Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
138


__ADS_3

Dengan suara lantang Pangeran Iblis mengerahkan prajuritnya untuk menyerang Haruka.


"Aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk pergi lagi, kau harus membantuku Haruka, aku telah membantu dirimu untuk melenyapkan kedua orang itu, kini kau harus membalasnya dengan nyawamu!" ucap Pangeran Iblis dengan lantang.


Haruka yang menatap dari bawah segera membalikkan tubuhnya, dengan cepatnya para prajurit dari Pangeran Iblis mengepung dirinya.


Dengan pandangan dingin dan tajam Haruka menatap prajurit dari Pangeran Iblis.


Kekuatanku sudah kembali, aku yang akan membunuhmu, hai Iblis!" ucap Haruka.


Pangeran Iblis yang berada diatas kamar segera mendarat kehalaman dengan meloncati jendela yang tinggi. Haruka yang sangat tidak sabar untuk menghabisi Pangeran Iblis dengan cepat dia menyerang Pangeran Iblis yang baru saja mendaratkan diri diatas tanah.


Pangeran Iblis yang agak terkejut segera menghindari serangan Haruka dengan cepat, dari arah belakang beberapa prajurit itu menyerang Haruka dengan pedang yang masing-masing mereka miliki telah dilumuri racun.


"Hmm, tidak lebih baik dari musuh ditempat asalku, kalian semua tidak ada apa-apanya untukku!" dalam benak Haruka.


"Pangeran Iblis, ternyata kekuatanmu tidak sebanding dengan diriku?! Jika kau ini sangatlah hebat dan kuat, tidak mungkin bukan, kau sampai mengerahkan puluhan prajurit hanya untuk menangkapku!" ucap Haruka dengan pandangan dingin.

__ADS_1


Pangeran Iblis yang merasa sangatlah kesal harga dirinya telah diinjak oleh seorang gadis sombong seperti Haruka. Kemudian kedua matanya menatap tajam prajurit yang tengah megepung Haruka, dengan tegas Pangeran Iblis memirintahkan prajuritnya untuk mundur.


"Mundur kalian semua, biar aku yang menghadapinya!" ucap Pangeran Iblis dengan lantang.


Puluhan prajurit itu begitu terkejut, kemudian mereka semua perlahan berjalan mundur mejauhi Haruka, sambil menyimpan kembali pedangnya. Haruka yang menyipikan matanya untuk melirik puluhan prajurit itu yang sangatlah mematuhi Pangeran Iblis, sambil menyeringai Haruka kemudian melirik Pangeran Iblis yang berada dihadapannya.


"Heh, kau sangatlah tidak pantas dijuluki sebagai Pangeran Iblis! Kau lebih pantas jika menjadi seorang budak! Hari ini kau telah menunjukkan kedapaku, kau tidaklah pantas menjadi seorang pemimpin!" ucap Haruka dengan dingin.


Pangeran Iblis nampak terkejut dengan ucapan Haruka, ternyata tanpa disadarinya dia telah mematuhi ucapan Haruka yang meminta dirinya untuk memundurkan pasukannya.


"Kau....?!" ucap Pangeran Iblis dengan kesal.


"Majulah!" ucap Haruka dingin.


Pangeran Iblis yang terlanjur kesal, tanpa membuang waktu dia segera menyerang Haruka.


***

__ADS_1


Di tempat lain, tepatnya hutan.


Norr yang tiba-tiba terdiam, dengan wajah panik dia menatap ke arah Kirana. Kirana yang ikut khawatir segera menghampiri Norr dengan perlahan sambil berbicara dengannya.


"A...ada apa denganmu?" ucap Kirana dengan panik.


"Aku....aku dapat merasakan keberadaan Hanna!" ucap Norr dengan yakin.


"Apa!" Kirana dan Leo terkejut saat mendengar ucapan dari Norr.


"Apa kau yakin?!" tanya Leo dengan tidak percaya.


"Iya, aku yakin."Balas Norr.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, kita harus segera menemukan Hanna." Ucap Kirana dengan tegas.


Norr dan Leo menganggukan kepala mereka, tak lama Norr merubah dirinya menjadi seekor burung yang sangat besar. Kirana yang melihat hal itu nampak terkejut.

__ADS_1


"Kau....?!" ucap Kirana yang terlihat sangat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Cepat naik kepunggungku, kita tidak memiliki banyak waktu lagi, aku merasakan hal buruk tengah terjadi pada Hanna." Ucap Norr dengan tegas.


__ADS_2