Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Jawaban dari setiap pertanyaan.


__ADS_3

Haruka yang segera menolah ke arah belakang kemudian ia memberi sedikit isyarat kepada tiga bayangannya untuk mengatasi Naga Emas. Sedangkan Pangeran Kichiro, yang tidak mempermasalahkan luka dalam pada tubuhnya itu, segera ia berbalik dan menyerang Xiao Chen dengan menggunakan Pedang perak yang tengah berada dalam genggamannya.


Haruka yang tengah membelakangi kedua pria itu dengan segera berbalik dan berjalan untuk dapat membantu Pangeran melawan Xiao Chen. Xiao Chen yang melihat hal itu membuat hatinya merasa semakin sakit, entah setan apa yang tengah merasuki Xiao Chen, namun matanya seperti telah dibutakan oleh rasa cemburu, dan amarah yang sudah membara, Xiao Chen kemudian segera mengangkat lengan kanannya ke atas langit, Haruka yang terfokus dengan lengan dari Xiao Chen sungguh tidak menyadari bahwa sebuah benda tajam yang datang dari arah belakang melesat dengan sangat cepat ke arah Haruka dan Pangeran, Pangeran yang merasakan pergerakan angin yang begitu sangat cepat membuat dirinya menoleh ke arah belakang, begitupun juga dengan Haruka saat mereka bersama-sama memalingkan pandangan secara alamiah Haruka memeluk tubuh Pangeran Kichiro dan mendorongnya sampai terjatuh ke tanah.


Sedangkan Pangeran mengangkat lengan kanannya, untuk dapat menghentikan benda tajam yang mengarah kepada diri mereka itu. Tak lama benda tajam yang mengarah pada diri mereka terjatuh ke tanah, Haruka yang menjatuhkan kepalanya pada tubuh Pangeran hanya terdiam, kemudian dengan perlahan ia mengangkat kepalanya, keduanya saling bertatap muka. Dengan serentak mereka saling berbicara kepada satu sama lain.


"Kau tidak apa?" ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Haruka.


"Kau tidak apa?" ucap, Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro.


Keduanya saling terkejut, saat mereka saling mencemaskan satu sama lain, Haruka kemudian terdiam kembali, sedangkan Pangeran yang telah menghentikan pergerakan dari benda tajam itu, lengan kanannya segera ia letakkan diatas kepala Haruka, sambil mengusap perlahan kepala Haruka dengan sangat lembut.


Xiao Chen yang melihat hal itu membuat dirinya semakin merasa kesal, saat Xiao Chen ingin mengeluarkan kekuatan yang dimilikinya untuk menyerang Haruka dan Pangeran Kichiro, entah mengapa hal itu dia batalkan dan tanpa perlawanan lagi Xiao Chen dengan cepat menghilang dari pandangan, Haruka yang segera memalingkan pandangannya ke arah Xiao Chen, dia begitu sangat terkejut saat melihat Xiao Chen sudah tidak berada ditempatnya lagi, juga dengan Rong Naga Emas miliknya itu, hal itu membuat ketiga bayangan Haruka terlihat begitu sangat kebingungan, dengan apa yang telah terjadi.


Haruka yang tersadar ia masih berada diatas tubuh Pangeran Kichiro, dengan segera ia bangkit sambil berjalan menjauh darinya. Saat Haruka ingin pergi dari tempat itu Pangeran Kichiro yang segera terbangun sambil menatap diri Haruka ia dengan segera berbicara kepada Haruka, yang membuatnya menghentikan langkah.


"Hanna, hm apa kabar? Apakah begini caramu terhadap diriku, yang masih resmi menjadi suamimu ini?" ucap, Pangeran Kichiro yang berusaha untuk bangun.


Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro nampak agak terkejut, kemudian dia segera membalas ucapan Pangeran dengan tanpa menoleh ke aranya sedikitpun. Sambil menghentikan kekuatannya tak lama kekuatan milik Haruka menghilang, begitupun juga dengan tiga bayangannya itu.

__ADS_1


"Tidak perlu basa-basi Pangeran, setelah kau tau aku ini adalah Hanna, kau pasti sudah bersiap untuk menghabisi nyawaku bukan? Mari bertarung!" Ucap, Haruka yang segera mengepalkan kedua lengannya.


Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan Haruka terdengar begitu sangat dingin dan jauh berbeda dari sikapnya saat mereka tengah berada didekat danau, membuat diri Pangeran merasa sangat bingung.


"Aku, tidak ingin bertarung dengan dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah berdiri dibelakang tubuh Haruka sambil terus memegangi dadanya yang terasa sesak dan sakit.


Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran saat berkata seperti itu membuat dirinya merasa sangat kesal namun juga bingung, seharusnya Pangeran Kichiro membenci dirinya karena dialah yang membunuh Permaisuri Jian, entah apa yang sebenarnya telah terjadi dengan dirinya dan Istana Yu selama Haruka tak ada. Namun, sikap Pangeran begitu sangat bertolak belakang dengan apa yang sudah ia pikirkan, kemudian Haruka segera melangkahkan kakinya untuk dapat meninggalkan Pangeran Kichiro, Pangeran yang melihat Haruka yang akan pergi meninggalkan dirinya lagi, dengan segera ia membungkukkan tubuh dan merintih kesakitan.


