
"Uh... Uh...." Haruka berjalan menyusuri jalanan berpasir dengan langkah tertatih, tubuhnya terasa begitu sangat sakit karena setelah ia mengeluarkan kekuatannya.
Haruka memperhatikan sekitar dia melihat tidak ada jalan baginya untuk dapat keluar dari tempat itu, Haruka merasa sangat kesal kemudian dia segera memutar Pedang pusakanya tak lama kemudian sinar berwarna biru memenuhi Pedangnya, Haruka mengarahkan kekuatannya ke seluruh penjuru tempat itu, berharap dia dapat menemukan jalan keluar dan membawanya kembali ke tempat ia semula. Haruka merasa sudah cukup sangat lelah, kekuatannya berhasil telah menguasi dirinya, karena ia menggunakannya dengan mengeluarkan sebuah kemarahan sehingga memunculkan kekuatan yang sulit untuk dikendalikan meskipun itu sudah dikuasi oleh si pemilik kekuatan itu.
"Aku harus keluar dari tempat ini, bagaimana pun caranya." Ucap, Haruka dengan tatapan serius ketika memperhatikan sekitar.
Sinar biru yang dikeluarkan Pedang pusaka miliknya, memunculkan warna biru yang cerah dan terlihat tengah berterbangan diatas langit yang sudah mulai cerah, tak lama kemudian setelah sekian lama ia menggunakan kekuatannya untuk dapat keluar dari tempat itu terlihat sinar putih yang segera muncul dari kejauhan, Haruka yang melihat sinar putih itu tanpa pikir panjang lagi dia segera berlari untuk dapat masuk ke dalam lorong dimensi itu, sebelum sinar putih itu kembali menghilang, pergerakannya begitu sangat cepat, maka dari itu Haruka harus berlari dengan sekuat tenanganya untuk dapat memasuki lorong dimensi itu sebelum ia kehilangannya, dan dapat dipastikan dirinya tidak akan pernah bisa kembali ke tempat semula.
Haruka berlari dengan kedua kakinya, sekuat tenaga ia mengejar sinar putih yang semakin mengecil dihadapannya itu, langkahnya yang cepat sama seperti putaran dari lorong dimensi yang semakin mengecil dan akan menghilang dari hadapannya.
"Hah... Hah...." Ketika sudah semakin dekat dan lorong dimensi itu akan menghilang dirinya telah berhasil masuk ke dalam sana, lalu tubuhnya terjatuh tersungkur diatas pasir kecokelatan, Haruka kemudian mengangkat kepalanya untuk dapat memperhatikan sekitar.
Pangeran Kichiro yang telah mengakhiri pertarungan ditempat itu dan ia juga telah berhasil mengalahkan ribuan burung gaib, membuat diri Haruka merasa sangat bersyukur. Pangeran Kichiro yang terkejut melihat diri Haruka tengah terjatuh diatas tanah, dan entah dari mana dirinya saat itu membuat diri pangeran segera menghampiri Haruka dengan langkah cepat. Lalu Pangeran Kichiro segera menyentuh tubuh Haruka dengan kedua lengannya, sambil menatap Wajah Haruka yang saat itu terlihat tengah tidak baik-baik saja.
"Apa yang telah terjadi dengan dirimu? Darimana saja kau?" tanya Pangeran Kichiro yang terlihat begitu sangat khawatir dan juga penasaran dengan kepergian Haruka yang secara tiba-tiba, dia juga merasa sangat tercengang ketika melihat Wajah Haruka yang memiliki sebuah tanda dibagian Mata kanannya yang secara tiba-tiba berganti menjadi merah.
Haruka yang melihat diri Pangeran Kichiro yang masih menyamar menjadi orang yang ia tidak kenal, hanya terdiam tanpa bisa ia berkata apapun, karena tubuhnya terasa sangat sakit, seperti telah remuk, Haruka begitu sangat kelelahan, dan hal itu membuat diri Pangeran Kichiro merasa semakin khawatir akan kondisi dari Haruka.
"Hm, lebih baik kita menghentikan perjalanan ini hanya untuk hari ini saja, aku akan membuat tempat tinggal untuk dapat kita tempati, sementara itu lebih baik kau beristirahat disana, bersama dengan Kuda putih itu, kemari biar aku bantu." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera mengangkat tubuh Haruka dengan perlahan.
__ADS_1
Haruka yang melihat diri Pangeran Kichiro yang begitu sangat perduli dengan dirinya, membuatnya sedikit berpikir mungkin saja Pria itu bukanlah orang yang memiliki maksud jahat terhadap dirinya.
