
Semua terlihat begitu menyedihkan bagi diri Kaisar Yu, saat ia melihat kedua aset berharganya pergi begitu saja untuk meninggalkan dirinya, Kaisar Yu tidak bisa tinggal diam saat melihat semuanya menjadi berantakan, semua rencana yang ia susun harus berjalan dengan mulus, tidak boleh sedikitpun berjalan tak beraturan dari jalan yang sudah ia tentukan.
Selamanya Pangeran Kichiro dan Pangeran Rendra hanya akan menjadi miliknya, dan mereka semua akan patuh kepada dirinya untuk selamanya, menjadikan kedua anak angkatnya itu sebagai boneka tidak akan membiarkan mereka lari, sebelum keinginan Kaisar Yu tercapai, itulah yang Kaisar Yu inginkan dari Pangeran Kichiro dan Pangeran Rendra.
"Tidak, aku tidak akan pernah membiarkan mereka pergi meninggalkan diriku! Itu tidak akan pernah terjadi! Mereka selamanya akan tetap patuh akan perintah dariku! Benar, aku harus membawa mereka kembali kemari! Jika mereka menolak maka aku akan menyakiti mereka berdua!" Ucap, Kaisar Yu yang terlihat begitu berambisi untuk mmendapatkan emasnya kembali.
Pangeran Kichiro yang sudah pergi terlebih dahulu dari Istana Yu, kemudian dia segera meninggalkan Istana Yu, dengan langkah cepat Pangeran Kichiro meninggalkan Istana Yu, Pangeran Kichiro akan kembali ketempat dimana dahulu ia pernah berlatih, kini Pangeran Kichiro benar-benar sudah memutuskan untuk tidak akan pernah kembali lagi kedalam Istana Yu. Dan apapun yang terjadi kepada Istana Yu bukan lah lagi urusan yang harus ia urus lagi. Pangeran Kichiro merasa kecewa dengan sikap dari Kaisar Yu yang hanya menginginkan dirinya berada didalam Istana Yu, hanya untuk dijadikan temang, lantas untuk apa kini ia harus kembali kesana?
Sedangkan Pangeran Rendra yang masih berada disekitar Istana Yu, terlihat begitu kecewa juga dengan sikap dari Kaisar Yu, dengan langkahnya yang cepat Pangeran Rendra juga segera meninggalkan Istana Yu, dengan arah yang berlawanan dari Pangeran Kichiro.
Kaisar Yu yang segera berjalan untuk dapat keluar dari dalam ruangannya itu, dengan cepat ia menatap ke arah luar Istananya, Kaisar Yu terlihat begitu sangat panik saat dia tidak dapat melihat keberadaan dari Pangeran Kichiro dan Pangeran Rendra disekitar Istananya.
Kaisar Yu yang nampak sangat cemas, segera ia berjalan untuk dapat menemui kamar dari kedua anaknya itu. Dengan langkah yang begitu tergesa, membuat Putri Yuri yang tengah berada didalam kamarnya, terkejut saat mendengar langkah kaki seseorang yang begitu sangat cepat, saat itu ia tengah memakai obat untuk dapat menyembuhkan gigitan dari serangga yang membuat tubuhnya itu terasa sangat gatal.
Putri Yuri yang merasa sangat curiga dengan suara tapak kaki seseorang yang terdengar sangat tergesa itu, membuat dirinya sangat ingin melihat siapakah orang yang tengah berjalan didalam Istana Yu tengah malam begini, namun karena Putri Yuri yang sudah merasa sangat mengantuk, membuat dirinya begitu sangat malas untuk melihat langkah kaki dari siapakah itu.
"Hah, sudahlah, aku tidak perduli lagi, lihatlah wajah cantikku ini, sekarang terlihat sangat buruk, ini karena mereka tidak segera berbicara, mereka membiarkan diriku kedinginan diluar, dan tubuhku ini menjadi santapan serangga terbang itu, menyebalkan!" Ucap, Putri Yuri yang terlihat sangat kesal, dia yang tengah duduk diatas kursi rias sambil terus menatap wajahnya yang merah-merah akibat gigitan dari serangga.
Di dalam kamar Raja Age, terlihat dia tengah mondar-mandir, seperti orang yang terlihat begitu sangat gelisah, iya dia memanglah tengah menunggu kabar dari Putrinya Yuri, sampai semalaman dia tidak bisa tertidur, pikirnya mungkin saja saat ini Putri Yuri tengah mendapatkan sebuah informasi yang sangat penting dan berguna untuk dirinya.
