
Dengan cepat Burung gaib dengan warna hitam dan kedua bola Mata merah menyala tengah menghampiri diri Haruka dan Pangeran Kichiro dengan begitu cepat, Haruka semula berpikir suara gemuruh yang ia dengar berasal dari suara air, ternyata tidak disangka mereka tengah disambut dengan ribuan Burung hitam yang sepertinya tidak bersahabat dengan mereka.
Pangeran Kichiro mengeluarkan sebuah Pedang yang amat runcing dan tajam tengah berada didalam genggaman. Sedangkan Haruka yang masih menatap ribuan Burung hitam itu dengan tangan kosongnya. Ketika ribuan Burung hitam itu sudah semakin dekat dengan diri mereka, Haruka segera mengangkat lengan kanannya yang ia tujukan kepada ribuan Burung hitam itu. Namun, ketika Haruka ingin melepaskan kekuatan yang berada didalam lengan kanannya, ribuan Burung hitam itu segera membuka mulut mereka dan keluarlah api yang begitu amat panas mereka tembakkan kepada diri Haruka dan Pangeran Kichiro.
Haruka yang terkejut segera ia mengelak semua serangan yang diberikan oleh ribuan Burung hitam itu, seketika saja jalan berpasir itu dipenuhi dengan api panas yang semakin membesar.
Haruka dan Pangeran Kichiro kemudian saling menatap satu sama lain, teringat ia memiliki kekuatan angin, sedangkan Pangeran dapat mematikan organ tubuh seseorang, kini mereka berbagi peran, Pangeran Kichiro yang saat itu tengah berdiri sambil menatap diri Haruka yang jaraknya tidak terlalu jauh dari dirinya, segera ia berlari untuk dapat menghampiri Burung hitam itu.
"Three Shadow." Ucap, Haruka lalu tak lama kemudian kini dirinya menjadi tiga dengan wujud yang serupa.
Haruka menatap ketiga bayangannya lalu dengan segera ia memerintahkan kepada ketiga bayangannya itu untuk membantu Pangeran Kichiro.
__ADS_1
"Cepat bantulah dia, aku disini yang akan menormalkan kondisi disini." Ucap, Haruka kepada tiga bayangannya.
Bayangan Haruka yang mengerti segera ia menjalankan perintah dari Haruka untuk segera membantu Pangeran Kichiro yang saat itu masih menyamar menjadi Changyi. Haruka kemudian teringat akan sebuah mantra dari buku kuno milik Zie, awalnya ia merasa ragu untuk mengeluarkan kekuatan itu, namun ketika ia melihat Burung hitam itu semakin banyak bahkan seperti tidak ada habis-habisnya, meskipun sudah dimusnahkan oleh Pangeran Kichiro.
"Darimana datangnya Burung gaib ini?!" Ucap, Pangeran Kichiro yang merasa begitu amat curiga dengan keadaan yang saat ini tengah terjadi.
Lalu Pangeran Kichiro segera melirik ke arah samping kanan dan kirinya terlihat ketiga bayangan Haruka tengah berada disamping dirinya, yang akan membantu diri Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro kemudian segera menggerakkan Pedangnya untuk dapat menyerang para Burung itu, hawa panas yang disebabkan oleh api yang semakin membesar membuat siapapun tidak akan merasa nyaman dalam keadaan yang seperti itu. Pangeran Kichiro kemudian segera mengangkat Pedangnya ke atas langit yang begitu amat gelap, ujung runcing dari Pedang Pangeran Kichiro segera memancarkan sebuah sinar berwarna merah, dengan perasaan tenang namun tetap berwaspada Pangeran Kichiro segera tersenyum kepada ribuan Burung hitam itu, Burung-burung itu merasa semakin marah dengan sikap dari Pangeran Kichiro yang seakan-akan dirinya mampu untuk mengalahkan mereka, melihat tidak terjadi sesuatu apapun hanya sebuah sinar merah yang Pangeran Kichiro keluarkan membuat para Burung gaib itu semakin menatap tajam Wajah Pangeran Kichiro, seolah mereka tengah berpikir bahwa Pangeran Kichiro hanya tengah bermain-main saja dengan mereka.
