampah yang tidak berguna.
__ADS_1