"Aduh, mengapa sampai saat ini dia belum juga menemui diriku? Ataukah kali ini dia gagal lagi? Tidak, tidak, tidak itu tidak boleh terjadi, aku yakin dia pasti akan berhasil, benar, apa sebaiknya aku memastikannya? Tidak, aku tidak boleh keluar, jika Yuri sampai ketahuan menguping pembicaraan mereka, aku lah yang pastinya juga akan tertangkap, dan itu tidaklah boleh sampai terjadi, lebih baik aku tetap menunggu saja disini, jika Yuri tertangkap maka aku dapat beralasan kepada Kaisar Yu, bahwa aku tidak lah mengetahui apapun, iya benar, benar begitu saja." Ucap, Raja Age dengan perasaan yang begitu sangat panik.
Sedangkan Kaisar Yu tengah menghampiri kamar dari Pangeran Rendra, Kaisar Yu segera membuka pintu kamar dari Pangeran Rendra, betapa terkejutnya dia saat mendapati kamar dari Pangeran Rendra yang kosong tak berpenghuni, hal itu membuat diri Kaisar terlihat begitu sangat marah, dengan suaranya yang keras, dan tegas dia berteriak kepada seluruh Penjaga Istana yang berada didalam Istananya itu.
"Prajurit!" Teriak Kaisar Yu dengan perasaan marah.
Putri Yuri yang mendengar suara teriakan dari Kaisar Yu, dia terlihat begitu sangat terkejut, karena suara dari Kaisar Yu, hampir saja, membuat wajahnya semakin hancur, karena obat yang ia gunakan memiliki efek samping yang begitu besar.
__ADS_1
"Hah, hampir saja, apa-apaan si Kaisar bodoh itu! Dia ingin membuat wajahku ini semakin rusak hah! Sekarang apalagi yang sedang ia perbuat! Hm." Ucap, Putri Yuri yang segera meletakkan kembali obat yang dia gunakan untuk mengobati wajahnya itu.
Dengan perlahan Putri Yuri segera terbangun dari duduknya, kemudian Putri Yuri berjalan untuk dapat keluar dari dalam kamarnya, dan menemui Kaisar Yu untuk dapat mengetahui masalah apa yang sudah terjadi.
Sedangkan didalam kamar Raja Age, dia yang terlihat tengah cemas dengan kabar yang akan ia dengar, semakin membuatnya merasa sangat terkejut, dan panik saat Kaisar berteriak dengan suara yang sangat keras, dia berpikir bahwa Putri Yuri anaknya itu tertangkap basah saat tengah menguping pembicaraan mereka.
"Aduh gawat, bagaimana ini?! Apa yang harus aku lakukan, hm benar, aku harus berpura-pura tidak mengetahui apa-apa." Ucap, Raja Age yang terlihat begitu sangat panik.
Kemudian segera ia keluar dari dalam kamarnya untuk dapat menemui Kaisar Yu, saat Raja Age tengah berjalan untuk menghampiri Kaisar Yu, dia sangat dikejutkan dengan suasana yang terlihat begitu sangat ricuh didepan kamar milik Pangeran Rendra, beberapa Pengawal, dan Prajurit perang tengah berkumpul ditempat itu, dan lagi yang membuat dirinya semakin panik adalah saat ia melihat Putri Yuri tengah berada didalam kerumunan itu.
"Astaga ada apa ini? Mengapa firasatku tiba-tiba menjadi buruk seperti ini?" ucap, Raja Age yang terlihat begitu sangat khawatir.
Kemudian Raja Age segera menghela napasnya, dengan langkah perlahan ia menghampiri kerumunan itu, dengan perasaan yang terlihat begitu sangat tidaklah tenang.
Saat Raja Age tengah berada dihadapan Kaisar Yu, dan Putrinya Yuri, dengan tatapan tajam dan terlihat begitu sangat kesal ia melirik ke arah anaknya itu, Putri Yuri yang terkejut dengan raut wajah dari Ayahnya itu, membuat dirinya merasa sangat bingung, dan juga timbul perasaan takut terhadap Ayahnya.
Kaisar Yu yang melihat kehadiran dari Raja Age membuat dirinya segera menatap wajah dari pria itu dengan tatapan yang terlihat begitu sangat tajam dan mengerikan, hingga membuat diri Raja Age merasa sangat gugup, dan semakin panik.
"Anak-anakku mereka semua telah melarikan diri dari Istana ini, kau harus membantu diriku untuk dapat menemukan mereka, Raja Age aku mohon kepada dirimu." Ucap, Kaisar Yu dengan raut wajahnya yang terlihat sangat khawatir.
Semua orang yang mendengar ucapan dari Kaisar Yu, telihat sangat panik dan bingung, Yuan yang saat itu tengah berada ditempat itu juga merasa sangat bingung, dia tidak lah mengerti sebenarnya apa yang telah terjadi, dan mengapa kedua Pangeran pergi meninggalkan Istana dalam waktu bersamaan. Timbul beberapa dugaan-dugaan dari mereka yang tengah berada ditempat itu.
