
Saat Haruka terjatuh diatas tanah, dia segera menyentuh bibirnya yang dengan tangan kanannya, dia memperhatikan bercak darah yang membekas ditelapak tangannya.
Kemudian dia segera mengangkat tubuhnya, tanpa sengaja dia kembali teringat dengan ucapan Kichiro untuk memintanya agar tetap tenang dan fokus pada tujuannya, bukan memikirkan hal lain yang akan membuat pikirannya menjadi buyar.
Tanpa pikir panjang Haruka segera mengangkat tubuhnya untuk dapat berdiri kembali dengan perlahan ia segera menopang tubuhnya agar kembali seimbang. Raut wajahnya nampak begitu serius, dengan segera ia mengumpulkan kembali udara yang seharusnya sudah berada didalam genggamannya.
Tak lama tubuhnya mulai terangkat dan dia kini telah melayang diatas langit malam. Lingkaran udaranya nampak sudah hampir sempurna, dia hanya butuh rasa percaya, dan kefokusan yang dirinya. Xiao Chen yang menyaksikan hal itu nampak terdiam namun, begitu jelas dari raut wajahnya ia tengah menyimpan sesuatu hal yang tidak diketahui oleh Haruka.
Saat Haruka dengan perlahan menenangkan pikirannya dari sesuatu hal buruk yang selalu saja datang dalam bentuk bayangan, bola mata kanannya tak lama berganti menjadi merah dengan tanda bintang dengan warna hitam. Kekuatan dari batu perak ternyata sudah benar-benar kembali.
Dengan perlahan udara yang sudah Haruka dapatkan segera ia arahkan tepat dihadapan Xiao Chen, saat pria itu menyadarinya dengan segera ia menghindari serangan dari Haruka.
__ADS_1
Haruka hanya terdiam saat serangannya dapat terelakkan, kemudian dia hanya tersenyum tipis sambil menatap wajah Xiao Chen, serangan dari kekuatannya itu berhasil meruntuhkan sebagian dari bangunan megah milik Xiao Chen.
"Upss, tanganku tidak dapat dikendalikan." Ucap, Haruka dengan raut wajah dinginnya.
Xiao Chen hanya tersenyum tipis sambil menatap wajah Haruka, kemudian dia segera melesat dengan cepat kearah Haruka.
"Aku tau kau tidak berniat untuk melukai diriku." Ucap, Xiao yang tengah berada didepan Haruka.
"Ini, buku ini kurasa milikmu, mungkin kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan dari dalam buku ini." Ucap, Xiao sambil memberikan buku dengan sampul cokelat kepada Haruka.
Dengan segera Haruka menerimanya, dia tidak mengetahui apa maksud dari ucapan Xiao Chen, tetapi mungkin saja dahulu dia memanglah orang yang sangat Zie percayai, dan lagi Xiao Chen berkata dahulunya dia adalah kekasih Zie.
__ADS_1
Saat Haruka memperhatikan buku yang diberikan Xiao Chen kepada dirinya, tak lama Xiao Chen pun pergi meninggalkan Haruka, Haruka nampak begitu tak perduli dengan sikap Xiao Chen kepada dirinya.
Perlahan Ia mendaratkan tubuhnya ketanah, kemudian dia segera membuka buku yang berada digenggamannya itu dengan perlahan. Xiao Chen segera menghentikan langkahnya dan menoleh kearah belakang untuk menatap wajah Haruka.
"Selamanya kau hanyalah milikku!" Ucap, Xiao Chen yang segera melanjutkan langkahnya untuk pergi meninggalkan Haruka.
Didalam buku itu ternyata berisikan ilmu-ilmu yang dahulu pernah Zie pelajari, Haruka yang begitu penasaran akhirnya membaca buku itu sampai kehalaman berikutnya, awalnya ia terlihat biasa saja namun, setelah membaca beberapa kata yang terdapat didalam halaman terakhir wajahnya nampak begitu terkejut. Dengan segera ia menutup kembali buku kuno itu.
Haruka segera menyimpannya didalam pakaiannya, Xiao Chen yang berada didalam ruangannya tampak tengah terduduk diatas kursi yang begitu besar, sambil mengelus Naga emas miliknya.
"Sedari dulu aku sangat ingin melihat isi dari dalam buku itu, namun sayangnya aku tidak pernah bisa untuk membukanya." Ucap, Xiao dengan pandangan dingin.
__ADS_1
Haruka, yang berada dihalaman belakang dengan segera ia berjalan keluar dari Istana megah milik Xiao Chen, ternyata saat Haruka berhasil keluar dalam pandangannya semua dipenuhi oleh pohon-pohon besar, yang sangat tinggi.