Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
168


__ADS_3

Haruka menoleh kearah samping kanannya, dia melihat sosok seorang pia dengan mengenakan pakaian berwarna putih, tengah berdiri sedikit jauh darinya. Pandangan Haruka mulai kabur, sehingga dia tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang telah membantunya itu.


Pria yang tengah mengenakan pakaian putih panjang itu, segera merentangkan tangan kanannya keatas tak lama, seekor Naga dengan tubuh berwarna emas, dengan kedua bola mata merah merekah tengah berdiri dibelakang pria itu. Naga emas dengan tubuh yang amat besar segera menghampiri sekelompok orang yang tengah menyerang Haruka dan temannya itu.


Hal itu membuat pria misterius dengan penutup kepala terkejut, dia tidak menyangka pria yang tengah membantu Haruka memiliki seekor Naga emas. Naga emas tanpa pikir panjang segera menyerang orang-orang itu, termasuk Kalajengking raksasa miliknya. Dengan perasaan panik bercampur takut pria misterius itu pergi meninggalkan Haruka, dengan membawa Norr juga Kirana masuk kedalam pusaran hitam.


Pria yang mengenakan pakaian berwarna putih hanya terdiam, kemudian dia menatap Haruka yang nampak sudah sangat lemah. Pria itu segera berjalan menghampiri Haruka dia berjongkok dan menggendong tubuh Haruka dengan kedua tangannya. Pria berbusana putih itu kemudian segera bangun, dan dia menatap kearah Naganya.


"Sudah tidak perlu dikejar, biarkan saja mereka pergi." Ucap pria itu dengan tegas kepada Naganya.


Haruka yang tengah berada dipelukan pria itu, terlihat sangat bingung. Dia tidak ta pasti siapa yang tengah membantunya, tubuhnya terasa amat sakit. Dia merasa sudah tidak memiliki kekuatan lagi, seluruh tenaganya telah terkuras.


"Si...siapa..?!" ucap Haruka dengan nada bicara yang terbata-bata.


Tak lama pria yang mengenakan pakaian putih itu hanya tersenyum menatap wajah Haruka. Dengan segera ia menaiki tubuh Naga emas. Dan pergi dari tempat it sambil membawa Haruka bersamanya.


Tik...


Tik...


Tik...


Bunyi suara rintik hujan, yang membasahi ranting dan dedaunan. Malam itu ternyata hujan datang dengan perlahan. Haruka kemudian segera tersadar. Dia nampak terkejut saat berada didalam sebuah kamar yang sangat besar, berwarna putih.


Dia yang terkejut karena terlalu panik, dengan segera bangun dari tidurnya. Dia mengangkat tubuhnya perlahan sambil menahan sakit yang amat menyiksa.


"Aw...Dimana aku?" ucap Haruka dengan raut wajah penuh dengan kebingungan.

__ADS_1


"Kau sudah sadar?" ucap seorang pria yang tengah terduduk disebuah kursi yang sangat besar.


Haruka sangat terkejut saat mendengar suara dari seorang pria, dia menatap kearah samping kiri dilihatnya seorang pria muda, dengan busana berwarna putih tengah mengelus-elus seekor Naga dengan sisik emas sambil duduk diatas kursi besarnya.


"Siapa kau?!" tanya Haruka dengan pandangan waspada.


Pria itu kemudian segera bangun dari duduknya. Dengan perlahan dia berjalan menghampiri Haruka, yang terlihat tengah menunjukkan sikap kewaspadaan yang cukup tinggi.


"Apa kau benar-benar sudah tidak mengingat diriku lagi Zie?" ucap pria itu sambil menatap wajah Haruka dengan lembut.


"Zie!? Apa maksudmu? Dimana teman-temanku sekarang?!" ucap Haruka dengan perasaan panik.


"Aku tidak dapat menyelamatkan mereka, tapi kau tenang saja Zie, kau akan segera berjumpa lagi dengan mereka." Ucap pria itu sambil berjalan mendekati Haruka.


