Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
103


__ADS_3

Permaisuri jian menggigit bibir bawah nya ,anak kesayangannya saat ini sudah menjadi anak pembangkang ,bahkan dia lebih mempercayai Hanna di bandingkan dia ibu nya sendiri.


Kesalahan di masa lalu lah yang membuat anak nya menjadi seorang pembangkang namun permaisuri jian masih berfikir semua karena Hanna.


"Nak, aku ingin membuat mu bahagia , apa kau tau hanna ingin menghancurkan keluarga kita, namun mengapa satu orang pun tidak ada yang mempercayai ku?!." Bentak permaisuri dengan sedih dan kesal.


Kaisar yu menatap istrinya yang berada di belakangnya.


"Bisa kah kita membahas masalah itu nanti, apa kau tidak lihat masalah hari ini sangat lah membuat diriku sangat pusing?!" ucap, Kaisar Yu dengan perasaan kesal.


Permaisuri Jian hanya menundukkan kepalanya tanpa berkata apapun.


Pangeran kichiro segera mengerahkan beberapa prajurit untuk mengantarkan puteri amuya kembali ke Istana Lin.


"Prajurit tolong siapkan tandu untuk Putri Amuya, dan segera antarkan dia kembali ke Istana Lin, jangan biarkan dia menunggu terlalu lama." Ucap, Pangeran Kichiro.


Prajurit yang berada di samping amuya segera membawa amuya pergi dari tempat itu.


"Mari Putri saya akan mengantar anda." Ucap, salah seorang Pengawal.


amuya menatap Prajurit dari istana yu dengan kesal, dia mendorong tubuh Prajurit itu yang mencoba untuk membantunya, tanpa berkata apapun amuya pergi meninggalkan Istana Yu dengan perasaan malu mencampurkan marah yang sangat kental.


Hanna memperhatikan Amuya yang berjalan keluar dari istana.


"Jika kau memiliki niat baik pasti nya aku tidak akan begitu kejam padamu, namun karena kau sangat merepotkan maka ini adalah balasannya untukmu, aku yakin kau akan menyiapkan sebuah cara untuk membalas hal ini padaku, aku siap menunggunya." Dalam benak Hanna.


Kaisar membalikkan tubuhnya, dia menatap hanna yang berada di belakang kichiro.


"Siapa kau sebenarnya Hanna." Dalam benak Kaisar Yu.


"Masalah hari ini cukup sampai di sini, Hanna ikuti aku." Ucap Kaisar Yu sambil berjalan meninggalkan halaman Istana.

__ADS_1


Hanna menatap Kaisar yang seperti nya sangat penasaran dengan ucapan dari permaisuri jian.


Pangeran Kichiro kemudian menatap Isterinya yang berada di belakang.


"Aku akan ikut denganmu." Ucap lelaki itu dengan khawatir.


Hanna hanya menatap Pangeran Kichiro dan berjalan mengikuti Kaisar Yu yang sudah jauh meninggalkan mereka.


Hanna berjalan melewati Permaisuri Jian yang berada di depannya, Wanita itu menatap hanna dengan kesal namun terlihat perasaan was-was dari raut wajahnya.


Di dalam ruangan Kaisar Yu**


Hanna memasuki ruangan kaisar, segera dia memberi hormat pada mertuanya itu.


"Ada apa Ayah?" tanya, Haanna dengan tenang.


Kaisar yu memperhatikan kichiro yang berada di samping gadis itu.


Kichiro menatap ayah nya dan membalikkan wajah dan memperhatikan hanna yang berada di samping nya.


"Tidak ayah, aku akan menemaninya disini, tidak ada yang harus di rahasiakan dariku masalah hanna adalah masalah ku." Ucap, Pangeran Kichiro.


Hanna menatap kichiro yang memandangi wajah nya dengan tatapan penuh kasih sayang.


Wanita itu menatap Ayah Kichiro yang tengah duduk di kursi besarnya.


"Jika ada masalah, anda dapat bertanya dengan saya kaisar." Ucap hanna.


**Ingatan kaisar yu**


Pada saat di sebuah kuil dekat pedesaan, kaisar sempat bertemu dengan seorang peramal di sana.

__ADS_1


Dia dengan tiba-tiba menghentikan langkah kaisar dengan tergesa, dengan tatapan penuh keyakinan peramal di Kuil itu berkata bahwa suatu hari nanti Kaisar Yu akan kehilangan semuanya, karena seorang musuh yang sangat berbahaya.


Awalnya Kaisar hanya menanggap itu sebagai angin lalu, namun dia kembali tersadar bahwa di dalam istana nya ada seorang gadis yang dahulu pernah dia hancurkan hidupnya, itu adalah Kirana.


Namun saat mendengar perkataan dari permaisuri kaisar terpikir kan oleh Hanna, karena pada saat pertama kali bertemu di sebuah saimbara hanna terlihat sangat berbeda di banding peserta yang lainnya.


******************************************


Kaisar Yu Yang kembali tersadar dari ingatannya, menatap hanna yang berada di depannya itu.


"Raut wajahnya memang terlihat sangat berbeda, namun sejauh ini dia hanya lah seorang gadis biasa, ataukah aku hanya berpikir terlalu banyak pada nya, karena ucapan permaisuri jian, dia menuduh hanna karena hanya perasaan kesal saja pada gadis ini, aku sampai tidak berpikir dengan jernih, ada apa sebenarnya dengan diriku." Dalam benak Kaisar.


"Aku ingin bertanya padamu, aku lihat kau bukan hanya seorang putri biasa, dalam dirimu seperti ada sesuatu, bisa kau katakan kepada diriku apa itu?" tanya Kaisar dengan penasaran.


Hanna memperhatikan Kaisar dengan sangat tenang, lebih tenang dari air itu.


"Saya pastinya hanya seorang Putri biasa, sama seperti Putri yang lainnya, apakah anda baru saja mencurigai saya? Kaisar jika saya memiliki tujuan yang buruk terhadap keluarga anda pastinya saya tidak akan membuang waktu terlalu banyak untuk melukai kalian, namun bisa di lihat bukan siapa yang mencoba untuk menyakiti siapa, pastinya anda sangat bisa menilai sendiri." Ucap Hanna.


Kaisar Yu terkejut begitu sangat terkejut dengan ucapan Hanna.


"Ah, bukan seperti itu Hanna, aku tidak sedang mencurigaimu, hanya saja aku, ah kalau begitu maaf jika ucapan ku melukai hatimu." Ucap, Kaisar.


Kaisar Yu memperhatikan Hanna, dia baru tersadar jika kecurigaannya hanya lah sebuah dorongan dari permaisuri jian.


"Tidak masalah kaisar, saya sangat mengerti, anda sangat ingin melindungi seluruh keluarga." Ucap hanna dengan tersenyum.


"Maaf kan aku Putriku, ini semua karena aku yang terlalu banyak mengkhawatirkan keluarga ini." Ucap, Kaisar.


"Ah, tidak masalah, jika tidak ada yang perlu di tanyakan, saya pamit undur diri." Ucap Hanna.


Dengan begitu mudahnya Ayah percaya dengan ucapan Hanna, aku tau semuanya, aku tau siapa dia, tidak menutup kemungkinan ucapan dari bunda benar adanya, Hanna apapun tujuanmu, siapapun dirimu,aku rela sangat rela jika nanti kau benar menyakitiku, aku tidak akan pernah melupakan janji ku untuk selalu melindungi mu." Dalam benak kichiro sambil menatap hanna yang berada di samping nya.

__ADS_1


__ADS_2