"Bagus, karena sudah mengalahkan Burung itu, tetapi kita harus cepat, mungkin saja waktu kita tidak banyak, aku memiliki firasat buruk yang akan terjadi nantinya." Ucap, Haruka yang menatap Wajah Pangeran Kichiro dengan tatapan tegas.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan semacam itu dari diri Haruka membuatnya merasa kesal, karena dirinya tetap saja memikirkan hal lain, tetapi tidak pernah memperdulikan dirinya sendiri.
"Ada apa dengan dirinya, biar aku lihat." Dalam benak Pangeran Kichiro yang terus menatap tajam Wajah Haruka.
"Tidak, untuk hari ini sudah cukup, kau telah terluka." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menatap tajam Wajah Haruka, kemudian Pangeran Kichiro dapat melihat kekuatan yang tengah tidak terkontrol mengalir dalam tubuh Haruka, dan melekat dalam darahnya. Pangeran Kichiro merasa begitu sangat terkejut jika saja hal itu dibiarkan dan tidak segera ditangani, pemilik tubuh itu cepat atau lambat akan menjadi sangat menderita karena tubuhnya akan digerogoti oleh kekuatan yang telah mendarah daging dalam tubuh Haruka.
Haruka yang melihat tatapan dari sepasang bola Mata merah milik Pangeran Kichiro, Pria itu tengah menatap dirinya dengan tatapan sangat tajam, membuatnya merasa bingung dengan apa yang tengah dilakukan oleh Pria itu terhadap dirinya.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari diri Haruka, membuatnya segera tersadar dengan apa yang telah ia lakukan, Pangeran Kichiro kemudian segera mengangkat lengan kanan Haruka untuk dapat ia letakkan diatas pundaknya.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi pada dirimu? Kemana saja kau? Kau menghilang begitu saja." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera berjalan untuk dapat mendekati Kuda putih yang tengah duduk disamping bebatuan, jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka. Namun, Pangeran Kichiro berupaya untuk mempercepat langkahnya agar Haruka dapat beristirahat disamping Kuda putih itu.
Haruka yang tengah berjalan dengan perlahan, sambil terus menahan sakit pada tubuhnya segera ia menjawab pertanyaan dari diri Pangeran Kichiro dengan nada bicara tegas.
"Xiao Chen, sebenarnya saat ini kita tengah diawasi oleh dirinya, Burung gaib itu aku rasa suruhan dirinya untuk dapat mengalahkan kita, tadi aku masuk ke dalam ruang dimensi, kau pasti sudah mengerti apa yang telah terjadi dari kondisiku yang saat ini bukan?" ucap, Haruka yang terus berjalan untuk dapat mendekati Kuda putih yang saat itu tengah terduduk.
__ADS_1
Pangeran Kichiro terdiam sejenak, kemudian dia menunjukkan tampang kemarahannya atas apa yang telah diperbuat oleh diri Xiao Chen terhadap Haruka, seorang Wanita yang paling ia kasihi dapat menderita dan terluka sampai separah itu, Pangeran Kichiro kemudian dapat menyimpulkan dari setiap tindakan yang telah dilakukan oleh Xiao Chen terhadap dirinya dan juga Haruka.
"Aku tidak akan pernah membiarkan dirimu hidup dengan mudah, awas kau Xiao Chen, jika nanti aku menemukan keberadaanmu maka itu akan menjadi hari terakhirmu melihat dunia, tertawalah untuk saat ini karena sebentar lagi kau tidak akan pernah bisa melakukannya lagi! Hmh!" Dalam benak Pangeran Kichiro yang terlihat begitu sangat kesal tehadap Xiao Chen.
Setelah sudah sampai didekat Kuda putih, Pangeran Kichiro melihat ketiga bayangan Haruka segera menghilang dari tempatnya, karena misinya telah usai untuk membantu Pangeran Kichiro dan juga menjaga Kuda putih agar dalam keadaan baik-baik saja. Pangeran Kichiro kemudian menatap diri Haruka yang saat itu terlihat sudah begitu sangat lemah, tetapi Wanita itu tetap saja mencoba untuk bersikap baik-baik saja meskipun saat ini kondisinya tengah tidak dalam keadaan baik.
"Istirahatlah disini terlebih dahulu, aku akan membuatkan tempat tinggal untuk dapat kau tinggali." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera melepaskan lengan Haruka dari pundaknya, ia membantu diri Haruka untuk dapat mengistirahatkan tubuhnya yang saat itu tengah terlihat sudah kelelahan.