Haruka nampak bingung, dia sama sekali tidak mengenal pria itu. Dan dia juga tidak tau maksud dari setiap ucapannya.


"Mereka dibawa pergi oleh Sharon, pria yang menyerangmu itu bernama Sharon, dia itu masih termasuk kedalam keluarga Iblis, entah masalah apa yang telah kau buat hingga membuatnya begitu sangat marah terhadapmu Zie. Jadi, kau benar-benar sudah melupakanku?" ucap pria itu dengan kedua bola mata biru yang menatap wajah Haruka dengan begitu dalam.


Haruka nampak terkejut saat pria itu tiba-tiba saja memasang wajah seperti itu dihadapannya.


"Bagaimana bisa aku mengingatmu, jika aku saja tidak pernah merasa mengenal dirimu, dan lagi namaku bukan Zie, aku Haruka. Jadi tolong berhenti memanggilku Zie." Ucap Haruka dengan tegas.


"Ternyata serapuh itu hubungan kita, apa kau tau, sudah sekian lama aku mencari keberadaanmu, setelah kau menyelamatkan negeri ini dari kehancuran, kau tidak pernah kembali padaku. Apa benar kau sudah melupakan aku Zie?!" ucap pria itu dengan raut wajah sendu.


Haruka nampak terkejut saat dia mendengar ucapan dari pria itu, dia sungguh tidak menyangka ada berapa banyak lagi kenyataan yang tidak diketahui oleh dirinya.


"Hm, aku bukanlah Zie lagi! Namaku Haruka, apa kau tau, apa kau percaya dengan adanya reinkarnasi?! Zie yang kau maksud sudah tiada, kini yang berada dihadapanmu adalah aku Haruka, bukan Zie?!" ucap Haruka dengan raut wajah tegasnya.

__ADS_1


"Aku tidak perduli kau itu Zie atau Haruka, yang pasti saat ini kau telah kembali padaku." Ucap pria itu dengan tersenyum manis memandang wajah Haruka.


"Terserah kau saja, sstt." Ucap Haruka yang menahan rasa sakit dari luka yang diterimanya.


"Siapa namamu?" ucap Haruka dengan wajah pucatnya.


"Xiao Chen." Ucap pria itu sambil berjalan da duduk disamping Haruka.


"Terima kasih sudah membantu, tapi aku harus segera mencari keberadaan temanku." Ucap Haruka dengan segera mengangkat tubuhnya.


"Tidak, kau tidak bisa pergi begitu saja dalam kondisi seperti ini." Ucap Shao sambil menyentuh tubuh Haruka.


"Tapi aku harus menyelamatkan mereka!" ucap Haruka yang mencoba untuk tetap pergi.


"Jangan gegabah, kita akan pergi bersama-sama nanti, kau pikir dengan kondisimu yang seperti ini, kau bisa menyelamatkan mereka?! Pulihkan dahulu kondisimu, setelah itu aku akan melatihmu agar kau mampu mengalahkan Sharon, apa kau mengerti?!" ucap Xiao Chen dengan tegas.


Haruka hanya terdiam kemudian Xiao menatap wajah Haruka sambil mengelus rambutnya. Haruka nampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Xiao Chen kepadanya.


"Hentikan, aku bukanlah kekasihmu yang dahulu!" Ucap Haruka dengan kesal, dia segera menghindar dari pria itu.


"Iya aku tau." Ucap Xiao Chen dengan tersenyum tipis pada Haruka.


"Berbaring lah, aku akan menyembuhkan lukamu." Ucap Xiao sambil menatap wajah Haruka.


Haruka menatap wajah Xiao kemudian dia segera membaringkan tubuhnya dengan perlahan.


"Tutup kedua matamu." Ucap Xiao Chen yang segera bangun dari duduknya.

__ADS_1


Tanpa berkata apapun Haruka dengan segera menutup kedua matanya dengan perlahan.


__ADS_2