Begitupun dengan Raja Age dan juga Putri Yuri, mereka yang terlihat sangat bingung dengan segera pasangan Ayah dan Anak itu saling menatap satu sama lain. Tak lama kemudian Putri Yuri yang merasa sangat bingung, bertanya kepada Kaisar Yu tentang masalah kedua Pangeran yang melarikan diri secara tiba-tiba itu.
"Maafkan saya Kaisar jika saya lancang, tetapi apakah kepergian dari kedua Pangeran ada kaitannya dengan masalah yang semalam kalian ributkan itu? Maaf jika saya lancang Kaisar." Ucap, Putri Yuri yang menatap wajah Kaisar Yu dengan raut wajah gugupnya itu.
Semua orang yang tengah berada ditempat itu merasa sangat bingung, mereka tidak menyangka bahwa keributan yang semalam mereka dengar akan berkahir seperti ini. Yuan yang tengah berada disamping beberapa Pelayan yang tengah bergosip disamping dirinya itu, hanya mampu terdiam sambil berbisik dalam hatinya.
__ADS_1
"Masalah apa yang sebenarnya telah terjadi? Aku tidak pernah menyangka keributan semalam yang aku dengar itu, dapat menjadi hal buruk seperti ini, Pangeran Kichiro anda pergi kemana? Semoga anda selalu dalam keadaan baik-baik saja, lindungilah dirinya wahai Dewa." Perasaan cemas dan panik dari Yuan sungguh terlihat begitu sangat jelas, dirinya telihat begitu sangatlah sedih, karena dia telah kehilangan Tuan yang selalu menjaga dirinya, setelah Putri Hanna yang pergi, kini Pangeran Kichiro juga yang harus pergi dari dirinya.
"Dimanapun kalian berada saat ini, semoga kalian dapat dipersatukan kembali." Dalam benak Yuan yang terlihat begitu sangat berharap.
Raja Age yang mendengar ucapan dari Anaknya, hanya mampu terdiam namun didalam diamnya ia tengah berpikir dan tertawa dengan sangat keras, kepada Kaisar Yu, akhirnya kini dia kehilangan aset berharganya itu, dan pastinya akan dengan mudah bagi dirinya untuk dapat mengalahkan Kaisar Yu yang saat ini sudah sendirian.
"Bagus, dengan begini, aku akan dengan mudahnya untuk dapat menguasai wilayahmu ini, bagus sangat bagus sekali." Dalam benak Raja Age yang terlihat sangat puas.
Tak lama kemudian Raja Age segera berbicara kepada Kaisar Yu, dengan menggunakan sandiwaranya yang murahan itu Raja Age sudah dapat memenangkan kepercayaan dari Kaisar Yu, yang saat itu terlihat sangat panik sekali.
"Ah, jika memanglah benar itu adalah sebuah masalah mengapa para Pangeran pergi meninggalkan Istana, dengan senang hati saya pasti akan membantu diri anda untuk dapat menemukan kedua Pangeran, saya berjanji saya akan menemukan mereka, anda dapat mempercayai saya Kaisar." Ucap, Raja Age yang terlihat begitu sangat serius dalam berucap.
Sehingga membuat Kaisar Yu, tidak dapat tidak mempercayai dirinya, maka dari itu segera Kaisar Yu memerintahkan kepada Prajurit perangnya itu untuk mengikuti Raja Age.
"Bagus, terima kasih atas bantuannya Raja Age, kalian para Prajurit perang segeralah kalian mengikuti kemanapun Raja Age pergi, apa kalian mengerti?" ucap, Kaisar Yu dengan raut wajahnya yang begitu sangat tegas.
Para Prajurit perang yang mengerti ucapan dari Kaisar Yu, kemudian dia segera menerima perintah dari Kaisar Yu untuk mengikuti Raja Age. Raja Age yang melihat Kaisar Yu memberikannya sebuah kepercayaan untuk dapat membawa Prajurit perang milik Pangeran Kichiro, membuat dirinya merasa amat diuntungkan.
"Kalau begitu, saya akan segera pergi untuk mencari kedua Pangeran, saya rasa mereka belum terlalu jauh dari Istana Yu, kalian ikuti aku." Ucap, Raja Age dengan raut wajah tegasnya.
Tidak lama kemudian Raja Age bersama dengan Prajurit perang pergi meninggalkan Istana Yu, untuk dapat mencari keberadaan kedua Pangeran yang melarikan diri itu.
Kaisar Yua kemudian melirik ke arah Putri Yurk yang tengah berada disampingnya itu, kemudian dia sedikit merasa heran dengan tubuh dari Putri Yuri yang terlihat memerah, seperti bekas gigitan serangga.
"Ada apa dengan dirimu Putri?" tanya Kaisar Yu dengan perasaan bingung.
Putri Yuri yang melihat Kaisar Yu tengah mempertanyaan tubuhnya yang memerah, membuat dirinya sangat bingung harus berkata seperti apa terhadap Kaisar Yu.
__ADS_1