"Arhh, hmm." Ucap Pangeran yang merasa sangat kesakitan.


Haruka yang mendengar rintihan dan rasa sakit yang tengah Pangeran Kichiro rasakan, membuat dirinya dengan segera menghentikan langkah, dan berbalik dengan cepat ke arah Pangeran Kichiro, Haruka kemudian berjalan untuk dapat menghampiri Pangeran Kichiro, sambil menyentuh lengan kanan Pangeran, Haruka sambil berkata kepada Pangeran Kichiro, Pangeran Kichiro yang terlihat sangat tidak menyangka ternyata Haruka masih memperdulikan dirinya.


Pangeran Kichiro yang dengan segera menundukkan kepalanya sambil sedikit memiringkan wajahnya ke arah kiri, tampak senyum tipis mewarnai wajahnya, kemudian Pangeran Kichiro segera menatap wajah Haruka lagi dengan tatapan lemahnya.


"Aku tak apa, ini hanya luka biasa, sst...." Ucap, Pangeran yang terlihat tengah menahan rasa sakit, sambil menutup satu mata kanannya.


Haruka yang melihat hal itu nampak semakin cemas dibuatnya, kemudian dengan segera Haruka mengangkat lengan kanan Pangeran Kichiro, dengan cepat ia mengalungkan dipundaknya, Pangeran yang melihat hal itu sungguh dibuat sangat terkejut kemudian dengan segera ia berbicara kepada diri Haruka.


"Apa yang ingin kau lakukan?" ucap, Pangeran yang menatap wajah Haruka.

__ADS_1


Haruka yang tengah memalingkan pandangannya dari diri Pangeran Kichiro, sedikit mengangkat alis sebelah kirinya, lalu dia dengan tegas menjawab tanya dari Pangeran Kichiro.


"Aku sedang membantumu, apa kau tidak melihatnya?! Aku tau kau tengah terluka, aku akan mengantarkan dirimu kegubuk yang berada didalam hutan milikmu itu." Ucap, Haruka yang segera berjalan dengan perlahan untuk dapat mengantarkan Pangeran gubuk miliknya itu.


Haruka berjalan menyusuri hutan, tak ada kata yang mereka ucapkan hanya saling terdiam hingga membuat suasana terasa amat canggung. Lalu tak lama kemudian Pangeran Kichiro segera memulai pembicaraan agar dapat mencairkan suasana.


"Hanna...." Ucap, Pangeran Kichiro yang sedikit melirik ke arah Haruka.


Haruka yang mendengar Pangeran Kichiro tengah memanggil nama dari seorang wanita yang sebenarnya telah tiada itu, membuatnya merasa bahwa Pangeran memanglah begitu sangat mencintai Hanna.


"Satu hal yang harus kau tau Pangeran, selama ini aku telah berdusta terhadap dirimu, aku hanyalah seorang pengganti, hm ternyata kau ini sangat polos sekali ya, dapat tertipu dengan permainanku?" ucap, Haruka dengan raut wajah dinginnya itu. Sambil terus ia berjalan menyusuri hutan, dan memapah tubuh Pangeran Kichiro.


Pangeran yang mendengar ucapan Haruka membuatnya hanya terdiam, dia awalnya tak ingin mempercayai ucapan dari Haruka, namun Pangeran merasa ucapan Haruka benar adanya, dan lagi yang lebih membuat diri Pangeran merasa curiga adalah ketika Haruka berkata dirinya adalah titisan dari seorang Dewi, banyak hal yang ingin Pangeran ketahui namun ia menunggu saat dimana Haruka sendirilah yang berterus terang terhadap dirinya, Pangeran tidak pernah mempermasalahkan wanita yang saat ini tengah berada didekatnya Haruka, ataukah Hanna, namun bagi Pangeran cinta itu takkan pernah salah, dan dia tau kemana ia harus kembali.


Sambil mengangkat kepalanya dan meletakkan hidungnya tepat pada hidung Haruka, hal itu sontak saja membuat diri Haruka terkejut lalu dia segera menatap wajah Pangeran Kichiro dengan perasaan bingung, juga sedikit kesal kepadanya.


"Apa-apaan kau ini?!" Ucap, Haruka dengan perasaan terkejut saat melihat sikap dari Pangeran Kichiro.


Pangeran yang melihat sikap Haruka terlihat begitu galak, namun ada sisi kelembutan yang selalu Haruka berikan meskipun itu terlihat samar, membuat Pangeran berpikir bahwa inilah cinta dan kasih yang tulus diberikan oleh Haruka kepada dirinya, entahlah seperti tak ada rasa benci dan dendam ataupun amarah saat berjumpa dengan Haruka, meskipun Pangeran tau bahwa Haruka pernah pergi meninggalkan dirinya, meskipun Haruka sering kali menyakiti perasaannya, namun cinta dan benci adalah satu hal yang sulit untuk dapat dipisahkan, dan perbandingannya begitu sangat tipis.

__ADS_1


"Tidak dapat dielakkan, aku telah jatuh hati dengan pria berhati lembut ini." Dalam benak Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro saat tengah berada dihadapannya itu.


__ADS_2