Ketika para Burung itu akan mengeluarkan api dari dalam mulut mereka, Pangeran Kichiro sepertinya memanglah tengah menunggu hal itu, saat ribuan api tengah menghampiri diri Pangeran Kichiro, kekuatan dari Pedang yang saat itu tengah digenggaman oleh Pangeran Kichiro, semakin membesar dihadapan para Burung itu, dan membuat sebuah benteng yang dapat melindungi diri Pangeran agar tidak terkena api panas itu. Para Burung gaib yang melihat hal itu dibuat semakin kesal, mereka kemudian segera menyerang pembenteng yang Pangeran Kichiro buat, dengan sekuat tenaga mereka menghantamkan tubuhnya pada benteng besar itu. Pangeran Kichiro hanya terdiam ketika melihat hal itu, lalu terlihat benteng yang Pangeran Kichiro buat itu semakin lama semakin tidak mampu menahan hantaman dari para ribuan Burung gaib yang tengah mengamuk itu. Hingga pada akhirnya benteng yang dibuat oleh Pangeran Kichiro runtuh, dan membuat para ribuan Burung gaib itu dapat mendekati diri Pangeran Kichiro. Nampak tatapan puas dari para Burung gaib itu, dengan segera mereka semua mengelilingi tubuh Pangeran Kichiro agar tidak dapat pergi kemanapun. Dengan perasaan yang sudah sangat nafsu untuk melenyapkan diri Pangeran Kichiro, para Burung gaib itu segera bersiap untuk mengeluarkan kekuatan api miliknya, Pangeran Kichiro hanya memperhatikan para Burung gaib itu dengan tatapan tajam dan dinginnya yang begitu amat menusuk.
__ADS_1
Tanpa adanya aba-aba api yang berada didalam mulut para Burung gaib itu segera mereka tembakkan kepada Pangeran Kichiro, api itu bergerak dengan sangat cepat, namun terlihat Pangeran Kichiro yang masih tenang menatap api itu. Dengan cepat Pangeran Kichiro segera menancapkan Pedangnya diatas pasir, lalu ia segera menghilang dari tempatnya. Hal itu membuat ribuan Burung gaib yang tengah berada ditempat itu merasa begitu amat terkejut, sedangkan api yang tengah mereka tembakkan itu tengah berkumpul menjadi satu dan membuat api yang cukup besar, ditambah dengan adanya Pedang milik Pangeran Kichiro yang tengah tertancap diatas pasir itu.
Pangeran Kichiro yang melihat dari kejauhan, melihat Pedangnya tengah mengurung para ribuan Burung gaib itu, dan juga Pedang perak milik Pangeran Kichiro tengah mengeluarkan percikan api dan pastinya ribuan Burung gaib itu tidak akan pernah bisa menyelamatkan diri, karena benteng yang mengurung mereka bukankah benteng biasa seperti yang ia buat untuk melindungi dirinya.
"Bagus, kalian sudah masuk ke dalam sebuah jebakanku." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tatapan dari sepasang Mata biru yang begitu amat mengerikan.
Kemudian Pangeran Kichiro segera memalingkan pandangannya dilihatnya ketiga bayangan dari Haruka tengah mencoba untuk memadamkan apiapi, dan juga tengah menyelamatkan Kuda putih milik Tuan Aximing. Namun, ditempat itu Pangeran Kichiro tidak melihat diri Haruka yang asli, hal itu membuatnya merasa begitu amat curiga dan juga cemas.
"Mungkinkah ini hanya jebakan untuk diriku? Mungkinkah ini semua perbuatan dari Xiao Chen?!" Dalam benak Pangeran Kichiro dengan perasaan terkejut.
"Xiao Chen!" Ucap, Pangeran Kichiro yang terlihat begitu amat marah, segera ia mengepalkan kedua telapak tangannya.
__ADS_1