
Permaisuri jian pergi dari hadapan hanna dan kirana dengan perasaan marah , bercampur khawatir.
Hanna hanya menatap wanita itu dengan pandangan bosan.
Permaisuri kirana menatap hanna "Hey , kau serius dengan ucapan mu?." Tanya nya dengan penasaran.
Hanna melirik permaisuri kirana "Menurut mu? ,hah sudah lah aku hanya menggertak nya saja ,bukan kah kau yang menginginkan wanita itu yang mati di tangan mu?." Ucap Hanna sambil mengalihkan pandangan.
"Ku fikir kau serius." Ucap kirana kesal.
"Untuk apa aku membunuh nya ? itu hanya akan mengotori tangan ku , karna kau sangat membenci keluarga ini maka lakukan saja , apa yang kau suka." Ucap hanna sambil berjalan meninggalkan kirana.
permaisuri kirana menatap hanna "Hey , tapi bukan kah waktu itu dia mencoba untuk membunuh mu?." Ucap kirana.
Hanna melirik kirana yang berada di belakang nya "ya , betul sekali tapi dia bukan lah apa apa bagiku, ini dendam mu pada nya bukan ? ,maka lakukan lah." Ucap hanna sambil melanjutkan langkah nya.
Dalam batin kirana "Hah, dia melepaskan jian begitu saja."
Kirana menatap hanna bingung , dia begitu tidak mengerti apa yang hanna inginkan dan apa rencana nya.
Hanna berjalan memasuki kamar , dia menatap jendela yang masih terbuka.
__ADS_1
"Norr." Ucap hanna.
Tak lama hewan bertubuh besar itu datang.
Hanna begitu terkejut tubuh norr semakin cantik , berbulu kuning ke emas an.
"Hey hey hey apa yang terjadi dengan tubuh mu?." Ucap hanna terkejut.
"Apa kau terkesan." Ucap norr sombong.
"Hmm ,lama tidak jumpa kau sangat berubah ya pak tua , hey ingat umur pak tua , jangan banyak gaya , kau fikir dirimu itu tampan." Ucap hanna meledek.
"Terimakasih nona atas pujian anda." Ucap norr tersenyum licik.
"Baru saja , namun sayang nya gengsi tuan putri ini begitu tinggi." Ucap norr santai.
"Berisik , antar aku ke suatu tempat." Ucap hanna.
"Baik lah." Ucap norr sambil mendekatkan diri nya pada hanna.
Mereka meninggalkan istana , Hanna memandang suasana kota dari atas langit.
__ADS_1
"Kau lihat norr , dari sini istana yu terlihat seperti semut." Ucap hanna sambil memandang ke bawah.
"Ah iya." Ucap norr.
"Eh iya , bagaimana bisa kau berganti warna bulu seperi ini?." Ucap hanna penasaran.
Dalam benak nya "Ataukah mungkin di negeri ini ada sebuah salon untuk binatang? hmm."
"Karna selama kau tidak berada di sampingku , aku memutuskan untuk memperdalam ilmu yang ku miliki , dan ilmu ku ini sudah mencapai tingkat dua ya sepadan lah dengan kekuatan nya para guru besar." Ucap norr sombong.
"Tingkat pertama nya siapa?, hey kau itu masih di tingkat yang sangat rendah norr , tingkat dua tidak ada apa apa nya." Ucap hanna meyakinkan.
"Apa maksud mu?." Ucap norr kesal.
"Tau kah kau norr seseorang yang sangat hebat sekalipun jika dia tidak mampu mengendalikan diri nya pastilah dia akan hancur." Ucap hanna sambil memandang pepohonan yang tertiup angin dari atas langit.
"Hmm, mengapa hanna, hari ini kau begitu sangat berbeda." Ucap norr bingung.
"Di hadapan orang yang sangat membenci kita, boleh saja kau menjadi sangat kuat , namun saat berada di hadapan orang yang sangat kau sayangi jadilah dirimu sendiri." Ucap hanna sambil menatap langit dengan bibir tersenyum.
"Tapi kau bukan berarti menjadi lemah di depan orang yang kau sayang itu , hanya saja , ah norr kau mengerti ucapan ku kan." Ucap hanna panik.
__ADS_1
"hmm, iya aku mengerti jika kau sedang jatuh hati hanna." Ucap norr sambil tersenyum.