Pangeran Kichiro kemudian segera membalikkan tubuhnya, lalu dia segera menatap sekitar tempat itu dengan sepasang bola Mata tajamnya itu, Haruka hanya terdiam ketika melihat diri Pangeran Kichiro tengah berdiri membelakangi dirinya. Lalu, entah mengapa ketika Haruka tengah menatap tubuh Pria yang tengah membelakangi dirinya itu, ingatannya langsung teralihkan dengan bayang-bayang Pangeran Kichiro. Haruka yang tersadar terlihat begitu sangat terkejut ketika dirinya melihat bayangan Pangeran Kichiro dan juga Pria itu setelah ia pikir-pikir keduanya memiliki postur tubuh yang sama persis, Haruka kemudian kembali mengingat Wajah dari Pria yang bernama Changyi ketika tersenyum kepada dirinya, dan juga Wajah dari Pangeran Kichiro, Haruka semakin terkejut ketika membayangkan kedua Pria itu yang terlihat begitu sangat mirip antara satu sama lain.
"Mengapa aku merasa kedua Pria itu adalah orang yang serupa?! Hmm, jika benar dia adalah Kichiro mengapa dia melakukan semua ini? Hmm, tetapi... Ah sudahlah mungkin hanya kebetulan saja, aku begitu sangat malas memikirkan hal semacam itu, saat ini tubuhku begitu sangat sakit sekali." Dalam benak Haruka yang segera memejamkan sepasang Matanya sambil meletakkan kepalanya diatas tubuh Kuda putih yang tengah beristirahat.
Pangeran Kichiro kemudian segera berjalan untuk dapat menyusuri tempat itu, ia berjalan tidak cukup lama sampai pada akhirnya ia dapat menemukan jalan bertanah merah, dengan berdiri satu batang pohon yang sangat besar tengah menjulang tinggi dihadapannya. Tanpa pikir panjang lagi Pangeran Kichiro kemudian segera mengeluarkan kekuatannya untuk dapat merobohkan Pohon besar itu, tak lama kemudian batang pohon besar itu ambruk dihadapan Pangeran Kichiro, Pangeran Kichiro yang melihat hal itu dengan segera ia mulai bekerja.
Haruka yang tengah tertidur begitu sangat lelap, dengan perlahan terbangun karena ia merasa tubuhnya begitu amat sakit, Haruka menatap langit yang sebentar lagi akan gelap, namun Pangeran Kichiro belum juga kembali. Haruka memejamkan sepasang Matanya lagi, sambil terus menahan sakit pada tubuhnya.
"Aku harap kau baik-baik saja, Kichiro." Dalam benak Haruka, terlihat dirinya tengah terpejam ditempat asing itu, tubuhnya semakin memucat, sampai pada akhirnya Pangeran Kichiro kembali ia membawa sebuah Rumah kayu yang terlihat begitu sangat cantik, dia menggunakan kekuatannya untuk dapat mengangkat rumah itu. Perlahan Pangeran Kichiro segera melatakkannya dihadapan Haruka, setelah itu dirinya berjalan untuk dapat menghampiri diri Haruka yang terlihat tengah tertidur dengan sangat pulas, Pangeran Kichiro terlihat begitu sangat berhati-hati untuk dapat menggendong tubuh Haruka, sampai pada akhirnya dia dapat membawa tubuh Wanita itu dalam pelukannya, sebelum ia masuk ke dalam rumah Pangeran Kichiro menatap ke arah samping kanan dan kiri rumah kayunya, ai kemudian memejamkan sepasang Matanya tak lama kemudian terlihat sebuah api kecil yang tengah menyinari rumah kayu milik Pangeran, kemudian Pangeran Kichiro segera masuk ke dalam rumah kayu yang ia buat, didalan sana terlihat sebuah tempat untuk beristirahat meskipun tidak memiliki alas, namun Pangeran Kichiro segera membaringkan tubuh Haruka diatas tempat tidur yang terbuat dari kayu, Pangeran Kichiro meletakkan tubuh Haruka dengan sangat hati-hati, setelah itu Pangeran Kichiro segera berdiri dihadapan Haruka, dia menggerakkan kedua lengannya untuk dapat menyalurkan kekuatan pada tubuh Haruka. Pangeran Kichiro tengah mencoba untuk mengontrol arus kekuatan yang tidak terarah pada tubuh Haruka.
Terlihat hari sudah gelap, ringkikkan suara dari Kuda menggema ditelinga Pangeran Kichiro. Setelah usai memulihkan tubuh Haruka, Pangeran Kichiro terlihat tengah duduk disamping Haruka, Pangeran Kichiro menatap Wajah Haruka, kemudian dia membelai lembut rambut Wanita itu, terlihat Haruka begitu sangat lelap dalam tidurnya, hingga ia tidak menyadari kepalanya tengah menjadikan tubuh Pangeran sebagai tempat sandaran.
__ADS_1